
Nur yang merasa tenang berada di rumah mami Jenny harus terganggu dengan kedatangan Mala. Mala yang tak malu itu datang dengan maksud untuk meminta hasil kerja Nur. Para penjaga sudah tahu siapa Mala sehingga membiarkan dirinya keluar masuk rumah Jenny dengan bebas.
"Hai Joe ganteng, mami Jenny ada tidak?" tanya Mala genit.
"Ikh apaan sih cewek ini, bikin kesal saja, kenapa pula dia genit gitu dengan ku, ikh jijik banget sih," gumam Joe kesal
"Hai Joe yang ganteng, kok diam saja sih, mami Jenny ada tidak di dalam?" tanya Mala lagi.
"Eh ada, mami ada di dalam," jawab Joe ogah ogahan.
"Ok, Joe sayang, aku masuk dulu ya, nanti kita ngobrol lagi," ujar Mala tak malu
"Hah, apa?, dikiranya dia siapa kali ya, seenaknya saja panggil aku sayang," gerutu Joe
"Ada apa Joe?" tanya Sam melihat tampang Joe yang tak enak di pandang itu.
"Itu si stress Mala seenaknya saja panggil panggil sayang," gerutu Joe kesal.
"Ya sudah sih, kau embat saja perempuan itu Joe, mungkin dia memang suka mati dengan mu," ledek Sam
"Ikh ogah aku sama perempuan jelek itu, kita kan sudah jadi milik mami Jenny, mana pelanggan ku juga sudah banyak,"
"Hahaha, ya kalau kau memang mau dengan si Mala itu, kau embat saja, mungkin uang dia banyak," ujar Sam
"Akh ogah, kau saja Sam, dia pasti suka juga dengan mu,"
"Maaf ya mas bro, perempuan seperti Mala itu mah bukan tipe ku," tolak Sam mentah mentah.
"Mau apa ya si stress itu kesini lagi, apa tidak capek cepek nya dia bolak balik kesini terus, aku saja empet lihat dia terus,"
"Wih jangan terlalu benci deh Joe, nanti bisa bisa kau jatuh cinta pada perempuan itu, dari benci menjadi sayang, hahaha, Joe, Joe,"
"Oh ya ya, lupa aku, amit amit deh, jangan sampai Sam, hahaha,"
"Tapi memang ada benar juga ucapan mu itu Joe, perempuan itu mau apa lagi sama mami Jenny ya?, kasihan mami Jenny di kejar kejar sama dia,"
__ADS_1
"Apa menurutmu sebaiknya jika dia datang lagi besok, kita tidak usah memberi dia ijin buat masuk ya," ujar Joe memberi ide.
"Boleh juga Joe, tapi sebaiknya kita tanya dulu sama mami Jenny," usul Sam.
"Oke, aku akan tanya pada mami Jenny saat perempuan stress itu pulang nanti,"
Mala berjalan memasuki rumah Jenny dengan angkuh. Mala merasa rumah Jenny, rumah nya juga. Jenny yang sudah jengah dengan tingkah Mala merasa kesal dan geram sekali.
"Hai Mala, mau apa lagi kau kesini?" tanya Jenny ketus.
"Akh mami kok begitu sih nanya nya, ya sudah pasti aku kesini untuk meminta hasil kerja Nur lah, aku yakin dia sudah melayani banyak tamu," ucap Mala tak tahu diri itu.
"Hai Mala, kau itu ya bisa nya meras si Delima saja, apa kau tak malu kau merampas hak nya Delima?" tanya Jenny ketus
"Buat apa aku malu, wong memang sudah kewajiban anak setan itu untuk memberi ku nafkah, enak saja dia hidup enak sedangkan aku di kontrakan hidup susah," ujar Mala.
