
"Siapa?" tanya Jenny penasaran
"Delima mih," jawab Nur pelan
"Ya Tuhan anak ku, akhirnya kau pulang nak," teriak Jenny senang
"Ya mih, aku sudah pulang,"
"Kau tidak apa apa sayang, apa si Mala itu menyakiti mu?" tanya Jenny sambil mengecek seluruh badan Nur.
"Tidak mih, aku tidak apa apa," jawab Nur
"Tidak apa apa bagaimana, apa kau tidak lihat pipi mu merah begini, aku yakin kau habis di tampar oleh perempuan gila itu," ucap Jenny geram
"Itu bukan salah bibi kok mih, aku yang salah," ucap Nur mencoba melindungi Mala.
"Mana boss James?" tanya Dion dingin memotong pembicaraan Jenny dan Nur
"Kau tunggu saja dulu Dion, boss mu itu sedang berada di kamar bersama Kenanga," jawab Jenny
"Apa kau yang menawari wanita itu pada boss, apa kau tidak tahu penyakit boss bagaimana?" tanya Dion
"Ya aku tahu kok, biarkan saja dari pada boss mu menunggu dengan kesal," jawab Jenny
"Baiklah, aku akan tunggu disini saja," ucap Dion
"Apa kau juga mau bersenang senang dengan salah satu anak asuh ku, kau tenang saja, gratis untuk mu," ucap Jenny menawarkan salah satu anak asuh nya
"Oh tidak, terima kasih," tolak Dion
Dion melihat Nur yang masih sangat ketakutan itu. Dirinya menemukan Nur dalam keadaan menyedihkan.
Tangan dan Kaki nya terikat kuat dan berada di dalam bagasi mobil. Wanita yang mengaku bibi nya itu dengan kejam memasukkan nya kedalam bagasi. Dion merasa kasihan dan ada ketertarikan pada dirinya.
"Semoga anak itu baik baik saja, kasihan di usia nya yang masih muda harus di culik seperti itu," gumam Dion
"Delima, lalu mana bibi mu yang gila itu?" tanya Jenny.
"Aku tidak tahu mih, aku hanya tahu nya sudah di selamatkan oleh lelaki itu," tunjuk Nur pada Dion.
"Dion maksud mu?" tanya Jenny balik
"Ya,"
__ADS_1
"Cantika, tolong kau bawa Delima ke kamar nya, bersihkan dan dandani dia, aku tunggu di kantor ku," perintah Jenny.
Cantika membawa Nur ke kamar nya. Mereka harus melewati kamar dimana ada Kenanga dan James. Nur kaget saat mendengar suara rintih seseorang yang meminta tolong.
"Tolonggg.. tolongg.. ampun.. jangan...," rintih Kenanga
Ctarrr, ctarrr, bunyi cambukan yang begitu kuat. Suara itu sampai terdengar ke luar. Nur menengok kearah Cantika meminta penjelasan tetapi Cantika hanya diam saja.
"Ka, itu tadi suara siapa, kok seperti meminta tolong?" tanya Nur
"Sudah sayang jangan ikut campur, itu tamu nya mami, ayo kita bersih bersih dulu," ajak Cantika
"Baiklah kak, tapi kak itu dengar suara teriakan meminta tolong ada lagi," tanya Nur sambil mencoba mendengar suara itu.
"Sudah jangan di denger, nanti malah kita kena marah mami,"
"Baiklah kak,"
Setelah hampir 1 jam setengah James berada di dalam kamar akhirnya dirinya keluar dengan badan penuh keringat dingin. Jenny dan Dion yang sedang mengobrol mendadak terdiam saat melihat kedatangan James. Suasana hati James masih belum senang karena dirinya belum dapat kabar tentang gadis itu.
"Kau ada di sini Dion?" tanya James sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa depan mereka
"Ya boss, saya tadi habis mengantarkan gadis itu," jawab Dion
"Gadis itu?, maksudnya di Delima, kau sudah menemui dia?" tanya James semangat
"Hah, kenapa kau tidak memberitahu aku jika kau sudah menemukan anak itu," bentak James.
