
"Mih, mami," panggil Melati.
"Ada apa Melati, kenapa kau pulang lagi, bukannya kau sedang ikut mencari Delima bersama teman teman mu yang lain?" tanya Jenny.
"Maaf mi, aku memang tadi sedang mencari Delima bersama yang lain, tapi hati kecil ku mengatakan jika Kenanga ada hubungan nya dengan hilangnya Delima mih," ucap Melati
"Apa maksud mu, awas nanti jatuh nya fitnah, kau tahu kan jika aku paling tidak suka ada keributan di antara kalian semua," Jenny mencoba memperingati Melati
"Tidak mi, aku yakin mih karena secara Delima tidak perna keluar tanpa sepengetahuan dan ijin dari mami tapi ini dia keluar tanpa ijin, terus saat kita heboh kehilangan Delima, Kenanga baru dari luar mih,"
"Ngapain dia keluar, perasaan dia tidak ada ijin dengan ku,"
"Tuh kan, aku tadi juga feeling nya dia keluar tanpa ijin mami,"
"Ya, seingat mami tidak ada yang ijin keluar kok," Jenny mencoba mengingat.
"Kata nya sih dia habis beli pembalut soalnya stock dia habis,"
"Habis dari mana?, bukannya baru kemarin mami kasih jatah pembalut untuk kalian ya?" tanya Jenny
"Ya mih, stock aku juga masih banyak,"
"Itu lah, buat apa lagi dia beli pembalut?" tanya Jenny
"Ayo kau ikut mami, kita check bareng bareng kamar Kenanga," ajak Jenny kepada Melati.
Mereka memeriksa kamar Kenanga. Jenny benar benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Kenanga masih memiliki stock pembalut yang banyak.
"Lalu buat apa juga dia keluar?" gumam Jenny.
"Baiklah, Melati coba kau tanya ke warung biasa kenanga beli pembalut ini, kau tahu kan warungnya?" tanya Jenny lagi
"Tahu mi," jawab Melati.
"Bagus, sekarang cepat ke warung itu tanya pada pemilik warung itu apa kenanga tadi pergi kesana dengan seseorang," perintah Jenny.
Melati bergegas menuju ke warung langganan mereka. Melati berpapasan pada Sam, lelaki yang di sukai nya itu. Sam yang sedang buru buru tidak memperdulikan Melati padahal Melati sudah tersenyum manis menyambut kedatangan Sam.
__ADS_1
"Ikh sombong banget sih, bang Sam ini," gerutu Melati
Sam mencari Jenny dimana mana. Sam tidak tahu jika Jenny berada di dalam kamar Kenanga. Jenny masih tidak percaya jika Kenanga sudah berbohong pada Melati.
"Boss, boss," panggil Sam panik
"Ada apa Sam?" tanya Jenny yang keluar dari kamar Kenanga.
"Mami dari kamar Kenanga, ada apa mih?" tanya Sam
"Itu urusan ku, ada apa?" tanya Jenny ketus karena dirinya tahu jika Sam suka pada Kenanga.
"Maaf boss, itu saya dapat info jika Delima di bawa oleh seorang wanita mih," ucap Sam memberi tahu semua informasi yang di dapat nya.
"Siapa wanita itu?" tanya Jenny.
"Mala boss," jawab Sam
"Kurang ajar, berani dia main main dengan ku," geram Jenny
Sam dan beberapa anak buahnya pergi mencari Delima lagi. Sam memutuskan untuk mencari Delima ke terminal. Sam merasa Mala akan membawa Nur ke luar kota.
