Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 40


__ADS_3

James menarik Nur sampai ke kamar nya. Dirinya tidak perduli badan Nur harus terseret dan terbentur karena ulah nya itu. Nur yang sudah pasrah hanya bisa menangis.


Brukk, James membanting badan mungil Nur keatas ranjangnya dengan kuat. Nur yang sudah pasrah itu hanya bisa meringis pelan. James dengan kuat membanting pintu kamar nya serta menguncinya.


James tersenyum penuh kelicikan. Dirinya menghidupkan lagu dengan volume yang begitu besar. Dirinya tidak memperdulikan telinga orang lain akan tuli karena ulah nya itu.


"Mana keberanian mu itu ****** kecil, mana?" tanya James


"Tolong, jangan sakiti aku," pinta Nur


"Hahaha, ternyata kau sadar juga jika aku akan menyiksa mu, bagus lah aku tak akan segan segan lagi menyiksa mu," ucap James sambil mengambil cambuk yang selalu berada di dalam lemari nya.


Nur melihat cambuk itu dengan sorot mata takut. Cambuk yang penuh dengan benda benda tajam. James menimbang nimbang cambuk itu seolah olah dirinya sedang mengukur kekuatannya untuk mencambuk Nur.


"Tolong, jangan," pinta Nur


"Apa tolong, jangan, mimpi kau," ucap James sambil mencengkram kedua pipi Nur kuat.


"Ampun, sakit," rintih Nur.


"Ini belum seberapa sayang, belum," ucap James dingin.


James dengan kuat melayangkan tamparan bertubi tubi pada pipi Nur. Berkali kali James meninju dan menampar wajah Nur. Wajah Nur sudah begitu lebam dan penuh dengan luka.


"Ampun, ampun" rintih sari


James tak memperdulikan rintihan Nur yang sudah tak terdengar lagi. James tetap memukul Nur dengan beringas. Tak memperdulikan bagaimana keadaan Nur saat ini.


"Hiks.. hiks.. ampun, sakit," rintihnya lagi

__ADS_1


Semakin Nur merintih dan menderita, James pun makin puas dan semakin beringas. Tubuh Nur sudah babak belur, penuh luka dan berdarah karena perbuatan James. James merasa senang saat melihat penderitaan Nur saat ini, entah apa yang ada di benak nya.


"Huft, dasar wanita lacur, wanita kotor, rasakan ini" kata James sambil tertawa dan masih mencabuk tubuh Nur dengan Cambukan nya.


"Ayo bangun ******, bangun," perintah James.


James memaksa Nur untuk berdiri dengan kondisi nya saat ini. Nur yang sudah kepayahan itu mencoba untuk bangun. Dirinya tak sanggup lagi untuk berdiri, jatuh bangun Nur di buat nya.


"Bagus ******, cepat bangun, atau kau akan merasakan cambukan ku lagi, ayo cepat," perintah James sambil menampar pipi Nur kuat


Plakk, Nur terjatuh lagi ke kasur karena kuat nya tamparan James itu. James tertawa terbahak bahak melihat kesusahan Nur saat ini. Nur tidak henti hentinya dirinya menangis.


"Ya Tuhan, tolong aku tuhan, aku sudah tak sanggup lagi tuhan," batin Nur memohon.


Sedangkan di luar Dion dan bi Jum sangat cemas dan kuatir atas nasib Nur. Mereka berdua sangat tahu siapa James. Bi Jum berharap Nur dapat selamat dan bertahan dengan siksaan dari James.


"Ya Tuhan berilah kekuatan pada anak ku Nur, semoga dirinya selamat Tuhan," doa bi Jum


"Nak, tolongin nak Nur kasihan dia nak," tangis bi Jum meminta tolong pada Dion.


"Maaf bi, aku bukannya tidak mau menolong Nur, bibi tahu sendiri jika boss kita ganggu dia semakin brutal bi," ucap Dion bingung dan kuatir.


