Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 12


__ADS_3

Mala tidak memperdulikan teriakan Rita yang histeris itu. Dirinya menarik paksa Nur untuk meninggalkan Rita seorang diri yang sedang marah marah itu. Nur yang polos itu hanya bisa mengikuti bibi nya menariknya kemana.


"Ayo cepat, kita pergi dari sini, ada orang gila ngamuk," ucap Mala sambil menarik tangan Nur


Mala membawa Nur balik ke rumah. Mala menyuruh Nur untuk membawa pakaiannya yang sedikit itu. Nur mengira Mala akan membawa nya ke rumah juragan Mud, Nur sudah membayangkan dirinya akan sekolah lagi seperti dulu.


"Ayo Nur, cepat jangan lelet kerja nya,"


"Ya bi," ucap Nur sambil sibuk memasukkan semua pakaian nya ke tas kucel nya


Mala mengambil handphone nya untuk menghubungi Bobby. Tapi panggilan nya itu tidak bisa tersambung, Mala mengira Bobby sedang tidak ada kuota atau pulsa. Mala bermaksud akan mampir ke tempat Bobby biasa nongkrong saat pergi nanti.


"Sudah belum Nur?" tanya Mala pada Nur.


Nur melihat Mala yang hanya membawa 1 koper dan tas saja. Nur merasa heran melihat bawaan bibi nya itu. Karena bukannya tadi juragan Mud hanya meminta dirinya saja yang tinggal di rumah juragan Mud tetapi kenapa bibi nya pun membawa pakaian nya juga.


"Loh kok bibi Mala membawa koper juga ya, memang nya bibi mau kemana ya?" tanya Nur dalam hati


"Hai diajak ngobrol malah bengong, kau ini memang kebiasaan ya, maka nya paman mu itu mati gara gara kau yang tolol," bentak Mala.


"Eh ya bi," ucap Nur takut


"Tapi bukannya paman meninggal karena bibi sudah menginjak dada paman kuat ya, sampai dada paman luka dalam," batin Nur


Nur tahu jika dada Nono luka dalam dari Wawan sahabat pamannya itu. Sebelum jenasah Nono di kubur, Wawan meminta dokter untuk memeriksa Nono. Lalu Wawan bertanya pada Nur apa yang terjadi sebelum dirinya datang tadi pagi, Nur yang polos menceritakan apa ada nya tanpa di tutupi oleh nya.


"Ayo kita pergi dari sini, ingat ya Nur kau jangan banyak tanya, kita mau kemana, yang penting kau akan selalu bersama ku, ingat itu jangan cerewet," pesan Mala.


Nur mengikuti perintah Mala tanpa ada niat untuk bertanya sama sekali. Dirinya takut akan di siksa lagi oleh Mala. Mala da. Nur berjalan ke pangkalan ojeg dimana tempat biasa Bobby kumpul.


Saat mereka sampai di sana, Mala tidak dapat bertemu dengan Bobby kekasih nya itu. Nur yang tidak mengenal siapa Bobby hanya bisa diam dan menyimak. Toni yang memendam rasa ingin dapat seperti Bobby dan dapat menggantikan Bobby di hati Mala, diam diam memberitahu pada Mala di mana keberadaan Bobby itu.


"Eh neng, neng," panggil Toni.


Mala celingak celinguk mencari siapa yang memanggilnya. Saat dirinya menengok kearah kiri, Mala dapat melihat Toni yang sedang memanggil dirinya. Mala yang penasaran itu mendekati Toni dengan penuh tanya.


"Ya ada apa?" tanya Mala ketus


"Ya ampun neng ketus banget jawab nya, jangan ketus ketus dunk nanti cantiknya hilang,"


"Ya biarin saja, aku kan tidak kenal kau," ucap Mala


"Aku Toni, aku temannya Bobby, ku dengar kau mencari Bobby ya?" tanya Tono


"Ya, mana dia, apa kau lihat dia?"


"Ya pasti nya aku tahu dan lihat Bobby lah,"


"Dimana dia sekarang?" tanya Mala semangat.

