Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 28


__ADS_3

"Sini kau anak sialan, sini cepat, jangan lambat seperti itu, cepat kesini," bentak Mala.


Nur yang mendengar bentakan Mala mencoba berjalan cepat. Didalam hati nya berdoa agar mami Jenny pulang cepat. Joe dan Sam yang melihat Mala marah marah pada Nur merasa aneh.


"Sini kau, aku sudah bilang jalan yang cepat kenapa pula kau jalan seperti keong begitu hah," ucap Mala saat Nur sudah sampai di dekat Mala.


Mala menjambak rambut Nur sampai Nur meringis pelan. Joe dan Sam buru buru menghampiri Mala dan Nur. Mereka mencoba melepaskan tangan Mala pada rambut Nur.


"Hai lepas, lepas," bentak Joe.


"Ayo cepat lepas, apa kau tidak tahu dia kesayangan mami Jenny," bentak Sam.


Mala melepaskan genggaman nya pada rambut Nur. Nur meringis kesakitan saat Mala melepaskan jambak kan nya itu. Nur melihat banyak sekali rambutnya yang ketarik oleh Mala.


"Ya tuhan, banyak sekali rambut yang rontok," gumam Nur sedih.


"Kau tidak apa apa non?" tanya Joe


"Tidak aku tidak apa apa," jawab Nur sedih.


"Pergi kau dari sini, kau itu selalu saja buat masalah, sana pergi," usir Sam.


"Hai anak sialan jangan diam saja kau, bilang pada kedua cecunguk ini jika aku ini adalah bibi mu, bukan orang lain," teriak Mala.


"Apa?, apa benar non, jika perempuan itu bibi anda?" tanya Joe lagi


"Ya benar kak," jawab Nur sedih.


"Tuh dengar, dengar jawaban anak setan itu, aku ini bibi nya,"


"Ya, aku dengar, aku tidak budeg," ucap Sam ketus


"Cepat bukakan pintu gerbang ini, aku mau bicara dengan anak setan itu," perintah Mala.


"Tidak, tidak enak saja, bisa bisa kami dimarahin oleh mami Jenny karena kami membukakan gerbang ini untuk mu," seru Sam.


"Nur, cepat suruh mereka bukakan gerbang sialan ini,"


"Hai jaga ucapan mu ya, jangan asal bentak bentak begitu pada non kami," bentak Joe


"Kak tolong bukaan gerbang itu, biar nanti aku yang bertanggung jawab pada mami Jenny," pinta Nur.

__ADS_1


"Tapi Non," ucap Joe bimbang.


"Tidak apa apa kak, aku tidak apa apa kok," ujar Nur pelan.


Joe membuka gerbang itu dengan hati berat. Mala tersenyum lebar saat gerbang itu di buka oleh Joe. Dirinya merasa menang atas keberhasilan menyuruh Nur itu.


Mala bergegas menuju kearah Nur yang berdiri mematung itu. Tanpa aba aba Mala menampar keras pipi Nur. Plakk, Nur sampai terkejut di buatnya.


"Dasar anak kurang ajar pembawa sial, tidak ada habis habis nya kau membawa kesialan pada hidup ku," teriak Mala marah


"Hei!" bentak Joe marah saat melihat Mala menampar Nur kuat.


"Tidak apa apa kak, ini urusan keluarga ku kak," cegah Nur meminta Joe tidak ikut campur.


"Bagus, kau hidup senang ya di rumah emas ini, kerja mu hanya mengangkang lalu di bayar, enak sekali kau ya," cibir Mala


"Apa kau tidak mikir orang tua mu yang setan itu dan paman mu yang sudah mati itu akan bahagia melihat mu bekerja melacur seperti ini, tidak sayang tidak, mereka semua akan menangis terutama orang tua mu yang busuk itu, kau memang pantas jadi pelacur karena ibu mu juga seorang pelacur," ucap Mala menghina orang tua Nur


Plakk, Nur yang sudah sangat marah dan jengah mendengar cacian Mala itu. Tidak segan segan menampar pipi Mala. Mala melotot tak percaya melihat Nur yang selalu takut pada nya kini berubah berani pada nya.


"Kau," tunjuk Mala dengan mata melotot.


"Ya aku, kenapa?" tantang Nur.


