Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 19


__ADS_3

Ditempat lain, Mala yang di usir secara kasar oleh Jenny merasa marah dan kesal. Dirinya pulang dengan perasaan dongkol. Di lubuk hati nya yang paling dalam, dirinya sangat dendam pada Jenny.


"Awas kau ya Jen, kau pikir aku takut apa dengan mu, kau itu hanya wanita udik yang tak tahu diri," gerutu nya.


"Lihat saja akan ku ambil kembali si Nur dari tangan mu, enak saja kau mau ambil tambang emas ku,"


"Sebaiknya aku mendekati seseorang untuk dapat ku manfaatkan agar rencana ku berhasil, tapi kira kira siapa ya, si Joe itu seperti nya tidak mungkin,"


Sepanjang jalan Mala bergumam seorang diri. Tidak perduli dengan tatapan dan bisikan dari orang lain.Yang ada di dalam pikiran nya, bagaimana cara nya dirinya dapat balas dendam pada Jenny dan mengambil Nur dari tangan Jenny.


"Apa aku hubungi temannya Bobby itu saja ya, siapa ya nama nya, oh ya si Toni," gumamnya mengingat nama Toni yang sudah menolong dirinya.


Mala mengambil handphone nya untuk menghubungi Toni. Waktu terakhir dirinya menolong Mala, Toni sempat memberikan nomor telepon nya pada Mala. Dengan sigap Mala menelpon Toni.


"Hallo, bang Toni ya," ucap Mala manja di handphone nya


"Ya ini siapa ya?" tanya seseorang lelaki di sebrang sana.


"Saya Mala bang, Abang masih ingat dengan ku?" tanya Mala


"Oh ya, aku ingat, kau mantan pacarnya Bobby ya, mau apa ya?"


"Eh itu bang, apa kita bisa ketemu bang, penting ini bang," pinta Mala


"Hah, kau mau ketemuan dengan ku, memangnya kau sekarang ada dimana, bukannya kau sedang dicari oleh Juragan Mud ya?" tanya Toni lagi.


"Hah, juragan Mud mencari ku?" tanya Mala sok tidak tahu.


"Ya, para warga kampung pada heboh mencari keberadaan kalian berdua,"


"Hmm, begitu ya bang, jika aku kasih tahu alamat ku, apa Abang akan memberitahu alamat ku pada juragan Mud nanti?" tanya Mala kuatir


"Ya tidak lah, masa wanita yang ku sukai harus aku celakai sih," rayu Toni.

__ADS_1


"Ya ampun bang, ternyata Abang suka pada ku ya, apa hari ini Abang bisa temui ku di taman kencana bang?" tanya Mala.


"Bisa sayang, bisa," jawab Toni senang


"Baiklah, tolong temui aku jam 4 sore ya bang, jangan sampai telat,"


Mala akan mencoba memanfaatkan keluguan Toni ini untuk menculik Nur dari tangan Jenny. Mala ingin sekali merebut Nur lagi, gara gara Jenny dirinya tak lagi mendapat upeti dari Nur. Uang yang di beri Jenny sudah hampir habis.


"Semoga saja Toni berhasil aku bodohi dan aku manfaatkan untuk melancarkan rencana ku ini," gumamnya pelan.


Mala sudah menunggu di taman kencana dengan cantik sebelum jam 4, dirinya sudah berada di taman itu. Mala tidak mau Toni mengkhianatinya dengan melaporkannya pada juragan Mud. Mala harus extra hati hati.


Mala yang melihat kedatangan Toni seorang diri merasa senang karena ternyata Toni orang yang bisa dipercaya. Mala menghampiri Toni yang kebingungan mencari keberadaan Mala. Mala menepuk pundak Toni dari belakang, saat dirinya menoleh kearah belakang, dirinya melihat ada Mala yang sudah tersenyum manis.


"Ya ampun aku kira siapa," ujar Toni senang


"Memangnya di kira Abang siapa?, apa Abang lagi nunggu seseorang apa?" tanya Mala.