"Maaf boss kata mami Jenny, boss baru saja masuk ke kamar, saya tidak berani menganggu boss," jawab Dion
"Jen, urus tuh anak asuh mu itu, jelek sekali badan dan service nya, kenapa pula kau masih bertahan memperkerjakan dia?" tanya James kesal
"Maaf boss, dia yang tidak mau saya cepat," jawab Jenny
"Ya sudah sana urus anak mu itu, terus bawa Delima ke hadapan ku," perintah James.
Jenny meninggalkannya James dan Dion untuk melihat keadaan Kenanga. Jenny menjerit terpekik pelan saat melihat keadaan Kenanga yang lumayan memperihatinkan itu.
"Ya ampun, kenanga," teriak Jenny
"Tolong mih, tolong," rintih Kenanga sebelum dirinya pingsan
Jenny melihat banyak sekali luka di tubuh Kenanga. Di seluruh tubuh nya penuh dengan darah dan bekas sundutan rokok. Jenny ngeri melihat keadaan Kenanga.
__ADS_1
"Sebenarnya aku kasihan pada mu cantik tapi ini setimpal dengan apa yang sudah kau lakukan pada Delima, aku harap kau ingat ingat ini hukuman untuk mu jika kau berani pada ku,"
Jenny menyuruh Joe dan Sam untuk membereskan Kenanga. Sam yang menyimpan rasa pada Kenanga kaget saat melihat seseorang yang di sayangnya begitu menderita. Joe tahu Sam memedam rasa pada Kenanga sehingga dirinya menguatkan Sam agar sabar.
"Bro sabar, ini sudah resiko Kenanga bekerja seperti ini," ucap Joe
"Ya bro, aku juga tahu tapi kenapa mami membiarkan tamu nya menyiksa Kenanga seperti ini?" tanya Sam sedih.
"Kak jangan sedih begitu, ini semua hukuman untuk Kenanga kak," ucap Melati yang ikut membantu Kenanga.
"Apa maksudmu?" tanya Sam penasaran.
"Kata mami, Kenanga yang membawa Delima keluar dari rumah ini lewat jalan rahasia,"
"Jalan rahasia?" tanya Sam dan Joe kompak.
"Ya jadi selama ini yang tahu jalan itu hanya Kenanga, Kenanga selalu menyelinap keluar untuk menemui pacar nya," jawab Melati sambil melihat ngeri pada tubuh Kenanga.
"Kok mami bisa tahu informasi ini?" tanya Joe.
"Oh itu dari cerita Delima, Delima juga yang memberi tahu mami dimana jalannya," jawab Melati enteng.
"Tapi tetap saja kasihan, kenapa mami tega berbuat seperti ini pada Kenanga?" tanya Sam sedih.
"Kak Sam, kak Sam, ini mah hukuman yang paling ringan yang di berikan oleh Mami pada kami yang melakukan kesalahan," ucap Melati
"Apa maksudmu?" tanya Sam
"Sudah lah kak, kak Sam tidak usah berpura pura tidak tahu, bukannya kak Sam pun tahu mami bagaimana, apa lagi kalau berurusan dengan bisnis nya," gumam Melati
"Benar juga kata Melati, bisa saja hukuman yang di berikan pada Kenanga adalah kematian seperti," ucap Joe menggantung.
Dirinya teringat cerita Susi salah satu anak kesayangan Jenny. Yang sudah membuat kesalahan sampai hampir menghancurkan bisnis nya. Jenny yang kejam memerintahkan anak buah nya untuk menyiksa nya sampai meninggal
"Maksud mu si itu?" tanya Sam lagi
"Ya, kau ingat Sam?"
"Ya aku ingat, aku tak mau Kenanga di bunuh, kasihan dia,"
"Di rumus mami Jenny tidak ada kata kasihan, Sam," ucap Jenny dari belakang mereka.
Jenny yang tidak sengaja mendengar obrolan ketiga anak buahnya itu menjadi penasaran. Dirinya sudah lama berada di belakang mereka untuk menguping. Mereka bertiga tidak ada yang tahu jika obrolan mereka di dengar oleh mami nya.
__ADS_1
"Mami," ucap mereka kompak.
"Kau dengar Sam, dia tidak pantas untuk kau sayangi karena dia adalah seseorang yang akan ku bunuh karena segala perbuatan nya itu, dan kalian bertiga harus ingat di rumah emas ku dilarang sangat keras untuk saling mencintai satu sama yang lain, ingat itu, disini di larang untuk bilang sayang dan cinta," ucap Jenny dingin