
"Bang, ayo cepat kau ke rumah mami Jenny sana, pura pura kau mau booking tuh anak, habis itu kau culik dia," perintah Mala.
"Mami Jenny pemilik rumah emas apa maksud mu?" tanya Toni tiba tiba
"Ya bang, kan aku sudah bilang malam kemarin tuh, apa kau tidak dengar?"
"Gila, mami Jenny kan penguasa wilayah sini, bisa mati konyol aku jika berani mengganggu anak didiknya," gumam Toni dalam hati
"Bagaimana bang Toni sayang, kau mau kan nolongin aku bang?" tanya Mala dengan manja
"Eh bagaimana ya, bukan nya aku tidak mau menolong mu tapi masalah nya ini berurusan dengan Mami Jenny, dia terkenal sangat kejam," gumam Toni takut
"Akh kau itu pengecut bang, mami Jenny itu tidak ada apa apa nya bang, ini buktinya kalau mami Jenny berhadapan dengan ku, dia kalah bang, bisa nya menyuruh anak buahnya untuk mengusir ku keluar," ucap Mala sombong.
"Mungkin dia tidak mau menyakiti mu karena Nur, bukan karena dia takut pada mu," ujar Toni pakai logika
"Akh kau itu tidak percaya pada ku ya bang, Nur itu hanya pelacur cilik bang, mana ada mami jenny mengistimewakan si anak setan itu,"
"Ya sudah kalau kau tidak percaya, karena kau belum kenal siapa mami Jenny," ujar Toni ngeri
Toni yang sudah kemana mana itu sempat mendengar sepak terjang mami Jenny. Dirinya sempat mendengar jika anak buah mami Jenny perna membunuh salah satu anak buahnya yang berani membawa kabur anak didiknya. Kedua pasang kekasih yang sedang kasmaran itu dengan kejam di siksa dan di bunuh oleh mami Jenny setelah anak buahnya mencari ke segala tempat.
"Eh maaf Mal, seperti nya aku tidak bisa ikut dalam rencana mu itu, aku masih sangat sayang dengan nyawa ku," tolak Toni
"Apa Ton, kau tak mau membantu ku, kau jahat Ton, kau tidak tahu betapa aku begitu menyayangi Nur, Nur sudah ku anggap anak ku sendiri malah di ambil oleh germo jahat itu," tangis Mala.
"Maaf Mal, aku tak bisa, lebih baik kau bayar saja penjahat profesional untuk menculik Nur dari rumah Emas itu," saran Toni
"Ehm, mencari penjahat yang mau menculik Nur dimana Ton, aku tidak tahu dimana aku mencari nya?" tanya Mala setelah amarahnya reda
__ADS_1
"Nanti aku coba hubungi Dodi teman ku yang pernah di tahan karena pencurian itu, mungkin dia punya kenalan yang seperti kau cari,"
"Ya boleh, boleh, sekarang saja coba kau menelpon teman mu itu, aku sudah tidak sabar menunggu kabar nya, dan aku tidak mau si Nur berlama lama di rumah itu juga," seru Mala.
"Baik, baik, aku coba hubungin dia dulu, kau disini saja," pinta Toni
Toni pun bergegas menelpon temannya itu menanyakan apakah dirinya mempunyai kenalan seseorang yang dapat dibayar untuk melakukan penculikan. Mala melihat wajah Toni yang sangat serius saat dirinya menelpon. Mala berharap Toni dapat secepatnya mendapatkan nomor seseorang yang dapat di bayar oleh nya.
"Semoga saja temannya Toni mempunyai kenalan seseorang yang mau melakukan penculikan itu," gumam Mala
Toni berjalan kearah Mala yang sedang memperhatikan dirinya. Mala yang sudah tidak sabar menunggu kabar dari Toni itu pun berteriak teriak memanggil dirinya. Toni hanya dapat memasang wajah serius.
"Bagaimana bang, apa kata teman mu itu?" tanya Mala penasaran
"Ya ampun sabar napa, tunggu aku minum dulu," ucap Toni.
"Ya sudah kau minum dulu sana,"
"Memangnya berapa yang dia minta Ton?" tanya Mala.
"Hmm, kata nya sih sekitar 50 juta Mal," jawab Toni pelan
"Apa 50 juta, gila masa aku harus mengeluarkan uang segitu banyak hanya demi membawa kabur anak setan itu sih," gerutu Mala.
"Semua ini wajar karena dia kan menculik anak didik mami Jenny, akibat nya juga akan lebih besar lagi kalau ketahuan maka nyawa nya yang akan melayang Mal, jadi ya setimpal lah,"
"Ya kau benar Ton, tapi apa tidak bisa kurang begitu, kamu kan kenal dengan orang itu?" tanya Mala minta diskon
"Ya ampun Mal, kau ini malah minta diskon atau nawar begitu, apa tidak salah, ini loh bukan bisnis seperti di pasar, dan satu lagi aku tidak kenal sama orang yang akan menculik Nur nanti, aku hanya kenal sama teman ku yang kenal dengannya,"
__ADS_1
"Oh ya, lupa aku, aku kira yang akan menculik Nur itu teman mu itu yang kau ceritakan itu," ujar Mala
"Bukan lah, jadi bagaimana ini biar nanti aku hubungi teman ku itu, agar mereka kesini untuk berdiskusi dengan mu?" tanya Toni.
"Ok deh, kau telpon saja teman mu itu, suruh dia ajak temannya itu untuk bertemu dengan ku," jawab Mala santai.
"Lalu bagaimana dengan uangnya, apa kau punya uang 50 juta, masalahnya dia ini tipe orang yang tidak mau di bayar belakangan, dia mau di bayar di muka," ujar Toni.
"Hah kok begitu, dimana mana itu kerja dulu baru di bayar, ya tidak bisa lah Ton," tolak Mala.
"Bukan begitu Mal, dia itu masuk penjara karena membunuh orang yang menyuruhnya menculik istrinya sendiri, jadi kata nya sih, dia sudah selesai melaksanakan tugas nya itu, tetapi orang yang membayarnya ini tidak jujur, dia malah menghilang begitu saja, lalu di cari oleh nya sampai ketemu, setelah ketemu orang itu di bunuh olehnya,"
"Wah kejam juga ya ternyata dia Ton," ucap Mala takut
"Ya lah, mereka itu semua kejam Mal, apa kau mau berurusan dengan mereka?" tanya Toni
"Akh aku tidak takut kan yang penting kan bayarannya dan hasil kerja nya juga bagus," gumam Mala
"Ya terserah kau saja lah Mal, tapi yang jelas, dia mau nya di bayar di muka sebelum melakukan tugas nya,"
"Kalau dia kabur bagaimana, apa dia bisa di percaya?" tanya Mala takut di tipu.
"Ya kau kan ada photo KTP nya, kau bisa mencari dia di alamat yang sesuai dengan alamat di KTP itu," jawab Toni.
"Oh begitu ya, berarti saling percaya gitu Tah?" tanya Mala lagi
"Ya, kau benar Mal, diantara para penjahat memang harus ada saling percaya satu sama yang lain nya," ujar Toni.
"Baiklah Ton, kau hubungi teman mu itu, suruh mereka datang besok kesini, habis itu tolong kau temani aku untuk mengambil uang ya," pinta Mala
__ADS_1
Toni tersenyum penuh misterius saat mendengar perkataan Mala itu. Mala tidak tahu jika dirinya sudah masuk dalam perangkap Toni. Toni sudah dengan sengaja menaikkan tarif yang di berikan oleh temannya itu