"Kasihan anak itu, bisa mati dia, huhuhu," tangis bi Jum


"Kita berdoa saja bi, agar boss tidak lama menyiksa Nur," ajak Dion.


Dari luar, teriakan minta ampun Nur terdengar begitu pilu. Rasa nya bi Jum dapat merasakan apa yang di rasakan oleh Nur saat itu. Bunyi cambukan yang begitu kuat sampai terdengar pula ke luar kamar.


Cetar, cetarrr, bunyi cambukan yang dilayangkan oleh James. Dengan seiring bunyi cambukan itu, tangisan dan teriakan Nur yang kesakitan terdengar jelas ke luar kamar. Para pekerja rumah James yang begitu banyak nya tidak ada satu pun yang berani menolong Nur, begitu pun dengan Dion.

__ADS_1


"Bangun cepat," bentak James yang sudah duduk manis di sofa nya


Nur mencoba bangun dengan susah payah. Dirinya yang sudah sangat lemah merasa tak sanggup untuk melakukan apa pun juga. Badan Nur sudah penuh luka dan darah


Pakaian Nur sudah compang camping, penuh lobang dan sobekan sana sini. Badan Nur pun berlumuran darah sehingga membuat nya berwarna darah. Dari kepala sampai kaki, Nur merasakan kesakitan yang sangat sakit.


"Ya Tuhan, ambillah nyawa ku tuhan, aku tak sanggup lagi," tangis Nur.


James yang geram melihat tingkah Nur yang lagi lagi tidak bisa bangun dengan kasar. Dirinya menarik baju Nur sampai terkoyak lebar. Kulit Nur yang putih mulus kini berubah dengan penuh luka dan darah.


James menelan ludahnya saat melihat tubuh Nur yang polos itu. Dengan susah payah dirinya menahan hasrat yang tiba tiba muncul dari dalam dirinya. Nur yang lemah itu mencoba untuk menutupi tubuh polos nya dengan kesusahan.


Dengan kejam dan kasar, James memperkosa Nur berkali kali. Nur yang sudah kesakitan semakin merasa sakit dan hina. Rasa nya dunia nya saat itu juga runtuh dan hancur.


"Tuhan, aku sudah tak sanggup lagi," tangis nya


Nur yang sudah tak tahan dengan perbuatan James akhirnya pingsan juga. James yang seperti kesurupan itu tidak mempedulikan keadaan Nur yang sudah pingsan itu. Dirinya masih saja memperkosa tubuh Nur.


"Ternyata tubuh mu begitu manis juga, pantas papa ku tergila gila pada mu ****** kecil," ujar James sambil menjilat darah Nur yang menempel di tangannya


James yang sudah puas itu tertidur sambil memeluk tubuh polos Nur. Dirinya tidak memperdulikan keadaan Nur yang pingsan. Yang James tahu jika dirinya begitu puas dan senang dengan tubuh Nur.


Sudah hampir 2 jam Nur pingsan. Dirinya menggeliat dan akhirnya merasakan kesakitan di tubuh nya. Dirinya menjerit kesakitan akhirnya membuat James terbangun.


"Akhhh, sakit," teriak Nur


"Ehmmm, kenapa berisik," teriak James tanpa membuka mata nya.


Nur melihat keadaan nya yang sudah benar benar menyedihkan. Dengan hati hati dirinya bangun dan berjalan ke dalam kamar mandi. Dikamar mandi dirinya menangis tanpa memperdulikan rasa sakit di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Nur menangis pilu di bawah air shower yang mengalir. Badan Nur terguncang hebat saat badannya merasakan pedih karena luka di badannya yang terkena air. Nur menangis dan menjerit sambil menutup mulut nya agar suara tangisan dan jeritannya tak terdengar James.


Nur sudah tidak tahan lagi dengan nasib nya. Kenapa Tuhan begitu kejam pada nya. Kenapa Tuhan tidak membiarkan dirinya untuk bahagia kenapa dirinya harus merasakan kesakitan dan penderitaan lagi dan lagi.


__ADS_2