"Ya tidak lah, Abang itu hanya nunggu mu saja cantik, kan Abang janjiannya sama kamu saja,"


"Ya ampun, cantik banget sih kamu kalau lagi kesal begini," rayu Toni.


"Akh kau ini bisa saja, sih yuk ke warung bakso itu, lebih enak di sana ngobrol nya daripada disini seperti patung selamat datang, berdiri saja,"


"Tapi aku tidak punya uang," ucap Toni jujur.


"Ya ampun bang, kau tenang saja, aku yang bayar," ucap Mala sombong


Toni tersenyum senang melihat Mala yang akan membayari dirinya. Tidak sia sia dirinya jauh jauh ke taman kencana untuk menemui dirinya. Toni menemui Mala juga ada niat tertentu pada nya


"Akhirnya kau masuk juga dalam jeratan ku Mala, akan ku kuras habis harta mu itu," gumam Toni dalam hati.


Mala mengajak Toni ke kontrakannya untuk beristirahat dan mengobrol. Toni dan Mala sama sama cocok, satu sama yang lain memiliki tujuan nya masing masing. Toni yang hanya tukang ojeg itu pun menuruti kemauan Mala yang mengajak dirinya ke kontrakan.

__ADS_1


"Bang, Abang Toni tinggal di sini saja bareng aku, kau tahu kan aku hanya sendirian disini?" pinta Mala


"Tapi bagaimana dengan pekerjaan ku disana Mal?" tanya Toni


"Ya Abang kerja di sini saja, kau tenang saja, aku tidak akan meminta kau biayai kok, uang ku masih banyak," ujar Mala.


"Baiklah, aku akan pindah ke rumah mu ini, tapi janji ya, kau tidak menuntut ku untuk membiayai mu,"


"Ya Abang ku sayang, aku tidak akan menuntut mu memberiku nafkah, kau tenang saja aku yang akan membiayai mu kok sayang," janji Mala


"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya, aku harus ambil pakaian ku dulu,"


"Eh jangan bang, ini kan sudah malam, Abang nginap di sini saja, takutnya kalau malam ada yang begal Abang nanti,"


"Hah, Abang nginap disini, apa boleh sayang?" tanya Toni senang


"Boleh kok, sekalian temenin aku tidur," pinta Mala manja


"Ok deh," seru Toni senang.


Malam itu Toni pun nginap di kontrakan Mala, dirinya merasa beruntung tanpa harus merayu Mala. Mala sudah dengan suka rela meminta nya untuk tidur dengan nya. Toni merasa rencana nya akan berhasil, begitu pun dengan Mala.


Keesokan paginya, Mala terbangun dengan senyuman lebar nya. Dirinya berangan agan semua rencana nya akan berhasil. Setelah Toni berhasil menculik Nur, dirinya akan membawa Nur pergi jauh dari tempat ini.


"Yang, ayo bangun," Mala membangunkan Toni yang sudah menemani nya itu dengan mesra.


"Eh sayang, kau sudah bangun,"


"Ya aku sudah bangun, ayo bangun nanti kesiangan katanya kau mau ambil pakaian mu," Mala mencoba mengingat kan Toni.


"Tapi aku malas akh, aku masih mau bersama mu sayang, ayo kita lakukan seperti semalam sayang,"


Toni menarik tubuh Mala mesra. Mala yang memang membutuhkan kehangatan lelaki itu tidak menolak apa pun yang dilakukan oleh Toni pada dirinya. Toni semakin menjadi jadi kepada Mala.

__ADS_1


Akhirnya Toni menginap lagi di kontrakan Mala semalam lagi. Di sela sela kegiatan suami istri mereka, Mala menyempatkan untuk meminta tolong pada Toni untuk menculik Nur dari Jenny. Toni yang sedang di mabuk asmara itu pun menyetujui apa yang di minta oleh Mala tanpa berfikir apa akibat nya jika dia bersedia membantu Mala menculik Nur.


__ADS_2