Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 18


__ADS_3

"Sebaiknya aku mengabulkan permintaan boss Mike untuk membawa Delima ke kediaman nya untuk dijadikan sugar baby nya, daripada disini, aku selalu di teror sama nenek lampir itu," gumam Jenny.


"Baiklah aku coba telpon boss Mike dulu," ujar Jenny lagi.


Jenny mengambil handphone nya untuk menghubungi Mike. Setelah sekian lama ternyata panggilan telepon tidak ada yang menjawab. Jenny merasa aneh karena tidak biasanya boss Mike seperti itu.


"Loh kok tidak ada yang jawab, boss Mike kemana tidak biasa nya?" gumam Jenny heran.


Dicky salah satu informan nya yang selalu berada di luar daerah kekuasaan Jenny tiba tiba datang dengan tergesa gesa. Jenny melihat aneh pada nya, tidak biasanya Dicky datang ke rumahnya. Biasanya Dicky hanya menghubunginya lewat telpon saja.


"Mih, mami," panggil nya panik.


"Hai Dicky, ada apa, kenapa kau seperti panik begitu?" tanya Jenny penasaran


"Gawat mih, gawat,"


"Hai, hai stop gawat kenapa, tumben sekali kau kesini, apa ada hal yang sangat penting?" tanya Jenny lagi


"Ya ampun mih, ini sangat gawat mih," ujar Dicky.


"Baiklah sayang, coba kau tarik nafas lalu kau hembuskan pelan pelan," pinta Jenny.


"hosh, huft," Dicky melakukan apa yang di minta oleh boss nya itu


"Apa kau sudah tenang?" tanya Jenny yang di sambut oleh anggukan kepala Dicky


"Bagus, sekarang coba cerita, ada apa?" tanya Jenny lagi


"Itu boss, boss Mike mati boss," ujar Dicky


"Hah, boss Mike mati, kapan kok bisa?" tanya Jenny kaget


"Tadi pagi boss, kata nya sih karena serangan jantung," jawab Dicky

__ADS_1


"Pantas saja aku telpon tidak ada yang mengangkat ternyata boss Mike mati, lalu siapa yang menggantikannya?" tanya Jenny penasaran.


"Saya dengar sih anak boss Mike yang sedang berada di Amerika, boss," jawab Dicky


"Hah, apa maksud mu si James?" tanya Jenny kaget lagi


"Ya ampun, gawat ini, gawat, bukannya dia terkenal dengan kekejamannya," gumam Jenny takut.


Jenny termenung sedih karena keinginan nya untuk menjadikan Delima sebagai sugar baby boss Mike kini pupus sudah. Dirinya sudah dapat membayangkan jika hidup Delima akan bahagia dan tercukupi setiap hari. Jika Delima masih disini maka hidupnya hanya akan menjadi kupu kupu malam saja.


Jenny menemui Delima yang sedang berada di kamar bersama Bunga. Jenny melihat binar binar kebahagiaan pada mata Delima. Sejak awal Jenny bertemu dengan Delima baru saat ini dirinya melihat Delima bahagia seperti ini.


"Ya tuhan, anak ini sangat berbeda dengan yang lainnya, dia begitu bebas dan bahagia, sangat beda sekali dengan saat dirinya datang kesini pertama kali," gumam Jenny.


Bunga dan Delima yang baru sadar jika ada Jenny di kamar mereka menjadi kikuk di buatnya. Bunga sangat tahu Jenny bagaimana, dia seorang mami yang tidak suka melihat anak buahnya saling mengobrol satu sama yang lain, entah bunga juga tidak tahu apa alasannya. Bunga melihat Jenny tersenyum ramah pada mereka sangat beda dengan apa yang bisa nya mami jenny lakukan, Bunga sampai terbengong di buatnya.


"Loh ada Mami toh, maaf mi, kami tidak tahu jika mami masuk kekamar ku," ucap Nur alias Delima.


