Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 34


__ADS_3

"Ayo cepat kalian semua bersih bersih lalu dandan yang cantik yang wangi," perintah Jenny saat melihat anak asuh nya sudah kembali


"Eh ya mih," jawab mereka kompak.


"Ada apa ya, kok mami menyuruh kita siap siap biasanya hanya beberapa dari kita saja yang di suruh, tidak semua seperti ini," gumam Kenanga


"Mungkin ada tamu agung yang datang,"


"Aku dengar sih ada anaknya boss Mike datang,"


"Apa anak boss Mike, kalau begitu aku harus dandan yang paling cantik agar aku di pilih oleh anak boss itu," gumam Kenanga dalam hati.


Jenny terlihat gelisah dan kuatir. Diri nya begitu takut seandainya Delima tidak dapat ditemukan oleh anak buah nya. Bisa bisa usaha nya di hancurkan dengan mudah oleh James.


"Hai Jenny, cepat kesini," panggil James


"Ya ampun ada apa ya, bukannya tadi aku sudah menyuguhkan hiburan untuk James," gumam Jenny


Wajah Jenny benar benar tidak bisa di gambarkan lagi dengan kata kata. Dirinya berusaha ramah dan tersenyum tetapi tidak bisa. James yang melihat kegelisahan Jenny itu tidak perduli pada nya.


"Mana anak itu, kenapa lama sekali, kau tau aku paling tidak suka menunggu,"


"Maaf boss, maaf, anak itu belum dapat di temukan boss," ucap Jenny takut.


"Tolol kau itu Jenn, mana photo anak itu, biar aku yang urus, dasar kau tak becus,"


Jenny buru buru mengirimkan photo Delima ke James. James melihat photo itu tidak berkedip. James baru melihat seseorang yang sangat cantik sekali.


"Ya ampun cantik dan menarik sekali, sangat berbeda dengan perempuan lainnya, pantas saja papa begitu ingin memiliki gadis ini," gumam James dalam hati.


James meminta Dion untuk mencari keberadaan Delima dimana pun berada. Dion bergegas menjalankan perintah boss nya itu meskipun dirinya baru saja sampai di Indonesia tetapi dirinya pun memiliki channel orang orang yang berpengaruh di bidangnya. Jenny memanggil anak asuh nya itu.


Mereka di minta untuk berbaris di depan James. Banyak di antara mereka yang sudah tahu siapa James hanya dapat berdoa dalam hati agar dirinya tidak di pilih oleh James. James berjalan dan memperhatikan satu persatu wanita mami Jenny sambil tersenyum sinis.


"Apa ini semua anak asuh mu Jen?" tanya James sinis.


"Ya boss, ini semua anak asuh ku," jawab Jenny.


"Aku tak berselera dengan mereka semua, mereka jelek semua,"


"Apa jelek semua?, apa mata James buta apa ya?" batin Jenny kaget dan tak suka mendengar ucapan Jujur James.

__ADS_1


"Bagaimana dengan gadis ku yang ini boss, aku jamin dia dapat memuaskan kau boss," Jenny menawarkan Kenangan pada James.


"Dia," ucap James sambil memegang dagu Jenny kuat dan memandangnya tajam.


"Gila anak boss Mike, benar benar tampan dan gagah," puji Kenanga dalam hati.


"Baiklah, bawa dia ke kamar ku," perintah James.


"Baik Boss, aku akan menyiapkan wanita ini hanya untuk mu boss," ucap Jenny


"Akhirnya aku yang di pilih oleh Boss James, akan ku buat boss James puas dengan ku," gumam Kenanga dalam hati.


"Rasakan kau Kenanga, ini semua hukuman untuk mu yang sudah berani berani nya membawa kabur Delima," gumam Jenny sinis


Jenny meminta anak buah nya yang lain menyiapkan Kenanga. Kenanga merasa heran karena di dalam kamar nya itu terdapat benda benda yang tak lazim. Ada cambukan dan ada tali pinggang


"Ikat dia, kalian tahu kan maksud ku?" tanya Jenny pada anak buahnya yang bertugas saat ini


"Ya mih, kami tahu," jawab mereka kompak.


"Loh, loh mih, kok saya di ikat mih, lepas mih, tolong lepas," Kenanga berontak.


