
Jenny mengajak Nur masuk kedalam rumah. Nur yang masih sangat polos itu mengikuti perintah Jenny. Jenny senang melihat sikap Nur yang penurut itu.
"Delima, kau akan tinggal dengan mami di rumah emas ini, kau bisa panggil aku dengan mami Jenny," ucap Jenny ramah
"Eh ya mih,"
"Bagus, ini kamar kamu," tunjuk Jenny pada sebuah kamar yang luas dan indah.
Nur yang selama ini tinggal di kamar sempit terpesona melihat kamar yang ada di depannya itu. Jenny mengajak masuk Nur kedalam untuk melihat isi kamar nya. perlengkapan dan peralatan di kamar itu sudah sangat cukup dan mewah untuk Nur.
"Bagus sekali mih," ucap Nur terpesona.
"Kau suka?"
"Suka banget mih, apa benar ini kamar ku?"
"Ya benar cantik ini kamar mu, kau bisa membereskan dan memasukkan pakaian mu ke lemari ini," tunjuk Jenny pada lemari kayu yang mewah
"Wah besar sekali," gumam Nur lagi
Jenny senang melihat Nur yang polos. Jenny melihat Nur hanya mengeluarkan pakaian yang sudah tidak layak di pakai dari model dan warna nya sangat jelek. Jenny akan berniat membuat Nur menjadi primadona di rumah emas nya karena feeling nya dalam menilai seorang gadis tidak perna salah.
"Ya ampun, ini pakaian mu semua apa?" tanya Jenny sambil memegang satu baju Nur dengan jijik.
"Eh ya mih, ini semua milik aku,"
"Ikh buang, buang semua nya," teriak Jenny sambil melempar semua pakaian Nur
"Tapi mih," ujar Nur bingung.
"Kau tenang saja cantik, mami mu ini akan membelikan semua pakaian yang modis untuk mu, asal kau menurut pada ku,"
"Baik mi," ucap Nur takut.
__ADS_1
"Kau tak usah takut pada ku, aku janji akan membuat mu menjadi primadona di tempat ku ini," janji Jenny
"Tapi mih, aku belum tahu apa pekerjaan yang akan aku lakukan mih?" Nur memberanikan diri untuk bertanya.
"Kerja kau hanya menemani tamu mami saja, mami jamin hidup mu akan bahagia sayang, kau mau ya jadi anak kesayangan mami,"
"Ehm, baik mi,"
Jenny menyiapkan semua perlengkapan yang di butuhkan oleh Nur atau Delima. Nur sudah sangat dekat dengan Jenny. Jenny pun make over Nur sehingga membuat siapa pun akan terpesona dengan kecantikan nya itu.
"Ya benar, seperti ini anak ini menjadi sangat cantik dan menarik, hahaha, aku akan mendapatkan uang yang banyak karena anak ini," gumam Jenny.
Beberapa bulan Nur sangat di istimewa kan oleh Jenny, dirinya selalu di utamakan. Tetapi anak buah mami Jenny tidak ada 1 pun yang iri atau cemburu pada Nur karena mami Jenny sangat tidak suka ada salah satu anak nya yang iri dan cemburu. Mereka semua sangat takut jika Jenny sudah marah karena mereka akan merasakan cambukan Jenny yang sangat di jauhi oleh anak didik nya itu.
"Akhirnya kau sudah siap sayang, ingat Delima kau harus pura pura tidak tahu apa apa meskipun aku sudah memberi pun pelajaran. tentang hubungan badan dengan seorang pria, kau ingat itu sayang," ujar Jenny
"Baik mi, aku akan berpura pura menjadi polos karena aku juga belum perna merasakan hubungan itu, mami kan hanya menyuruh ku untuk menonton video itu sehari 4x,"
"Bagus, itu semua mami lakukan agar kau bisa belajar dari video yang mami suruh tonton itu," ujar Jenny.
"Baiklah sayang, malam ini kau akan menemui om Mike, mami yakin kau sudah siap, ingat turuti semua keinginan om Mike, kau jangan mengecewakan dirinya," perintah Jenny
Malam ini adalah malam pertama Nur bekerja. Jenny sudah menyiapkan Nur dari pakaian yang di kenakan nya dan make up yang akan di pakai nya. Perasaan Nur sangat takut dan cemas, dirinya merasa apa yang dilakukan sekarang adalah hal yang salah.
"Ya tuhan, apa benar keputusan ku ini, apa benar ini langkah yang ku ambil tuhan, kenapa kau biarkan aku hidup seperti ini tuhan," gumam Nur menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi pada nya.
Jenny mengantarkan Nur ke sebuah hotel mewah yang sudah di pesan oleh om Mike. Sepanjang perjalanan perasaan Nur sangat campur aduk, dirinya tidak tahu apa yang terjadi pada nya. Sedangkan Jenny senyum senyum membayangkan yang 50 juta akan ada di tangannya.
"Ini dia kamar nya sayang, cepat kau masuk kedalam," pinta jenny pada Nur yang gugup
"Ya mih,"
"Hai sayang, kau jangan gugup dan takut seperti itu, santai dan nikmati saja," ujar Jenny lagi
__ADS_1
Nur masuk kedalam kamar yang di tunjuk oleh Jenny setelah dirinya melihat Jenny meninggalkannya. Nur sangat takut membayangkan apa yang akan terjadi. Sesampainya dirinya di dalam kamar, dirinya tidak melihat siapa pun.
Nur memutuskan untuk duduk di pinggir tempat tidur mewah itu. Dirinya merasa asing di tempat mewah ini. Rasa kantuk yang menderanya sebisa mungkin di tahan oleh nya karena dirinya tidak mau tamu nya merasa kecewa saat Nur tidak menyambutnya.
"Kok lama banget ya, kata mami, om Mike akan datang setelah aku masuk ke kamar ini," gumam Nur.
Nur kaget saat dirinya melihat pintu kamar itu terbuka. Dirinya dapat melihat sosok lelaki yang sudah berumur masuk kedalam. Nur yang takut hanya bisa menunduk.
"Ya tuhan, apa ini om Mike yang di maksud oleh mami Jenny," gumam Nur takut
"Ya tuhan, aku takut sekali, bagaimana ini?" gumamnya lagi
Perlahan tapi pasti lelaki itu duduk di sebelahnya, Nur dapat melihat tubuh lelaki itu berada di dekat nya. Wangi lelaki itu sangat wangi sekali, Nur sampai terpesona dengan wangi lelaki yang ada di dekatnya itu. Nur yang masih menunduk dalam itu tidak berani mengangkat kepalanya melihat siapa lelaki itu.
"Hallo sayang, apa kau mau menunduk terus seperti ini cantik?" tanya om Mike sambil mengangkat dagu Nur.
"Eh, ya om," jawab Nur gugup.
"Ya tuhan, lelaki ini sudah berumur tetapi dia masih sangat tampan dan gagah," gumam Nur dalam hati memuji om Mike
"Siapa nama mu, cantik?"
"Aku Delima om,"
"Delima nama yang bagus, kau panggil aku om Mike ya,"
"Huum om,"
"Apa kau sudah siap melayani ku?" tanya Mike
"Tapi aku takut om, aku belum perna berhubungan dengan lelaki," jawab Nur malu.
"Hahaha, bagus, aku suka yang malu malu seperti ini, baiklah aku akan mengajari mu," ujar Mike
__ADS_1
Malam itu menjadi malam pertama bagi Nur. Dirinya begitu tersiksa dan kotor. Sepanjang malam dirinya menangis meratapi nasibnya.
"Bi, kenapa kau tega menjual ku bi, apa salah ku pada mu bi?"