
Mereka bertiga dengan sabar menunggu Mala berhenti menangis. Mala yang sangat marah hanya dapat melampiaskan nya dengan menangis dan menjerit. Dirinya yakin jika ini semua ulah Toni.
"Kurang ajar kau ya Ton, kau berani main main dengan ku, kau sudah merampok habis diri ku, sialan, bangsat," teriak Mala.
"Stss Mpok, bukannya nama lelaki yang di teriakin oleh perempuan itu nama lelaki yang biasa nginep di rumahnya ya?" bisik Ati
"Ya, seperti nya itu nama lelaki itu Mpok, berati dia di rampok sama pacar nya sendiri ya," bisik Ita
"Hai ibu ibu, jangan bisik bisik seperti itu, nanti Bu Mala tersinggung," ucap pak RT
"Dasar sialan, ku sumpahin kau mati kesambar petir Ton," teriak Mala lagi
"Bu, Bu Mala sudah tenang belum, ini saya mau tanya kasus ibu mau kami laporkan ke polisi atau tidak?" tanya pak RT.
"Hah polisi?, jangan, jangan," cegah Mala takut
"Loh kok tidak usah Bu, kenapa?" tanya pak RT.
"Sudah jangan banyak tanya, itu semua urusan saya, sudah anda semua silahkan pergi dari sini, aku sudah tidak butuh bantuan kalian semua," usir Mala
"Ikh dasar benar benar gila nih perempuan, sudah lah pak, ayo kita pergi saja, masih untung tadi kita mau bantu dia," seru Ita kesal
"Ya benar Mpok, memang tidak tahu terima kasih, nyesal saya ada disini lama lama," ujar Ati juga.
"Sudah ibu ibu sudah, ya sudah ayo kita pergi," ucap pak RT.
"Hai orang miskin, siapa juga yang minta bantuan kalian, aku tidak minta bantuan kalian ya, sana pergi, pergi," usir Mala.
"Ya sudah Bu, kami pergi dulu, jika Bu Mala ada perlu apa apa, ibu bisa ke rumah saya," ucap pak RT.
"Ya," jawab Mala ketus.
"Ikh dasar stress gila, diajak ngomong baik baik malah begitu jawabnya," teriak Ati kesal.
Pak RT menarik tangan Ita dan Ati yang sudah sangat marah itu. Mau tidak mau kedua ibu ibu itu menurut pada pak RT sebagai tanda hormat mereka pada nya. Mala mendengus kesal melihat tingkah Ita dan Ati.
"Dasar orang miskin," teriak Mala sambil membanting pintu nya kuat
Brakkk, bunyi pintu itu membuat kaget ketiga anak manusia itu. Hampir saja Ita melabrak Mala jika saja tidak di tahan oleh pak RT. Pak RT sendiri sebenarnya merasa kesal dan jengah dengan tingkah Mala tapi dirinya tidak mau menunjukkan perasaan nya itu.
"Huhuhu, bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, aku sudah tidak punya uang lagi," gumam Mala memikirkan dirinya yang tidak uang sama sekali.
__ADS_1
"Apa aku pergi saja ketempat anak sialan. itu, aku yakin yang dia banyak, dia sudah lama tidak menyetor upeti pada ku,"
Mala bergegas mengelap air mata dan mengganti bajunya yang basah. Diri nya akan mengunjungi keponakan tercinta nya itu. Dirinya membayangkan Nur akan memberikan jatah uang yang banyak pada nya.
"Aku harus bergegas ke rumah Jenny, semoga si Jenny tidak ada di tempat sehingga aku mudah menemui anak sialan itu," gumamnya penuh harap.
Mala menggunakan pakaian yang super seksi agar dirinya dapat memikat Joe asisten Jenny. Para tetangga yang melihat Mala pergi tergesa gesa itu menjadi tambah kesal pada Mala. Mala yang masa bodoh itu tidak memperdulikan tatapan benci para tetangga nya.
"Dasar perempuan gila, di pikirnya dia siapa kali, sudah buat heboh satu komplek," ujar Ati kesal.
"Benar tuh Mpok, nyebelin banget, aku yakin deh, dia itu hanya cari perhatian dan sensasi saja, sebenarnya dia itu tidak kerampokan," ujar Ita juga
"Ya bisa jadi tuh, dasar perempuan gatel lihat saja pakaian nya," cibir Hindun.
Mala yang berjalan terburu buru itu tidak melihat jika di depannya ada seorang lelaki yang sedang berdiri di pinggir jalan. Brukk, Mala meringis saat menabrak lelaki itu. Sedangkan lelaki itu melotot melihat Mala yang berpakaian seksi itu.
