
"Aduh sakit sekali kepala ku," gumam Mala sambil memegang kepalanya.
"Dimana ini?" tanya Mala sambil memperlihatkan sekeliling nya.
"Apa ini rumah sakit ya?" tanya nya lagi.
Mala berusaha bangun dari tidur nya. Kepala nya benar benar sakit sehingga untuk bangun pun Mala sangat kesusahan. Tak di duga Mala terjatuh saat dirinya mencoba bangun.
Brukk, bunyi tubuh Mala yang jatuh ke bawah tempat tidur. Di luar anak buah kunyuk tidak tahu jika Mala sudah bangun. Mereka asyik dengan kegiatan nya masing masing.
"Aduh sakit," rintih nya
Mala yang jatuh tengkurap sehingga membuat wajahnya mencium lantai dengan tepat dan keras. Mulut Mala mengeluarkan darah karena ada beberapa gigi nya yang patah saat terjatuh tadi.
"Maaf bapak bapak, saya ingin mengecek pasien dulu, saya ijin masuk dulu," ijin perawat itu.
Perawat itu masuk ke dalam kamar dengan membawa peralatan lengkap nya. Saat dirinya masuk, dirinya terkejut karena tidak mendapati sosok Mala di atas tempat tidur. Dirinya langsung keluar untuk bertanya pada anak buah Zio.
"Itu pasiennya kemana ya, kenapa tidak ada, apa bapak bapak melihat pasien keluar?" tanya nya panik
"Hah, tidak ada, bagaimana tidak ada, dari tadi kami di sini saja kok," jawab kunyuk.
"Tapi tidak ada pak,"
"Ayo coba kita cek perempuan itu, mana mungkin dia bisa pergi begitu saja, bisa gawat nih, boss bisa bisa marah besar,"
Mereka bertiga pun masuk kedalam kamar pasien. Mereka sangat penasaran kenapa Mala tidak ada di atas ranjang. Kunyuk yang melihat pun penasaran sehingga mereka bertiga mencari bersama sama.
"Mana perempuan itu, kenapa tidak ada, ayo cepat cari," kata Kunyuk panik.
"Ya Tuhan itu siapa?" tanya perawat saat melihat tubuh Mala yang tengkurap di bawah tempat tidur.
"Oh itu perempuan itu, sialan benar tuh orang kenapa dia malah asyik asyik tiduran di bawah situ, bikin kita panik aja," gumam Kunyuk.
"Pak, tolong saya pak, tolong angkatin pasien ini," pinta perawat itu.
"Tolong, tolong," rintih Mala.
"Huft bikin susah aja sih, kenapa kagak mati aja kau itu," gerutu Kunyuk.
__ADS_1
Perawat itu melihat kearah Kunyuk tidak suka. Dirinya sangat tidak suka mendengar ucapan Kunyuk. Sedangkan Mala masih merintih meminta tolong.
"Ya Tuhan, mulut ibu berdarah, ayo Bu, saya bantu naik keatas ranjang,"
"Tolong Sus, mulut saya sakit sus," rintih Mala.
"Hei, bisa diam dulu tidak sih, bisa nya merintih saja kau itu, diam dulu Napa, luka kaya gitu aja, lebay banget," bentak Kunyuk.
"Sudah Bu, jangan dengerin orang ini Bu, ayo Bu, saya bantu,"
"Ya Sus," ucap Mala sambil melirik tajam ke arah Kunyuk
"Awas kau ya, dasar manusia jelek, lihat saja kalau aku sudah sembuh, kau akan bertekuk lutut pada ku," gumam Mala dalam hati.
"Huft, berat amat sih, padahal kurus tapi berat banget, kau kebanyakan dosa ya maka nya berat begini, belum mati aja sudah berat apalagi sudah jadi mayat," ledek Kunyuk.
"Ya ampun pak, bapak kok bicara nya seperti itu, maaf pak, sebaiknya bapak keluar dulu deh, biar saya saja yang mengurus pasien ini, terima kasih atas bantuannya ya," usir perawat itu.
Kunyuk mau tak mau keluar dengan perasaan dongkol. Dirinya cepat cepat menghubungi Zio untuk mengabarkan keadaan Mala. Sedangkan Mala masih saja meringis seperti anak kecil, dirinya lupa saat Nur di siksa oleh nya dengan begitu kejam.
Mala tak ingat bagaimana keadaan Nur yang lebih parah dari nya. Tetapi Nur begitu tegar tanpa harus merintih kesakitan. Mala sudah seperti anak kecil yang manja.
"Sebenar ya Bu, saya obati dulu," kata perawat.
