Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 44


__ADS_3

"Hai lepas, lepas, aku bukan penjahat, lepas," teriak Mala kepada anak buah Zio


Kedua tangan Mala di pegang erat oleh anak buah Zio. Maka tidak merasa takut atau kuatir pada kedua anak buah Zio yang berwajah sangar dan bertubuh besar itu. Semakin Mala berteriak semakin kencang mereka memegang tangan Mala.


"Kurang ajar, lepas, sakit tahu, lepas," teriak Mala sambil memberontak.


"Hai perempuan gila, diam kau," bentak kunyuk yang berjalan di depan mereka.


"Hai jelek, siapa perempuan gila, kau yang seharusnya yang gila, sudah jelek gila lagi," teriak Mala sambil melotot.


"Kurang ajar, jika bukan karena boss Zio yang memerintahkan aku untuk menjaga mu, sudah ku bunuh kau dengan kedua tangan ku ini," bentak kunyuk kejam


"Kau pikir aku takut pada mu, cuih, aku Mala tidak perna takut pada siapa pun, ingat itu," ancam Mala


"Hahaha, perempuan gila, berani juga ternyata kau ya, padahal kau sekarang berada di markas kami, hahaha," tawa kunyuk menakutkan

__ADS_1


"Mana, mana boss mu itu, cepat suruh dia keluar, apa maksud nya membawa ku kesini, hah," teriak Mala kuat


"Kau memang perempuan gila, ternyata benar gosip warga kampung itu, ternyata kau wanita gila yang menghalalkan segala cara," tiba tiba Zio datang menghampiri Mala


"Kau siapa?" tanya Mala terpana saat melihat ketampanan Zio.


"Aku boss tempat ini," jawab Zio sombong


"Oh kau boss mereka ini, apa maksud mu membawa ku kesini hah, apa?" tanya Mala


"Kau lupa perempuan gila, jika kau sudah membuat rusak mobil kesayangan ku," jawab Zio


"Hahaha, bukannya kau yang sudah menabrak mobil ku, hai perempuan,"


"Kini kau harus membayar semua biaya perbaikan mobil ku itu, aku mau kau bekerja pada ku," tunjuk Zio tegas

__ADS_1


"Hah kerja?, kau gila apa, yang seharusnya dapat santunan itu aku, aku yang di tabrak oleh mu, kau itu yang gila," ucap Mala marah


"Aku tak perduli, sekarang bawa dia ke kediaman madam Gie, suruh madam Gie untuk menjualnya kepada lelaki hidung belang, jangan sampai perempuan ini kabur," perintah Zio pada kunyuk


"Apa, berani berani nya kau menjual ku, hai lelaki gila," teriak Mala putus asa


"Baik boss," ucap kunyuk


"Oh ya lupa, sampai kan pula pada madam jual saja dia dengan harga yang murah, buat dia menyesal sudah merasa paling cantik dan benar, jijik aku dengan perempuan seperti dia," perintah Zio lagi.


"Tidak, jangan tidak, aku mohon jangan," teriak Mala putus asa.


Dilain tempat Nur yang berada di tempat lain pun. tidak bernasib lebih baik dari kehidupan Mala. nasib Nur pun sama seperti Mala tetapi tidak menjadi seorang perempuan nakal.


"Ya tuhan, kenapa hidup ku seperti ini, kenapa kau siksa aku terus menerus, aku hanya ingin bahagia dan tertawa tuhan, apa kah tak ada kesempatan di dalam hidup ku untuk bahagia dan tertawa, aku ingin sekali merasakan kebahagiaan walaupun hanya sekali," harapan Nur pada sang pencipta.

__ADS_1


Nur yang setiap hari di perlakukan tidak pantas itu hanya dapat pasrah. Dirinya sudah benar benar putus asa hidup seperti ini. Dari dulu hidupnya yang sengsara dan dalam kesedihan hanya dapat menerima saja apa yang terjadi pada nya.


Bagi nya Tuhan tidak adil bagi hidupnya, tuhan hanya ingin melihat Nur hidup dalam kesedihan dan kesusahan saja.


__ADS_2