"Gila benar nih perempuan, seksi gila," gumam lelaki itu dalam hati.
"Hai kok malah melongo gitu, bukannya minta maaf ini malah bengong seperti sapi ompong," gerutu Mala kesal
"Eh ya, maaf ya non, maaf," ucap lelaki itu.
"Aduh non jangan jutek jutek gitu, nanti hilang loh cantiknya,"
"Ikh biarin saja lah, peduli amat," ucap Mala tambah jutek
"Hehehe, maaf maaf non, kalau boleh tahu siapa nama mu, aku Zaki," ucap Zaki
"Akh aku tidak perduli siapa kau, sudah lah aku mau pergi, awas," bentak Mala sambil mendorong tubuh Zaki yang mencegat nya.
"Wah ternyata dia sombong sekali, lihat saja cantik, akan aku buat kau jatuh bersimpuh di kaki ku," gumam Zaki pelan sambil melihat punggung mulus Mala menghilang dari pandangan nya.
"Dasar lelaki stress, seenaknya saja mencegat aku di jalan seperti itu, di pikirnya aku perempuan murahan apa," gerutu Mala sepanjang jalan.
"Akhirnya sampai juga ke rumah Jenny ini, huuft lumayan capek juga aku ya, harus jalan lumayan jauh," gumamnya pelan sambil menghembuskan nafas.
"Hai Jenny, keluar kau," teriak Mala di depan pagar rumah Jenny.
"Hai Joe, itu ada perempuan stress itu lagi," ucap Sam pada Joe.
"Ya ampun tuh orang kagak ada kapok kapoknya dia datang lagi kesini," gerutu Joe kesal.
__ADS_1
"Ya mungkin karena dia mau bertemu dengan mu Joe, hehe," canda Sam
"Akh kau itu, bukan aku kaki, dia itu sedang cari perhatian mu," ucap Joe.
"Hahaha, mana mau aku dengan perempuan macam itu," tawa Sam.
"Sudah lah, aku temui dulu perempuan itu, bising kali kuping ku dengar teriakannya,"
"Sudah sana pergi Joe, temui dia cepat," canda Sam
"Gila kau itu," ucap Joe kesal.
Joe berjalan kesal untuk menemui Mala. Mala yang melihat kedatangan Joe tersenyum manis sekali. Dirinya merasa sangat senang dapat bertemu dengan Joe.
"Mau apa kau kesini lagi?" tanya Joe
"Ya pasti nya aku mau bertemu dengan mu lah ganteng," rayu Mala.
"Sudah jangan bercanda, cepat bilang mau apa kau kesini?" bentak Joe kesal karena dirinya melihat Sam sedang tertawa senang melihat dirinya dengan Mala.
"Akh kau itu sayang, ya tujuan pertama ku ya ingin bertemu dengan mu, yang kedua aku mau bertemu dengan Jenny, mana dia?" tanya Mala genit.
"Mami Jenny sedang tidak ada di tempat, sudah pergi kau dari sini," usir Joe.
"Eh ya tidak bisa seperti itu, apa kau kira aku robot apa, aku itu kesini dengan berjalan kaki masa baru sampai sudah disuruh pergi lagi, sungguh terlalu kau,"
"Hai dengar ya, aku sungguh tidak perduli apakah kau mau jalan atau terbang saat kau kesini, yang aku tahu kau angkat kaki dari tempat ini sekarang juga," bentak Joe kesal
"Dasar jahat, ya sudah aku minta air minum saja, haus aku," pinta Mala.
Joe meninggalkan Mala untuk mengambilkan air minum untuk nya. Mala yang sedang termenung kesal itu tiba tiba melihat Nur yang sedang jalan jalan di taman. Nur terlihat sangat bahagia berada di rumah emas ini
"Hai Nur, anak kurang ajar, sini kau," teriak Mala sambil memanggil Nur.
Nur yang sedang jalan jalan sore itu menengok kearah pintu pagar. Dirinya dapat melihat keberadaan bibinya itu. Nur merasa sangat takut saat melihat Mala, bayang bayang dirinya disiksa pun menari nari di pelupuk mata nya.
"Hah bibi," ucap Nur kaget
"Sini kau anak setan, sini," panggil Mala
Nur yang ketakutan itu berjalan pelan mendatangi sang Bibi. Mala sudah bertolak pinggang menunggu kedatangan Nur. Nur berjalan pelan itu tidak dapat membayangkan jika sore ini dirinya harus bertemu dengan bibi nya di saat mami Jenny tidak ada di tempat.
__ADS_1