"Ya, aku berani, aku sudah muak kau siksa terus menerus, aku sudah lelah kau manfaatin, aku sudah lelah kau panggil aku anak setan, kau ingat nama ku Nur, mama papa ku, Johan dan Mia. Mereka semua adalah orang baik bukan seperti mu," teriak Nur


"Hah, kau bilang kau bukan anak setan, kau itu anak sialan anak setan," tunjuk Mala.


Mala yang sudah ingin menampar pipi Nur lagi dengan gesit tangan Mala di tahan oleh nya. Mala melotot tak percaya dengan apa yang di lihat nya. Joe dan Sam tersenyum melihat Nur berani melawan Mala.


"Stop, kau jangan mengatai aku dan orang tua ku sebagai anak setan atau keluarga setan lagi, karena yang setan itu kau bukan kami," ucap Nur dingin.


"Dan satu lagi bibi ku tersayang, aku tahu apa penyebab meninggalnya paman Nono ku itu," bisik Nur.


"Apa maksud mu?" tanya Mala tak percaya.


"Percaya lah bi, aku adalah saksi kematian paman, aku sendiri yang melihat apa yang dilakukan oleh mu pada paman ku," jawab Nur sambil sedikit mengancam Mala.


"Kau," ucap Mala tak percaya.


"Apa kau lupa jika kau sudah menginjak dada paman ku itu dengan kuat," bisik Nur lagi.

__ADS_1


"Apa kau ingin aku laporkan hal ini pada polisi?" tanya Nur dengan tatapan dingin.


"Silahkan aku tidak takut, kau pikir kau siapa kau itu anak pembawa sial," seru Mala marah


"Salah, anda salah besar, dia bukan anak pembawa sial, dia adalah keberuntungan bagi kami," ucap Jenny tiba tiba.


"Mih,"sapa Nur


"Kau, aku ingatkan jangan ikut campur dengan urusan keluarga ku, aku ingatkan kau ya Jenny," ancam Mala.


"Aku tidak takut, silahkan, aku mau lihat kau berani berbuat apa pada ku," tantang Jenny.


"Kau wanita sialan, aku mau kau kembalikan dia kembali pada ku," ucap Mala sambil menunjuk pada Nur.


"Hah, apa tidak salah, bukannya kau sudah ku berikan uang untuk Nur yang kau jual pada ku, lalu sekarang kau mau aku kembalikan pada mu, mimpi kau," ucap Jenny


"Apa, ternyata bibi menjual ku dengan sadar, kau benar benar kejam dan jahat pada ku," ucap Nur tidak percaya.


"Ya aku menjual mu pada Jenny, tapi aku menyesal karena menjual mu dengan harga murah, jika kutahu kau akan menjadi idola di rumah emas ini, aku sendiri saja yang menjual mu pada lelaki hidung belang," ucap Mala menyesal.


"Aku menyesal sudah menyayangi mu dan menganggap ku sebagai orang tua ku sendiri, aku menyesal sudah mengenal mu," teriak Nur sedih.


"Sudah sayang, kau tidak usah sedih, kau masih punya mami," hibur Jenny.


"Ya mih, mami memang yang terbaik, bukan seperti manusia busuk ini," maki Nur.


"Joe usir perempuan gila ini dari rumah ku, aku tidak mau rumah ku terkena sial karena aku menerima orang seperti dia," perintah Jenny.


"Baik boss," ucap Joe.


"Hai, berhenti jangan sekali kali kau berani mengusir ku dari sini, aku ingin bertemu dengan Nur keponakan ku,"


Joe dan Sam tidak memperdulikan teriakan Mala itu. Mereka dengan kejam menyeret tubuh Mala. Mala yang kalah tenaga hanya bisa pasrah saja.


"Hai bajingan lepas, lepas," teriak Mala.


"Nur, cepat kau berikan aku uang, aku butuh uang Nur, cepat," teriak Mala


"Aku tidak punya bi, maaf," teriak Nur


"Cepat Nur, aku benar benar tidak punya uang seperak pun," iba Mala.

__ADS_1


"Maaf bi, aku tidak punya uang juga," teriak Nur.


Mala yang tidak mendapatkan apa pun itu hanya dapat marah marah tak jelas. Sebenarnya Nur merasa kasihan pada Mala tetapi dirinya benar benar tidak memegang uang untuk saat ini. Semua uangnya mami Jenny yang memegang.


__ADS_2