Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 29


__ADS_3

Di tempat Mike, anak tunggal nya yang sedang berhadapan dengan sang pengacara keluarga terlihat sangat serius. Sang pengacara sedang berbicara pada James yang baru saja datang dari Amerika. James terlihat sangat serius saat mendengar apa yang di bicara kan oleh pengacara itu.


Pengacara itu adalah orang yang paling di percaya oleh Mike saat dirinya masih ada. James yang sangat hormat pada sang papa menjadi makin tunduk pada amanah yang di tinggalkan nya itu. James tidak sempat untuk bertemu dengan papa nya di saat terakhir nya itu.


"Kau harus tahu James, jika papa kau begitu sayang pada mu, dirinya berusaha membuat kau mempunyai kehidupan yang lebih dari cukup, setiap hari dirinya selalu bekerja siang malam tanpa memperdulikan kesehatan nya sendiri,"


"Ya Om, aku tahu itu, tetapi siapa yang sudah tega membuat papa ku kecelakaan dan mati seperti ini?" tanya James.


"Om tidak tahu James, papa mu tidak perna berbicara apa pun pada ku, dirinya terlihat baik baik saja baik dengan hubungan dengan rekan bisnis nya atau kesehatan nya," ucap Om Billy itu.


"Baiklah, apa ada sesuatu yang papa ku sampaikan pada mu saat dirinya meninggal?" tanya James.


"Ya ada, ada beberapa amanah dari papa mu, apa kau mau melakukan apa yang di wasiat kan pada mu itu?" tanya Billy.


"Baik lah, aku coba om,"


"Papa mu meminta mu untuk tinggal di sini saja, kau tidak perlu ke Amerika lagi, yang kedua papa mu meminta mu menjalankan bisnis keluarga yang sudah dirintisnya, kau akan di ajarkan oleh Zio," ucap Billy


"Baiklah, aku akan melakukan apa yang di minta oleh papa," ucap James


"Ada satu lagi yang di minta oleh papa mu itu," ucap Billy


"Apa itu jika aku boleh tahu?" tanya James


"Ehmm, sebelum aku bacakan apa yang diminta oleh Mike, kau harus janji akan melakukan semua permintaan nya itu," pinta Billy.


"Baiklah, kau bisa bacakan apa pesan papa ku itu,"


"Yang ketiga papa mu meminta untuk menemui dan menjemput seorang gadis yang berada di rumah emas, dia berharap kau menjaga nya seperti seorang ibu karena papa mu yang sudah mengambil keperawanan gadis itu, dan papa mu pun berjanji akan membuat nya bahagia,"


"Apa?, aku harus menemui dan menjemput seorang pelacur, tidak tidak aku tidak mau," tolak James.

__ADS_1


"Tapi James, bukannya kau sudah berjanji pada ku,"


"Ya om aku sudah berjanji tapi aku tidak harus menuruti kemauan papa yang ini, maaf," tolak James.


"Baiklah James jika kau menolaknya, karena di sini juga ada catatan dari papa mu itu,"


"Hah, apa itu?" tanya James kaget.


"Jika kau menolak permintaan papa mu ini, maka diri mu tidak akan mendapatkan seperak pun harta dari papa mu, semua harta papa mu akan jatuh ke tangan gadis itu,"


"Apa, keterlaluan sekali papa ini, ini nama nya pemaksaan," seru James kesal.


"Lalu bagaimana James?" tanya Billy


"Siapa gadis itu, kenapa dia lebih penting dari ku, anak nya sendiri," tanya James penasaran.


James yang sangat terkenal sebagai seorang lelaki yang sangat kejam dan seorang playboy itu menjadi penasaran dengan gadis yang di maksud oleh papa nya itu. Dirinya penasaran ingin segera bertemu dengan Nur, gadis yang membuat sang papa begitu terpesona.


"Baik om, aku akan waspada dan tidak akan mudah percaya dengan orang lain," ucap James.


"Bagus, kau harus waspada bukan dengan orang lain saja, sebaiknya kau waspada dengan sepupu mu dan om juga, bisa saja om menikam mu dari belakang," ucap Billy santai.


"Ya ampun om, aku yakin om tidak akan berbuat seperti itu karena om itu sahabat papa dan sudah di anggap papa seperti adiknya sendiri, mana mungkin om berkhianat pada nya,", ucap James percaya diri.


