
Nur yang sangat lelah karena semalaman sudah melayani om Mike tidak sanggup lagi untuk bangun dari tempat tidur nya. Om Mike yang merasa senang dengan pelayanan Nur itu memutuskan memberinya tip yang lumayan banyak. Dirinya berniat ingin menjadikan Nur sebagai sugar baby atau Ani Ani nya.
"Sayang apa kau mau jadi sugar baby ku, jika kau mau, om akan jamin hidup mu sayang?" tanya Mike pada Nur.
"Hmm tapi aku harus bertanya dulu dengan mami Jenny om, om kan tahu yang mengenalkan aku dengan om itu mami Jenny," ucap Nur lemas.
"Baiklah, aku akan bertanya dan meminta pada Jenny, agar aku dapat menjadikan kau sebagai sugar baby ku,"
"Ya om, om boleh aku tidur sebentar, badan ku sangat lelah sekali," pinta Nur
"Baiklah, kau tidur saja sayang, om juga mau tidur dulu sebelum aku pergi rapat nanti,"
"Om mau pergi, berarti aku disini sendirian ya nanti?" tanya Nur.
"Kau tenang saja sayang, Jenny akan menjemput mu, kau tidur saja, terima kasih untuk semalam ya, aku puas dengan pelayanan mu," kecup Mike pada pucuk kepala Nur.
Nur menjadi nyaman dengan tindakan yang dilakukan oleh Mike pada nya. Dirinya merasa menemukan sosok seorang papa bagi dirinya. Walaupun baru semalam mereka bertemu tetapi Nur sudah sangat nyaman bersama Mike.
"Ya tuhan, nyaman sekali aku dengan om Mike, tolong jangan kau jauhkan om Mike dari ku tuhan, aku butuh seseorang yang menyayangi ku," harap Nur.
Tak terasa Nur terlelap dalam tidurnya. Mike menyelipkan segeplok uang merah di kantong baju yang ada di dalam tas Nur. Mike tidak mau uang tip itu di ambil oleh Jenny.
"Sebaiknya aku taruh di dalam kantong baju saja, semoga si Jenny tidak dapat menemui uang ini, tapi sebaiknya aku telpon Jenny saja bilang pada nya jika uang ini untuk Delima, lihat saja jika wanita itu berani mengambil uang tip ini," gumam Mike
Mike mengambil handphone nya untuk menghubungi Jenny. Mike yang seorang duda itu tiba tiba merasa sayang pada Nur. Dirinya merasa ada ketertarikan satu sama yang lainnya.
"Aku tidak tahu kenapa aku bisa sayang pada mu seperti ini cantik, aku merasa sangat takut kehilanganmu," ujar Mike sambil mengusap pucuk kepala Nur yang sedang terlelap tidur itu.
"Hallo Jen, aku sangat puas dengan pelayanan Delima, aku mau kau tidak menjualnya ke lelaki lain,"
"Baik boss," jawab Jenny di sebrang telpon
__ADS_1
"Oh ya, aku juga berniat menjadikan Delima sebagai sugar baby ku, kau mau menjualnya berapa agar aku bisa membawanya ke rumah ku?" tanya Mike yang membuat Jenny kaget.
"Hah, hebat banget anak itu, memang aku tidak salah lihat, tetapi bukan ini mau ku, kenapa om Mike malah meminta Delima menjadi sugar baby nya," gumamnya dalam hati.
"Hai Jen, kau masih ada di situ, atau kau sudah pingsan?" tanya Mike
"Eh ya boss, aku belum tahu boss, maaf,"
"Baiklah aku beri kau waktu 3 hari untuk berfikir, kau tahu siapa aku kan, aku tidak suka di tolak," ancam Mike
"Ya, ya boss," seru Jenny gugup.
"Baiklah, aku akan pergi, silahkan kau jemput Delima di kamar ku," perintah Mike
Selesai Mike menelpon, Jenny menghembuskan nafas yang rasanya beban di pundaknya sirna. Joe yang sedang bersama dengan Jenny melihat aneh pada boss nya itu. Joe baru kali nya melihat boss nya menghela nafas seperti itu.