__ADS_1


"Ada deh, tapi aku takut kalau aku membawa mu kesana, kau akan bersedih itu yang tidak aku maui,"


"Apa maksud mu Ton, cepat bawa aku bertemu dengan Bobby," pinta Mala memelas.


"Baiklah, tapi janji ya jangan marah marah karena aku tak mau lihat kau marah marah nanti,"


"Ikh apaan sih cowok ini, gak jelas banget sih," batin Mala kesal


"Ya, kau tenang saja," ucap Mala


"Tunggu, kita tidak bisa bawa anak itu ikut dengan kita, sebaiknya suruh dia menunggu di mini market itu saja dulu," tunjuk Toni.


Mala meminta Nur untuk menunggu dirinya di mini market. Dirinya mau pergi kesuatu tempat dulu dengan Toni. Nur yang merasa bingung itu hanya bisa diam dan bertanya tanya dalam hati nya.


"Seperti nya ini bukan jalan menuju rumah juragan Mud deh, bibi mau membawa ku kemana ya?" gumam Nur bingung selepas Mala meninggalkan nya.


Toni mengajak Mala pergi dengan motor nya. Mala yang ingin bertemu dengan Bobby itu menurut dengan perkataan Toni. Toni membawa Mala kesebuah kost kostan yang tidak jauh dari tempat nongkrong Bobby.


"Itu Bobby ada di kostan itu nomor 6, sebaiknya kau saja yang kesana, aku tunggu disini saja, tapi ingat kau jangan perna menyebut nama ku jika ditanya Bobby siapa yang memberi tahu mu dimana dirinya berada, ingat itu," pesan Toni


"Loh kok begitu, ya tidak bisa begitu dunk, kalau Bobby tanya ya aku jawab saja kau yang kasih tahu,"


"Kalau begitu, ayo kita pulang saja lagi, aku tak mau Bobby marah pada ku karena aku memberi tahu mu," ucap Toni marah


"Baiklah, aku janji deh tidak akan memberi tahu dia, kau tunggu saja di sana," ucap Mala


Toni meninggalkan Mala di depan pintu kost kostan itu. Sedangkan dirinya menunggu di tempat yang agak jauh dari Kost kostan tetapi masih bisa memantau apa yang di lakukan oleh Mala. Mala berjalan dengan hati bertanya tanya, ada perlu apa Bobby di kostan ini.


Mala mendekati pintu nomor 6 dengan hati deh deg an. Dirinya mendengar suara dua orang yang sedang bercanda dan tertawa penuh mesra. Mala tak sabar ingin mengetahui siapa mereka berdua terutama lelaki yang suara dan tawa nya sangat familiar di telinga nya.


"Loh kok suara dan tawa nya seperti nya aku sangat kenal ya," gumam Mala.


Tanpa aba aba Mala mendobrak pintu itu kuat. Sehingga pintu nomor 6 itu terbuka dengan mudah karena tidak di kunci. Mala terkejut melihat seseorang yang sangat di kenalnya sedang memeluk seorang wanita dengan bertelanjang dada.


"Kamu," ucap Mala kaget


"Loh kok kamu ada di sini?" tanya pria itu santai.


"Mas siapa dia, kau kenal nenek ini?" tanya wanita itu tidak sopan


"Apa nenek?" teriak Mala marah


"Oh dia tetangga ku yang ku ceritakan itu dek," jawab Bobby tanpa memperdulikan teriakan Mala.


"Siapa dia Bob, siapa?" tanya Mala marah.


"Eh nek, sebaiknya kau pergi deh dari pada kau buat gaduh di sini, sudah sana pergi, mas tolong usir nenek gila itu, aku tidak mau kau berhubungan lagi dengan nya," ujar wanita itu santai.


"Baik sayang," ucap Bobby sambil mencium mesra pipi kekasihnya.