"Maaf nak, kita tidak tahu hati orang lain, kau tidak akan tahu apa isi hati ku, mungkin saja om terlihat baik ternyata om orang yang akan menjatuhkan keluarga mu," ucap Billy mencoba mengingatkan James.


"Tidak Om, aku tidak percaya, sudah lah aku ke makam papa dulu," pamit James.


"Hati hati nak," pesan Billy.


"Oh ya satu lagi, papa mu meminta mu menjaga gadis itu dengan nyawa mu, jika dia tidak bahagia maka semua warisan mu akan jatuh ke tangan nya,"

__ADS_1


"Hmm, jika ternyata nasib berkata lain?"


"Apa maksud mu, dia meninggal begitu?" tanya Billy yang di jawab dengan anggukan James.


"Jika dia meninggal sebelum usia nya 20 tahun, maka semua harta papa mu akan diserahkan pada yayasan yatim piatu, tetapi jika dia meninggal saat usia 21 tahun maka warisan papa mu akan jatuh ke kalian berdua, dia 50 persen dan kau 50 persen,"


"Hah, kok bisa seperti itu sih om, ya sudah lah aku pergi dulu, nanti aku pikirkan masalah ini," pamit James


"Ya sudah hati hati lah, mungkin di luar sana banyak yang menginginkan kau meninggal juga,"


James mengangguk pelan kepada Billy. Dirinya sama sekali tidak ada pikiran buruk pada Billy maupun yang lainnya. James yang sudah sangat lama berpisah dengan papa nya itu menjadi sangat kehilangan sekali.


James yang dari dulu di didik untuk hidup mandiri, keras dan tangguh itu. Menjadi sosok yang arogan dan tidak takut pada orang lain. James tidak perduli akan saran dan masukan orang lain, yang dia tahu semua orang harus patuh pada nya, apa pun itu.


"Pah, kenapa sih kau cepat sekali pergi, belum juga aku buktikan pada mu jika aku mampu mempunyai perusahaan di Amerika," gumam James di depan kuburan Mike.


"Kau tahu pah, betapa hati ku begitu membenci mu karena kau sudah tega memisahkan ku dengan mama ku, kau membuat ku menjadi lelaki yang kuat, belum juga aku berbicara dari hati ke hati dengan mu, kau sudah pergi jauh,"


"Kau tahu pah, isi pesan mu yang meminta ku untuk menjemput simpanan mu itu, aku merasa jijik pada mu, kenapa kau harus memakai jasa pelacur pah, aku yakin wanita itu hanya seorang pelacur cilik, yang hanya ingin melorotkan kekayaan mu saja,"


"Baiklah kau baik baik di sini, aku harap kau tidak macam macam di sana, ingat kau bukan lagi Boss besar, aku minta kau pun menjauhi neraka karena aku tak mau kau terbakar di api neraka,"


James tidak sadar jika dirinya diperhatikan oleh seseorang yang berada di belakang nya. orang itu terlihat begitu benci pada James. Tanpa berkedip orang itu memperhatikan James dengan tatapan benci.


Tiba tiba ada seorang anak kecil yang menghampiri James. Anak itu memberikan secarik kertas dari seseorang yang menyuruhnya. James terlihat kaget dan bingung sehingga membuat dirinya menengok ke sekitar untuk memastikan apa kah ada seseorang yang mengikuti nya dari tadi.


Perlahan James membuka kertas itu dan membaca nya. Kertas yang bertuliskan dengan tinta darah itu berbunyi. "Tunggu giliran mu akan tiba".


"Siapa orang ini, kenapa dia seperti ini? " tanya James


Perlahan tapi pasti dirinya menatap sekitar kuburan, tetapi tidak ada satu pun di areal pemakaman ini yang mencurigakan. James berlalu pergi meninggalkan pemakaman itu. James ingin mendesak anak kecil itu untuk memberitahu nya siapa yang sudah menyuruhnya untuk mengantarkan kertas itu pada nya, tetapi anak itu langsung pergi menjauh dari James.

__ADS_1


"Kau tunggu saja sayang, akan ku buat kau lebih menderita dari si tua Bangka itu,"


__ADS_2