"Ada apa boss?" tanya Joe penasaran
Sebelum Joe menjawab pertanyaan Jenny itu. handphone Jenny mendering lagi tanda ada panggilan masuk, di layar tertera nama Boss Mike. Jenny bertanya tanya ada perlu apa lagi lelaki ini.
"Sebentar Joe, ini boss Mike menelpon lagi,"
"Hallo Jen, aku hanya mau bilang pada mu, jangan kau ganggu gugat atau kau ambil uang tip yang ku berikan pada Delima, ingat jangan ada selembar pun yang kau ambil ingat itu," ujar Mike panjang lebar sebelum Jenny sempat mengucapkan sepatah kata pun.
"Eh ya boss," ucap Jenny yang di sambut dengan suara telpon yang terputus.
Jenny melihat aneh pada handphone nya. "Loh kok mati,"
"Ada apa lagi boss?" tanya Joe yang setia menunggu di sisi Jenny.
"Ini boss Mike tiba tiba nelpon, tiba tiba matiin telpon juga, memang ya tidak sopan benar orang ini," gumam Jenny.
__ADS_1
"Apa boss mau kami kerjakan boss Mike, boss?" tanya Joe
"Gila kau ya Joe, kau tidak tahu boss Mike siapa, sebelum kau melaksanakan niat mu itu, kita sudah di bantai nya," bentak Jenny sambil menoyor kepala Joe kuat.
"Loh kok boss malah noyor kepala saya?" tanya Joe bingung
"Ya kau itu, kasih ide nya gila sih, kau mau menghancurkan bisnis ku apa?" tanya Jenny kesal.
"Hehehe, maaf boss, saya tidak ada maksud seperti itu," ujar Joe takut.
"Ya sudah, ayo antarkan aku ke hotel jemput Delima," perintah Jenny
Jenny dan Joe bergegas menuju hotel dimana Nur berada. Jenny tidak mau anak buahnya berlama lama di tinggal oleh pelanggan nya. Karena dulu perna ada kejadian, dirinya lama menjemput anak buahnya itu tiba tiba datang istri pelanggan yang baru saja memakai jasa anak buahnya itu, habis lah sudah anak buah nya itu.
"Ayo Joe, jangan lambat lelet sekali kau bawa mobil, beda dengan Bobby," ucap Jenny kesal
"Kenapa sih harus buru buru boss, kan Delima juga sedang tidur bukan?" tanya Joe santai.
"Gila kau itu ya, sudah jangan banyak tanya, kau masih mau bekerja pada ku atau tidak, jika sudah tidak mau bekerja lagi pada ku bilang, agar aku pecat kau,"
"Eh tidak boss, aku masih mau ikut dengan mami Jenny, mami yang sudah membuat ku seperti ini," ujar Joe
"Bagus jika kau tahu diri dan ingat apa yang sudah aku lakukan pada mu, kau harus ingat ya Joe, aku bisa dengan mudah membuat mu menjadi gembel lagi semudah aku membalikkan telapak tangan ku," ancam Jenny.
"Glekk, ya mih," ucap Joe sambil menelan ludah nya.
Sesampainya mereka di hotel, Jenny buru buru ke kamar dimana Nur berada. Saat dirinya sampai di kamar, Delima masih tertidur nyenyak sekali seperti seorang bayi. Jenny yang melihat Nur tidur tiba tiba merasa sangat sayang pada nya.
"Ya tuhan, kenapa tiba tiba aku begitu menyayangi anak ini, rasa nya Cindy masih bersama ku," gumam Jenny sedih
Jenny merasa saat menatap Nur dirinya melihat Cindy anak nya yang sudah lama meninggalkannya. Hati kecilnya sangat sakit saat melihat sprei yang berantakan dan terdapat bercak darah. Tak terasa dirinya menetes kan air mata, dirinya yang jarang merasa sedih dan menangis, heran pada dirinya sendiri kenapa dirinya dapat dengan mudah menangis saat melihat bercak darah di sprei putih itu.
__ADS_1