"Hallo boss, perempuan itu sudah sadar boss," ucap Kunyuk pada Zio
"OK, kau jaga jangan sampai perempuan busuk itu kabur, ingat jangan sampai lepas," ancam Zio.
"Hah, boss sampai ngancam seperti ini, memangnya perempuan itu sudah melakukan apa sih, boss kok sampai marah begini," tanya Kunyuk dalam hati.
Zio bergegas menuju rumah sakit tanpa memperdulikan hari ini dirinya ada rapat dengan James. Zio hanya berpesan pada sekretaris nya jika James datang bilang pada nya dirinya sedang ada perlu di luar. Zio sudah seperti orang penting saja yang tidak menghormati dan menghargai James sebagai pemilik perusahaan.
"Aku sebaiknya duduk di dalam ruangan saja, takutnya perempuan itu melakukan hal yang aneh aneh lagi, bisa gawat jika perempuan itu bikin aku celaka," gumam Kunyuk.
Kunyuk memutuskan untuk menunggu kedatangan Zio di dalam ruangan Mala. Mala yang sudah di obati oleh perawat merasa sangat bengkak di bibirnya. Kunyuk spontan menertawakan dirinya saat melihat bibir Mala yang dower.
"Hahaha, tuh mulut apa mulut, dower banget," tawa Kunyuk tak sopan
"Kau ya, awas saja kau," ujar Mala susah.
__ADS_1
"Mana perempuan itu?" tanya Zio tiba tiba yang masuk tanpa salam.
"Eh boss, itu boss," jawab Kunyuk.
"Bagus, ya sudah kau boleh pulang sana, eh jangan dulu, kau urus administrasi perempuan ini kita akan bawa pulang dia ke markas," perintah Zio.
"Eh di bawa ke markas boss?" Kunyuk spontan bertanya
Zio mendelik tak suka dengan pertanyaan Kunyuk itu. Kunyuk meringkus pelan mundur ke belakang dengan teratur. Dirinya takut menjadi sasaran kekesalan boss nya itu.
"Baik boss, saya urus administrasi nya dulu," pamit Kunyuk dengan diiringi tatapan kesal pada Zio.
"Ya ampun boss ini bagaimana sih, nyuruh ngurus administrasi perempuan itu tapi dia tidak kasih uang sepeser pun, alamat aku akan keluar uang banyak tanpa di ganti rugi sama boss dah, rugi bandar dah," gerutu nya sepanjang koridor rumah sakit.
"Hei bangun perempuan busuk," bentak Zio pada Mala yang masih tertidur.
"Hei bangun, bangun," ucap Zio sambil mengguncangkan badan Mala kasar.
"Siapa?" tanya Mala saat dirinya kaget
Perlahan Mala membuka mata nya untuk melihat siapa orang yang sudah berani menggoyangkan badannya dengan kasar. Mala sontak melihat penampakan Zio yang sudah melipat kedua tangan di dadanya. Mala langsung terpesona dengan penampilan Zio yang tampan dan berwibawa tanpa memperdulikan Zio yang bersikap galak.
"Siapa lelaki ini, tampan banget sih dia, ya ampun kok ada ya lelaki setampan dia," gumam Mala dalam hati.
"Sudah bangun kau, ayo cepat bangun, enak saja kau bersantai santai di rumah sakit," kata Zio sinis
"Saya masih sakit, lihat ini," ucap Mala sambil menunjuk kan tangan dan mulutnya yang luka.
"Itu masalah mu, ayo cepat bangun enak saja kau pikir rumah sakit ini tidak butuh biaya apa, kau itu masih ada hutang pada ku,"
"Hah hutang apa?" tanya Mala yang tak ingat jika dirinya ada hutang.
"Kau sudah membuat mobil mahal ku lecet dan rusak, kau harus ganti rugi," jawab Zio.
"Loh kok aku yang harus ganti rugi sedangkan aku tidak melakukan apa apa, bukannya kau yang menabrak ku kuat, kau lah yang seharusnya ganti rugi," ujar Mala tak terima.
"Aku tidak mau tahu, ayo cepat kau ikut aku jika kau masih sayang nyawa mu, kau harus ingat perempuan busuk, aku dapat dengan mudah membunuh mu tanpa harus di ketahui oleh orang lain," ancam Zio.
"Hah, anda mengancam saya, kurang ajar, kau tidak tahu siapa aku, aku Komala, tidak perna takut dengan siapa pun,"
__ADS_1
"Kau tak usah banyak omong, aku tidak suka dengan orang yang cerewet banyak kau," ujar Zio sambil memegang kedua pipi Mala kuat.
Apa rencana Zio membawa Mala ke markas nya, untuk apa Zio melakukan itu semua?