"Tidak apa apa sayang, kalian sedang apa?" tanya Jenny ramah


"Oh ini mah, kak Bunga tadi ngajak aku merajut syal ini," jawab Nur saat melihat Bunga hanya diam saja.


Nur memperlihatkan hasil rajutannya pada Jenny. Jenny pun mengambil hasil rajutan Nur yang belum selesai. Dirinya merasa bangga pada kedua anak buahnya itu.


"Maaf mih, tadi saya lancang masuk ke kamar Delima tanpa ijin mami karena saat saya melihat Delima ingin keluar kamar untuk melihat orang gila yang teriak teriak tadi, maka saya berinisiatif mengajaknya membuat ini mi," ujar Bunga takut.


"Oh begitu, tidak apa apa, aku suka hasil kerja mu dan inisiatif mu ini," puji Jenny pada Bunga.


"Terima kasih mih," ujar Bunga senang.


"Mih, apa kak bunga boleh sering main ke kamar ku mi?" tanya Nur.


"Buat apa, bunga juga masih banyak tugas kok," tolak Jenny.

__ADS_1


"Ya ampun mih, ya untuk mengajari ku buat syal ini, ini kan belum jadi," ucap Nur.


"Baiklah, Bunga, ku ijinkan kau untuk main bersama Delima, tapi ingat kalian hanya boleh membuat syal, jangan melakukan yang lainnya," pesan Jenny.


"Terima kasih mih, kami akan membuat syal saja sambil mengobrol, aku senang ada teman bercerita," seru Nur senang.


Nur yang senang itu memeluk dan mencium Jenny layaknya seorang anak pada ibu nya. Jenny terpana mendapatkan perlakuan hangat dari Nur yang spontan itu. Bunga yang melihat nya pun tidak percaya Delima alias Nur itu dapat memeluk dan mencium Mami Jenny.


"Ya ampun Delima, mampus dah, mami Jenny bisa marah nanti," gumamnya takut.


"Mih, mami kenapa, apa mami marah ya aku peluk dan cium, maaf ya mih, aku hanya merasa mami sebagai pengganti mama ku yang sudah meninggal," ujar Nur


"Ya tidak apa apa sayang, kau boleh kok menganggap aku sebagai pengganti mama mu yang sudah tidak ada itu,"


"Wah terima kasih mih, terima kasih," ucap Nur senang


"Terima kasih tuhan, akhirnya aku bisa merasakan kehangatan seorang mama lagi," ucap Nur senang.


"Ya tuhan betapa senang nya anak ini, apa kah dulu kehidupan nya begitu tersiksa saat dirinya tinggal bersama nenek lampir itu," gumam Jenny dalam hati.


"Oh ya mih, apa bibi Mala belum datang kesini ya mih?" tanya Nur


"Kenapa kau tanya itu nak, bukannya bibi Mala mu itu orang yang sudah jahat pada mu?" Jenny balik tanya.


"Itu karena hanya bibi Mala yang aku punya saat ini mih tentunya selain mami," jawab Nur.


"Tapi apa kau tidak marah pada bibi mu itu yang sudah menyiksa mu setiap hari nak?" tanya Jenny lagi.


"Tidak mih, aku tahu bibi Mala sebenarnya sangat sayang pada ku, bibi Mala berbuat seperti itu karena dia cemburu pada ku mih," ucap Nur lagi


"Ya Tuhan nak, bibi mu itu tidak sayang atau cemburu pada mu, sebenarnya dia itu ingin membunuh mu untuk menguasai harta warisan mu nak," gumam Jenny dalam hati


Jenny tahu semua nya dari mulut Mala sendiri. Bagaimana dirinya menyusun rencana untuk setiap saat menyiksa Nur bahkan dirinya pun dengan tega menyiksa suami nya sendiri sampai menghembuskan nafas terakhirnya. Tetapi Nur masih berfikir positif atas perlakuan bibi nya itu.

__ADS_1


"Kau memang anak baik nak, semoga kelak kau bahagia,"


__ADS_2