__ADS_1


"Kau, apa yang kau lakukan?" teriak Mala


"Sudah lah, kau pergi saja dari sini, aku sudah tidak mau dengan kau lagi, pergi," usir Bobby


"Kau, kau sudah mempermainkan aku, kau lelaki jahat," tangis Mala


"Sudah nek, sudah jangan nangis nangis begitu, jangan buang buang air mata mu itu, sudah sih mas, seret saja nenek ini, kau juga sudah tidak butuh dia lagi kan,"


"Ya sayang, aku sudah tidak butuh dia lagi, sudah banyak harta dia yang ku ambil," ucap Bobby


"Hah, apa maksud mu Bobby, harta aku yang mana?" tanya Mala bingung


"Ini sayang, apa kau lupa kau sudah memberi ku ATM ini beserta PINnya, nih aku kembalikan lagi pada mu, terima kasih atas semua isi saldo yang kau berikan pada ku, hahaha," tawa Bobby


"Hahaha, benar mas, karena uang dia kita akhirnya bisa beli rumah, hahaha," ejek wanita cantik itu


"Kalian kembalikan uang ku sekarang juga, kembalikan," teriak Mala


"Hahaha, kembalikan, enak saja nenek lampir ini minta kita kembalikan uang dia, hahaha," tawa Bobby mengejek Mala


"Sudah mas, usir wanita jelek itu, jijik aku dengan nya," pinta sang gadis


"Hai Mala, kau dengarkan perempuan ku meminta aku mengusir mu, cepat kau keluar dari sini, cepat," usir Bobby.


"Kurang ajar kau, kau lelaki laknat, lelaki tak ada guna nya," teriak Mala.


"Lebih baik aku, dari pada kau, istri busuk, pembunuh suami nya sendiri," ucap Bobby dingin dan kejam


"Kau, laknat kau Bobby, kembalikan uang ku, itu uang ku bukan uang mu," teriak Mala


"Kembalikan, tidak bisa sayang, apa kau tidak ingat jika kau sendiri yang memberi nya dengan ikhlas pada ku, hahaha,"


"Kau memanfaatkan ku, bejat kau Bobby," tunjuk Mala


"Terserah kau mau bilang apa pada ku, aku tak perduli, yang jelas pergi kau dari sini, nih bawa sekalian kartu ATM mu yang kosong," bentak Bobby sambil mendorong tubuh Mala kuat.


Mala tersungkur di luar pintu kost an itu. Bobby dengan kuat membanting pintu kamar nya dan menguncinya tak memperdulikan Mala yang kesakitan. Mala mengetuk dan berteriak manggil Bobby, tetapi Bobby tidak perduli bahkan mereka sengaja menyetel musik kuat kuat.


"Keluar kau Bobby, keluar, kembalikan uang ku bangsat," teriak Mala


"kurang ajar kalian berdua, laknat kau Bobby, lelaki kurang ajar bajingan tengik," teriak nya lagi


Mala tersungkur dan menangis menyesali kebodohan nya. Dirinya sangat menyesal sudah memberikan hati dan uangnya kepada lelaki macam Bobby. Bobby sudah tidak lagi ingin bersama Mala sehingga dirinya mencampakkan Mala segitu rupa.


Mala menemui Toni yang menunggunya dengan wajah sembab. Toni yang sudah tahu apa yang terjadi pada Mala hanya bisa diam tanpa ada niat untuk bertanya sedikit pun. Mala menangis di pundak Toni dengan pilu, Toni merasa kasihan pada nya.


"Kasihannya Mala, dirinya di peralat oleh Bobby sampai miskin begini, memang ya Bobby ini kelewatan sudah tahu baru di tinggal mati laki nya, dia dengan tega mencampakkan Mala," batin Toni iba.


"Aku harus bagaiman, aku harus kemana, tidak ada tempat tujuan lagi, aku hanya punya uang 5 juta, apa aku harus kembali ke rumah lagi, tapi nanti Nur di ambil oleh juragan Mud, aku tak ikhlas melihat Nur bahagia dan dapat sekolah lagi," batin Mala bertanya tanya apa yang akan dia lakukan.

__ADS_1


Apa dirinya harus kembali ke rumah lagi dan melihat Nur bahagia atau dirinya harus membawa Nur pergi jauh dari orang orang yang mengenal nya, biar dirinya dapat mengambil alih semua warisan Nur saat dirinya dewasa nanti?


__ADS_2