"Hah, anak setan?, apa kau tak salah memberi julukan ke Delima seperti itu, dia itu anak baik, yang setan itu kau Mala,"
"Dari mana kau tahu jika si Nur itu anak baik, nih ya aku bilangin gara gara kesialan dia, orang tuanya mati kecelakaan lalu suami ku paman nya dia juga mati, apa dia bukan pembawa sial, anak setan,"
"Ya itu nama nya takdir, jangan salahkan Nur dunk atas peristiwa meninggalnya mereka semua, kau itu ya, nih ya Mal, aku kasih tahu ya, semenjak ada Nur disini, usaha ku itu maju pesat, tidak ada tuh yang nama nya kesialan," ucap Jenny
"Dia sedang istirahat, tolong jangan ganggu dia,"
"Loh kok begitu, aku kan bibi nya, aku mau ketemu dengan nya," paksa Mala.
"Hai Mala, kau itu tahu sopan santun tidak sih, ingat ini rumah ku ya bukan rumah mu, jaga kesopanan mu itu," bentak Jenny.
"Huft, ya kau nya saja yang jadi tuan rumah tidak becus, bukannya menyilakan aku menemui keponakan ku, tapi kau malah melarang ku menemui nya,"
"Kau ini ya, memang susah di bilanginnya, baiklah jika kau mau aku berbuat kasar pada mu, kesabaran ku sudah benar benar habis," ujar Jenny dingin
"Lalu mau kau apa?" tantang Mala.
"Joe, coba kau bawa 2 orang teman mu kesini," ucap Jenny di handphone nya.
__ADS_1
"Hai Jenny, kau mau apa manggil Joe kesini?" tanya Mala penasaran
"Kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada mu," seru Jenny kesal
Joe dan 2 orang rekannya itu menemui Jenny yang sudah terlihat kesal itu. Joe sudah dapat membaca jika Boss nya itu sangat kesal pada Mala. Hati nya bersorak senang akhirnya Mala akan di usir dari rumah emas ini, karena ini harapan Joe juga
"Ya boss, kami menghadap," ucap Joe
"Hai kalian usir perempuan gila ini, seret dia keluar, jangan kalian ijinkan dia masuk ke dalam lagi, aku muak dengan nya," perintah Jenny
"Hai Jen, kurang ajar kau ya, berani berani nya kau mengusir ku," teriak Mala marah
"Hai Mala, aku bahkan bisa melakukan yang lebih dari ini, aku bisa saja membunuh mu dengan tangan ku sendiri," ucap Jenny sinis.
"Dasar kau iblis Jenny, kau germo, lepaskan aku," teriak Mala saat tangannya di tarik paksa oleh Joe dan 2 rekannya itu.
"Ayo ikut, ayo ikut kami," teriak Joe
"Lepas, lepas bajingan, kalian sudah berani memegang ku, sialan kalian ya," teriak Mala.
"Sudah tendang dia dari sini, cepat usir wanita ini dari rumah ku," teriak Jenny kesal.
"Sialan kau ya, dasar germo jelek, germo tak berperasaan," caci Mala.
"Hahaha, terserah kau saja orang gila, teriak lah sesuka mu karena aku tidak akan terpengaruh pada mu, hahaha,"
"Sialan kau ya, hai Nur keluar kau, ini bibi mu datang," teriak Mala kencang.
Nur yang sedang beristirahat di dalam kamar mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Dirinya berniat untuk keluar kamar dan melihat siapa orang itu. Tetapi saat dirinya ingin keluar, tiba tiba temannya Bunga masuk ke kamar nya.
"Eh kak bunga, mau apa kak kesini?" tanya Nur heran
"Tidak, tidak ada apa apa, mau ngobrol saja, apa kau keberatan dan tidak suka melihat aku masuk ke kamar mu?" tanya Bunga sedih.
"Bukan begitu kak, aku tadi nya ingin melihat siapa yang teriak teriak itu kok seperti nya familiar dengan telinga ku ini, kak,"
__ADS_1
"Oh yang di luar itu, orang gila, dia tadi ngamuk ngamuk begitu, sudah kau disini saja bersama ku," ajak Bunga
"Siapa ya orang gila itu, kenapa seperti nya dia teriak teriak manggil nama ku ya,"