Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 26


__ADS_3

Mala yang shock melihat semua emas dan uang nya hilang menjerit dan berguling guling seperti orang gila. Para tetangga nya yang penasaran dengan Mala berbondong bondong ke kontrakan Mala. Mereka melihat Mala yang menangis dan berguling guling.


"Eh ada apa tuh?"


"Ya, kenapa dia jerit jerit gitu, Mpok cepat tanya sana kenapa tuh orang?"


"Ikh ogah dah, kau tahu sendiri dia orangnya bagaimana," tolak Mpok Hindun


Dari arah belakang para ibu ibu datang pak RT yang baru pulang dari masjid. Pak RT heran kenapa para penghuni kontrakan nya berkumpul di pintu kontrakan Mala.


"Ibu ibu ada apa, kenapa kalian semua berkumpul di depan kontrakan Ibu Mala?" tanya pak RT.


"Ya ampun pak RT bikin kaget saja, itu pak lihat sendiri," ucap ibu ibu kompak.


"Ibu Mala kenapa Bu, kenapa dia guling guling begitu?" tanya pak RT


"Entah pak, tiba tiba saja dia teriak teriak, terus saat kami lihat dia sudah guling guling begitu," jawab Mpok Hindun


"Sudah pak, bapak tanya saja kenapa dia seperti itu, takut juga jadi nya," ucap Mpok Nori


Pak RT berjalan pelan masuk kedalam kontrakan Mala. Perlahan tapi pasti dirinya menepuk pelan pundak Mala. Mala menengok kearah pak RT dengan tatapan marah.


"Akhh," jerit pak RT saat tiba tiba Mala menarik tangan pak RT kuat.


"Mana, mana emas ku, kembalikan," teriak Mala.


"Eh, Bu, Bu Mala sadar Bu, ini saya pak RT," ucap pak RT.


"Cepat kembalikan semuanya sialan, cepat," teriak Mala.


"Bu sadar Bu, saya tidak mengambil barang ibu," ucap pak RT panik


Mala menarik tangan pak RT kuat sampai pak RT terjengkang. Mala memeluk pak RT kuat seolah dirinya takut jika pak RT akan kabur. Pak RT yang panik berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Mala.


"Ya ampun pak RT, kasihannya,"


"Hai cepat, cepat bantu pak RT," teriak Hindun

__ADS_1


"Dun, kau saja yang nolongin pak RT, secara badan mu kan besar,"


"Kurang ajar kau ya, gini gini aku takut jika harus berhadapan dengan perempuan gila seperti dia,"


"Lalu kita harus apa, itu kasihan pak RT, habis tangannya di gigit sama perempuan gila itu," tunjuk Nori takut.


Mala menggigit lengan tangan pak RT. Pak RT menjerit kesakitan. Pak RT meminta tolong pada ibu ibu agar segera menolong nya


"Hai goblok, lepas sakit," teriak pak RT sambil mencoba menjambak rambut Mala.


"Tolong, tolong saya ibu ibu, tolong, auhh sakit," teriak pak RT.


Hindun dengan cepat dan gesit menuju ke rumah nya untuk mengambil sesuatu. Mala yang sudah tak sadar kan diri itu masih saja mengigit lengan tangan pak RT kuat. Lengan pak RT sampai menguarkan darah.


"Hai minggir, minggir," teriak Hindun sambil membawa sesuatu yang berat.


Byurrr, Hindun yang menerobos masuk itu tiba tiba menguyur Mala dan pak RT. Pak RT sampai gelagapan di buat nya. Mala yang kaget spontan melepaskan gigitannya.


Pak RT sadar jika tangannya tidak di gigit lagi oleh Mala cepat cepat menjauh dari jangkauan Mala. Tiba tiba Mala menangis histeris layak nya orang yang stress. Hindun dan pak RT saling pandang tidak tahu apa yang terjadi.


"Hai Mpok, ada apa Mpok, Mpok kenapa?" tanya Hindun kasihan.


"Huhuhu, semua emas dan harta ku hilang, semua di rampok, huhuhu," tangis Mala


"Apa?" teriak ibu ibu kompak.


"Gawat siang siang bolong seperti ini ada perampok," ucap Nori panik.


"Ya kita harus ekstra hati hati nih, mereka sudah berani merampok di siang bolong," seru Dari.


"Hai ibu ibu jangan pada ngobrol, tolongin aku dulu, sakit nih," seru pak RT meminta tolong.


"Eh ya pak, maaf pak lupa," seru Nori.


"Huuft, nasib jadi lelaki jelek ya begini, di lupakan," ucap pak RT sedih


"Maaf ya pak," ucap Nori sambil menolong pak RT.

__ADS_1


Setelah pak RT di tolong dan pendarahannya berhenti. Pak RT segera meminta informasi pada Mala tentang perampokan itu. Mala yang masih sangat shock hanya bisa menangis.


"Ya ampun, dia benar benar shock tuh, apa jangan jangan emas nya banyak lagi," bisik Nori


"Mungkin saja, tapi kok aku seperti tidak percaya ya jika dia punya emas yang banyak," bisik Dari.


"Huhuhu dasar lelaki kurang ajar, bangsat, aku akan cari kalian semua, sialan," teriak Mala sambil menangis.


"Sabar Mpok, sabar," ucap Hindun


"Sabar, sabar bagaimana sih, kau itu tidak tahu ya jika emas dan uang aku itu semua nya hilang," teriak Mala sambil melotot pada Hindun.


"Kau pikir emas ku itu yang hilang hanya 5 gram apa, tidak kau salah, emas ku itu semua nya 100 gram dan yang 100 juta, kau tahu itu," teriak Mala lagi.


"Ya mana aku tahu," ucap Hindun acuh.


"Dasar orang udik, orang miskin kau pasti tidak pernah punya uang dan emas yang banyak seperti itu sehingga kau tidak tahu rasa nya kehilangan," ejek Mala pada Hindun.


"Hai wanita gila, aku memang miskin ya jadi buat apa juga harus seperti kau yang bersikap sombong dan sok kaya, maka nya kau sekarang di rampok karena sikap mu yang jelek itu," ucap Hindun sambil berlalu.


"Dasar orang miskin tidak punya otak," teriak Mala kesal


"Pak RT urus tuh warga bapak, malas aku ikut campur, aku mah orang miskin yang tidak punya otak," ucap Hindun ke pak RT.


"Loh kok pulang Mpok, ini bagaimana?" tanya pak RT bingung


"Urus sendiri," seru Hindun kesal


"Yuk akh kita pulang ke rumah masing masing dari pada harus membantu orang yang tidak tahu diri," ajak Nori pada yang lain.


"Hai, hai tunggu ibu ibu, jangan pada pergi, jika kalian semua pergi nanti tinggal aku dan ibu Mala saja, nanti malah jadi fitnah lagi ibu ibu, tolong ada beberapa dari kalian yang temenin aku di sini," pinta pak RT.


"Ya benar itu ibu ibu perkataan pak RT, sebaiknya ada beberapa yang menemani pak RT di sini," ujar Hindun.


"Baiklah pak, saya dan Ita yang akan menemani bapak di rumah orang sok kaya itu," ucap Ati.


Ati mau tidak mau menemani pak RT karena dirinya tidak mau pak RT idola nya itu terkena masalah karena dirinya berdua dengan Mala saja. Ita pun demikian dengan. terpaksa dirinya bersedia menemani Ati tetangganya itu yang diam diam mengidolakan pak RT yang seorang duda itu. Mala yang perduli hanya bisa menangis dan mengumpat tak jelas.

__ADS_1


__ADS_2