
Toni menengok kearah belakang dimana suara panggilan itu berasal. Dirinya melihat tak percaya siapa yang memanggilnya. Toni sangat bahagia sekali saat tahu dia dapat bertemu dengan perempuan itu lagi.
"Yuli?" tanya Toni.
"Ya bang, ini Yuli, bang Toni kemana saja?" tanya Yuli manja.
"Biasa saja Yul, Abang kerja, tumben kau cari Abang?" tanya Toni senang.
"Itu bang, Yuli mau minta maaf karena sudah buat Abang sakit hati," jawab Yuli sedih
"Ya tidak apa apa Yul, itu kan sudah keputusan mu sendiri,"
"Tapi sekarang Yuli menyesal bang sudah menyia nyiakan bang Toni yang baik, ehmm maksud Yuli, mau ngajak Abang balikkan lagi," ucap Yuli malu malu.
"Hah, kau mau ngajakin Abang balikkan lagi neng, apa Abang tidak salah dengar?" tanya Toni senang
"Tidak bang, kemarin Yuli salah memilih ternyata si Udin lelaki hidung belang, beda sama Abang Toni yang setia," ucap Yuli membuat Toni bahagia.
"Berarti kau menyesal ya, sudah mencampakkan Abang kemarin?" goda Toni.
"Huum bang, Yuli menyesal, Abang mau kan balikan lagi dengan Yuli?" tanya Yuli penuh harap.
"Hmm, bagaimana ya Yul, Abang sebenarnya sedang dekat dengan perempuan lain," ucap Toni
"Hah, Abang sudah punya pengganti Yuli ya,"
"Ya Yul, tapi kau tenang saja, nanti bulan depan Abang datang ke rumah mu untuk melamar mu," janji Toni.
"Hah yang benar bang, Abang mau ke rumah Yuli?" tanya Yuli senang dan semangat
__ADS_1
"Ya neng, Abang nanti mau ke rumah neng bukan depan, neng tunggu Abang ya,"
Dodi yang melihat tingkah sahabat nya itu hanya geleng geleng kepala saja. Dodi tidak menyangka seorang Toni dapat di sukai banyak perempuan beda dengan dirinya yang satu pun perempuan tidak ada. Toni yang sedang berpelukan itu tidak menghiraukan kan perasaan Dodi yang seperti obat nyamuk itu.
"Kurang asem dah nih Toni, dia malah bermesraan di depan aku, seperti obat nyamuk aja dah aku," gumam Dodi kesal.
"Ya sudah lah Ton, aku pulang dulu, tidak nyaman juga aku ada di sini, rasanya seperti obat nyamuk aja," ucap Dodi tiba tiba.
"Eh kau mau kemana Dod, disini saja, kau kan sudah kenal ini sama Yuli," cegah Toni.
"Tidak lah, malas aku lihat kalian berdua yang sedang bermesraan begitu, seperti orang bego aku," tolak Dodi sambil pergi.
"Ya sudah, jangan lupa besok ya," teriak Toni saat Dodi sudah berjalan menjauh dari Toni.
"Asem, asem, dikiranya enak apa cuma jadi penonton aja lihat orang bermesraan, nasib nasib, begini nih nasib orang jomblo," gerutu Dodi sepanjang jalan.
"Awas saja ya Ton, aku pamerin pasangan ku nanti, akan ku cari perempuan yang cantik dan bahenol," gumam Dodi kesal.
Dodi menemui kenalannya yang dia kenal saat di penjara. Dodi menceritakan rencana Toni pada Satrio dengan antusias. Satrio yang seorang mantan narapidana itu menjadi semangat saat mendengar hasil yang akan di dapat nya.
"Apa kau yakin kita hanya menipu perempuan itu saja?" tanya Satrio meminta kepastian Dodi.