"Apa maksud mami, hai lepas, lepas," Kenanga semakin memberontak


"Hai Kenanga, sebaiknya kau bersikap manis dan tidak berontak begitu, aku yakin jika kau dengarkan nasehat mami dan ku, kau akan selamat," bisik Rose.


"Kenapa?" tanya Kenanga.


"Sudah cantik cantik, ayo kita pergi dari sini," ajak Jenny


"Oh ya Kenanga, anggap saja ini hukuman dari ku karena kau sudah berani melawan dan membawa kabur Delima ku, jika kau dapat selamat malam ini, akan ku maafkan semua kesalahan mu itu," ucap Jenny sebelum meninggalkan Kenanga.


"Tidak mih, aku tidak berani berbuat seperti itu mih, tolong mih," tangis Kenanga.


Jenny tidak memperdulikan tangisan dan teriakan Kenanga. Yang lainnya bingung kenapa Jenny berbicara seperti itu pada Kenanga. Mereka belum tahu jika Delima hilang karena Kenanga.


"Ada apa ya, kenapa mami bicara seperti itu pada Kenanga?" bisik Cantika


"Mungkin Kenanga sudah berbuat salah pada mami, sepengetahuan ku mami tidak pernah menghukum seseorang yang tidak bersalah," bisik Rose


"Apa jangan jangan memang Kenanga, orang yang membuat Delima menghilang?" tanya Cantik

__ADS_1


Jenny meminta Rose untuk memberitahu James tentang Kenanga yang sudah siap di kamar. Sebenarnya James tidak terlalu tertarik pada Kenanga. Tetapi dirinya harus melampiaskan kekesalan nya saat ini karena harus menghabiskan waktu hanya untuk menunggu Delima.


"Ingat Jen, sebenarnya aku tidak tertarik pada anak asuh mu ini, tetapi aku butuh hiburan," ucap James sebelum meninggalkan Jenny.


"Ya boss, silahkan, silahkan boss lakukan apa pun pada anak itu," bisik Jenny.


Cantika dan Melati melotot tak percaya mendengar ucapan Jenny pada James. Jenny memanggil mereka berdua kedalam kamar nya. Jenny menghela nafas agar dapat santai sejenak.


"Mih, apa ada masalah besar?" tanya Cantik hati hati.


"Ya benar benar masalah besar, kau tahu kenapa James datang kesini?" tanya Jenny


"Tidak mih, kami tidak tahu,"


"Bodoh, James ingin menemui Delima, sedangkan Delima hilang, Kalian tahu jika anak itu tidak dapat di temukan saat ini juga, habis kita, habis," teriak Jenny putus asa


"Tapi mih, bukannya yang lainnya sudah menemukan siapa yang membawa Delima?" tanya Melati.


"Kau tahu dari mana?" tanya Jenny


"Maaf mih, saya mendengar pembicaraan mami dan Sam saat saya pulang tadi,"


"Ya, kita memang sudah tahu siapa yang membawa Delima, tetapi kita belum tahu di bawa kemana dia," ucap Jenny


"Memang Kenanga kurang ajar, jika saja dia tidak mengajak Delima keluar mungkin aku tidak pusing seperti ini," teriak Jenny lagi.


"Kenanga?" gumam Cantika yang belum tahu apa apa itu


"Aku pinta pada kalian berdua, bilang pada yang lainnya, jika kalian semua mendengar suara teriakan pilu Kenanga, kalian semua tidak perlu menggubrisnya karena itu hukuman untuk nya," perintah Jenny


"Baik mih,"


"Bagus, sana pergi, Melati ceritakan pada ya g lainnya apa yang terjadi dan kenapa aku menawarkan Kenanga pada boss James, ini masih hukuman yang paling ringan yang aku berikan pada nya," ucap Jenny


Melati menelan ludah nya dengan susah. Dirinya sungguh beruntung karena dirinya pun sempat ingin membuat celaka Delima. Tetapi hati kecilnya melarang dirinya untuk berbuat itu.


"Mih, mami, itu mih, dia sudah datang mih," teriak Via gesa gesa


"Siapa yang sudah datang?" tanya Jenny


"Aku yang datang mih," ucap seseorang dari balik pintu

__ADS_1


__ADS_2