
"Ikh siapa sih manggil manggil?" gerutu Mala kesal
Nur dan Mala berhenti jalan dan menengok kearah belakang mereka dengan kompak. Mereka melihat Rita yang sedang berjalan menuju kearah mereka. Rita terlihat marah karena wajahnya yang merah padam.
"Itu bude Rita kenapa ya?, Kok seperti sedang marah ya, tapi dia marah dengan siapa?" tanya Nur dalam hati.
"Haduh janda gatel itu lagi, ampun dah, mau apa lah dia ini?" gerutu Mala lagi
"Hai Mala tunggu," panggil Rita
"Ya, cepetan panas," ucap Mala
Nur melihat Mala yang terlihat santai seperti tidak ada masalah. Tetapi kenapa bule Rita terlihat sangat marah. Nur menjadi pusing sendiri.
"Hai Mala, kau itu ya perempuan murahan, perempuan busuk," ucap Rita dengan nada tinggi.
"Hai janda gatel, apa lah kau ini, aku itu tidak perna buat masalah dengan mu, kenapa pula kau marah marah begitu,"
"Dasar kau itu ya perempuan busuk, laki belum ada seminggu kau sudah bawa lelaki asing ke rumah, otak mu itu ada di mana sih?"
"Hah, kok si janda gatel ini tahu jika aku bawa Bobby ke rumah ya?" tanya Mala dalam hati.
"Sudah kau itu tidak usah mengelak atau mencari alasan apa pun juga, gosip kau membawa lelaki asing itu sudah menyebar ke seluruh kampung, kau itu memang bejad ya, kuburan laki belum kering tapi kau malah main gila sama laki lain, Mala Mala kau itu ya,"
"Sudah lah kau itu jangan urusin hidup orang lain, memang nya hidup mu sudah bagus apa," ujar Mala tak terima
"Ada apa sih, kok bule Rita bicara seperti itu pada bibi?" tanya Nur dalam hati.
"Dasar kau itu memang perempuan tidak tahu malu ya, ternyata kau itu bukan busuk hati tapi kelakuan mu juga busuk,"
__ADS_1
"Sudah lah Rita, kau itu bilang saja kalau kau itu iri pada ku, aku dengan mudah membawa lelaki tampan dan gagah ke rumah ku untuk ku tiduri, tapi kau, bertahun tahun kau hanya menahan rasa gatel mu itu, hahaha,"
"Semprul kau ya Mala, mulut mu ya kau itu ya kurang ajar, kau kira aku tidak laku apa, aku itu tidak mau berbuat zina seperti mu, kau pikir enak apa berbuat zina seperti itu, belum saja kau di grebek warga,"
"Hah, kau berani mengancam ku Rita, dasar kau ya,"
"Apa, kau mau apa Mala, ingat ya Mal, aku sudah punya bukti video syur kau dengan pacar mu itu,"
"Hah, kok bisa kau punya video itu, paling juga kau menghayal seperti biasa nya," ucap Mala tak percaya.
"Baiklah kalau kau tak percaya, aku kirimkan sekarang juga,"
Selesai Rita bicara seperti itu pada Mala. Dirinya langsung mengirimkan video syur Mala yang dia ambil saat dirinya mempergoki mereka sedang berbuat Zina. Mala melotot lebar seakan akan bola mata nya akan keluar sangking kaget nya.
"Apa, apa ini?, dari mana kau dapat video ini?" tanya Mala.
"Ya ada deh, bagaimana apa sekarang percaya pada ku, aku mau kau angkat kaki dari rumah itu sekarang juga, aku tak mau kau berbuat zina di rumah adik ku,"
"Ya sudah sana, pergi kau dari rumah adik ku, dan tinggalkan Nur dengan ku, jangan kau ajak dia,"
"Eh enak saja, Nur akan ku bawa bersama ku, ingat ya yang jadi wali Nur itu Nono bukan kau,"
"Dasar kau ya perempuan busuk dan licik, kau mau mengambil alih kekayaan orang tua Nur rupa nya,"
"Hahaha, nah kau sendiri bagaimana nenek peyot, apa kau tidak punya niat seperti itu, kau itu pun sama musang berbulu domba,"
Plak, Rita menampar pipi Mala keras. Mala yang tidak terima di tampar oleh Rita, dirinya balik menampar Rita. Kedua perempuan itu pun saling Jambak satu sama yang lain.
Nur yang berada di dekat mereka tidak bisa berbuat apa apa. Dirinya bingung harus apa karena jika dirinya berbuat kesalahan yang ada mereka berdua yang akan menyiksa dirinya. Nur melihat sekeliling dan menemui kubangan air hujan yang tak jauh di tempat nya berdiri sekarang.
__ADS_1
Dengan tergesa-gesa dirinya mengambil air itu dan menyiram kan ke mereka berdua. Mala dan Rita yang kaget akan siraman Nur itu menghentikan pertengkaran nya itu. Mereka sama sama melotot kearah Nur.
"Ya ampun, salah nih seperti nya, ampun dah," gumam Nur takut.
Perlahan lahan Nur jalan mundur menjauhi mereka berdua. Rita dan Mala yang basah kuyup hanya bisa saling pandang. Mereka berhenti berkelahi setelah mereka di siram pakai air, sangat persis seperti kucing yang sedang bertengkar.
"Kau ya, apa yang kau lakukan pada ku, air apa ini?" bentak Mala pada Nur yang pucat pasi itu.
"Nurrr, anak kampret, berani kau pada ku," teriak Rita.
"Ampun bi, ampun Bule, ampun, aku tidak sengaja, ampun," teriaknya sambil berlari pulang.
"Dasar anak kurang ajar, berani dia menyiram ku seperti kucing, lihat saja kau, akan ku hukum kau," teriak Mala
"Hai Mala, kau pikir aku akan melupakan pertengkaran kita ini hanya gara gara kelakuan Nur itu, kau pikir perempuan busuk seperti mu akan ku maafkan, tidak kawan, aku tak akan memaafkan mu,"
"Dasar janda gatel, mau mu apa sih, ngajak aku berantem seperti ini, jika kau mau ambil rumah itu, ambil saja, aku tak masalah, tapi jika kau ingin mengambil Nur dari ku, maaf saja aku tak akan menyerahkan nya pada mu, sampai mati pun, aku tak akan menyerahkan Nur pada siapa pun,"
"Dasar serakah kau itu ya, aku tahu kau ingin menguasai warisan Nur kan, karena sebentar lagi dia berusia 17 tahun, dasar licik kau," tunjuk Rita
"Hai jangan tunjuk tunjuk, kau itu bukan siapa siapa, kau harus ingat ya Rita, aku bukan mengincar hartanya si Nur itu, tapi aku ingin balas dendam pada anak itu karena gara gara orang tua nya yang sok kaya itu akhirnya anak ku mati, aku akan buat hidup Nur sengsara, hahaha," tawa Mala
"Gila kau ya Mal, kau mau menyiksa anak malam itu, sudah tidak waras kau itu ya,"
"Hahaha, aku memang tidak waras, sudah lah jangan ganggu aku jika kau ingin selamat, kau harus ingat aku bisa membuat mu menemui ajal mu dengan cepat, seperti adik mu yang tak guna itu," ancam Mala dengan nada dingin.
"Apa maksud mu?, apa kau yang membunuh adik ku?, jawab Mala, jawab?"
"Hahaha, menurut mu bagaimana, apa aku yang sudah membunuh adik mu itu atau dia memang mati karena serangan jantung," bisik Mala lagi.
__ADS_1
"Kau," ucap Rita tak percaya.