"Ya aku yakin karena teman ku itu tipe orang yang tidak mau mencari masalah apalagi dengan mami Jenny,"
"Baiklah kalau begitu, ayo kita siapkan semua yang dibutuhkan agar besok kita sudah mempunyai KTP palsu di butuhkan," ajak Satrio
Dodi dan Satrio menuju kenalannya yang lain untuk mengurus pemalsuan data yang akan di berikan mereka pada Mala nanti. Toni sudah menjelaskan siapa Mala pada Dodi. Bahkan Toni pun tidak segan segan menceritakan apa yang terjadi pada Mala dan Bobby.
"Hai bro, tapi menurut aku sih ya, dari pada kita hanya menipu tuh perempuan dengan jumlah kecil, kenapa tidak kita peras saja dia, kaya nya harta dia banyak," ujar Satrio.
__ADS_1
"Hmm, tapi bagaimana dengan Toni teman ku itu, ini kan atas rencana dia,"
"Akh kau tidak usah perdulikan dia, coba kau pikirkan Dod, jika kita menipu wanita itu 50 juta tapi kita hanya di dikasih 15 juta apa dia yang tidak untung, dia dapat 20 juta, sedangkan dia tidak berbuat apa apa," Satrio menghasut Dodi.
"Benar juga sih apa kata Satrio, yang enak dan dapat hasil yang banyak itu si Toni, sedangkan dia tidak ngapa ngapain," gumam Dodi dalam hati.
"Sudah Dod, kau jangan banyak mikir, ikuti saja rencana ku,"
"Tapi bagaimana jika kita ketahuan dan ketangkap?" tanya Dodi takut.
"Alah, paling juga di penjara 5 tahun, kecil itu mah, sudah kau ikut saja, biar kita kaya Dod, kau mau kaya kan?"
"Hmm, ya sih, aku mau kaya, capek aku jadi orang miskin seperti ini, mana cari pekerjaan susah banget, pada tidak percaya dengan ku karena aku mantan narapidana," ucap Dodi sedih.
"Nah itu kau tahu, ayo lah kau setuju dengan rencana ku, aku jamin aksi kita akan berhasil, setelah kita merampas harta wanita itu habis habisan, kau ikut aku saja, kita pergi dari sini, kita pergi jauh," ujar Satrio semangat.
"Baiklah, aku ikut tapi sebaiknya kita ikuti dulu permainan Toni, habis itu baru kita rampok perempuan itu, bagaimana?" tanya Dodi yang tidak mau mengkhianati Toni.
"OK, aku setuju, ayo kita buat rencana perampokan kita ini, hahaha, aku senang akhirnya kau setuju juga dengan rencana ku,"
Sedangkan di tempat Mala, dirinya sedang membuat rencana untuk Toni dan kawan kawannya agar rencana mereka berhasil. Mala tidak akan ikhlas jika Nur hidupnya bahagia dan tenang. Hati kecil Mala selalu menginginkan Nur hidup dengan kesusahan dan kemalangan.
"Aku bersumpah akan ku buat hidup mu sengsara, aku tak ikhlas jika kau hidup senang di rumah Jenny," ucap Mala
"Sampai mati aku akan membuat mu menderita seperti yang sudah orang tua mu lakukan pada anak ku, akan ku siksa kau sampai kau memohon pada ku untuk ku bunuh,"
Mala yang sangat terobsesi pada Nur untuk menyakiti dan menyiksa nya sangat tidak rela melihat Nur hidup tenang dan bahagia. Walaupun dirinya sudah menjual Nur pada Mami Jenny tapi di lubuk hati nya yang paling dalam, dirinya menyesal karena apa yang di harapkan oleh Mala untuk dapat melihat Nur menderita, itu tidak terjadi. Sehingga membuat Mala selalu meneror dan membuat masalah di kediaman Jenny.
Apakah tidak ada rasa belas kasihan dan kasih sayang Mala pada Nur walaupun hanya sedikit saja, apakah rasa benci dan dendam akan menang dengan rasa kasih sayang yang di miliki oleh Nur untuk Mala?
__ADS_1