"Mih, kata pemilik warung, si kenanga memang kesana dengan seorang gadis muda dan cantik, dirinya belum perna bertemu, lalu datang seorang wanita tua membawa gadis itu, kata nya lagi gadis itu sudah minta tolong pada Kenanga tapi tidak di gubris oleh Kenanga," lapor Melati
"Baik Melati, mami sudah yakin jika Kenanga yang membawa Delima keluar, sebaiknya kau kembali mencari Delima agar yang lain tidak curiga, Kenanga biar menjadi urusan mami," ujar Jenny marah
Melati meninggalkan Jenny seorang diri di rumah lagi. Sebenarnya Melati merasa tidak enak hati dengan Kenanga tetapi dirinya harus mengambil keputusan seperti ini karena ini semua untuk kelangsungan hidup dirinya dan yang lain. Melati akan kesulitan mencari nafkah jika usaha mami Jenny di tutup.
Jenny menunggu berita dari para anak buah nya dengan gelisah. Dirinya tidak mau James datang terlebih dahulu sebelum Delima di temukan oleh para anak buahnya. Karena Jenny tahu jika James ke tempat nya untuk menemui Delima.
"Eh mobil siapa itu?" tanya Jenny seorang diri
Jenny melihat seorang lelaki tegap yang keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk seseorang. Mata Jenny hampir mau keluar saat dirinya melihat penampakan seorang lelaki tampan yang gagah dan berwibawa.
"Ya Tuhan, Boss James sudah datang lagi, aduh gawat," gumamnya takut.
"Hallo Jen," sapa James dingin.
__ADS_1
"Eh ya boss, hallo, apa kabar boss?" tanya Jenny gugup.
"Seperti yang kau lihat, aku lihat sepi sekali rumah mu, pada kemana anak buah mu?" tanya James saat dirinya melihat penampakan rumah Jenny yang sangat sepi.
"Eh ada boss, mereka ada kok," jawab Jenny gugup.
"Ada apa dengan Jenny kenapa dia ketakutan seperti itu, apa ada yang di sembunyikan oleh Jenny?" tanya James dalam hati.
"Ayo boss masuk boss," ajak Jenny
"Baiklah terima kasih, mana perempuan yang sudah mencuri hati papa ku itu?" tanya James dingin
"Hah, maksud nya boss?" tanya Jenny pura pura tidak tahu.
"Sudahlah Jenny, kau tidak perlu berpura pura, ayo cepat bawa dia kesini," pinta James.
"Tapi Boss, itu boss," ucap Jenny bingung
"Tapi apa, ada apa?" tanya James balik.
"Anak itu hilang boss," jawab Jenny lagi.
"Hah, hilang kenapa bisa seperti itu?" bentak James.
"Maaf boss, ada yang menculiknya boss," jawab Jenny menunduk.
"Goblok kau, sudah berapa lama kau jadi mami hah, sehari dua hari atau setahun, bukannya kau sudah menjalani bisnis ini berpuluh puluh tahun lama nya kenapa kau bisa kecolongan seperti itu, ingat ya Jenny aku tidak mau tahu, aku akan menunggu wanita itu di sini, cepat kau temukan dia," teriak James.
Jenny cepat cepat menghubungi para anak buahnya terutama Sam. Jenny benar benar takut akan kemarahan James. Jenny sangat tahu James karena dulu sebelum James di usir ke Amerika oleh Mike. James adalah pelanggan lama nya. Sepak terjang dirinya, Jenny pun tahu.
"Cepat kalian temukan anak itu, jangan harap kalian dapat pulang dengan tangan kosong," perintah Jenny pada Joe.
"Hai Melati, cepat bawa kembali teman teman mu yang lain kesini, cepat," bentak Jenny.
Jenny harus mencari cara agar James tidak terlihat bosan dan marah lagi. Jenny akan meminta semua anak asuh nya untuk menghibur James. Meskipun resiko nya akan sangat berat sekali.
"Aku harus mengorbankan salah satu bahkan beberapa dari anak asuh ku untuk di jadikan oleh James, aku harap kelainan ya tidak lagi kambuh, kasihan anak asuh ku jika harus berhadapan dengan seseorang seperti James yang mempunyai kelainan Sadomasokisme," gumam Jenny kuatir dan sedih
__ADS_1