Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 41


__ADS_3

Nur yang tidak tahan dengan siksaan James itu akhirnya jatuh pingsan di kamar mandi di bawah guyuran air shower. James yang menggeliat di tempat tidur nya mencari keberadaan Nur yang tadi ada di sampingnya. Perlahan James bangun mencari keberadaan Nur.


James yang sudah bangun itu mendengar suara air shower yang hidup. James berfikir jika Nur ada di dalam kamar mandi. James dengan kuat mengetuk pintu kamar mandi.


"Hei buka, buka," teriak James.


James mengetuk dan berteriak untuk waktu yang lama. Tak ada suara sahutan dari dalam kamar mandi. Yang ada hanya suara gemericik air saja.


"Hei buka, buka, kau budek atau tuli hah," teriak James.


"Apa jangan jangan dia pingsan lagi, aduh gawat ini," gumam James takut


"Hei buka, buka, kau ngapain aja di dalam sana, ini sudah setengah jam loh, ayo buka," gedor James panik


James dengan kekuatan penuh nya mencoba mendobrak pintu kamar mandi. Beberapa kali usaha nya itu gagal. Yang terdengar hanya suara air gemericik saja.


"Apa aku minta bantuan Dion dan yang lainnya ya, aku takut anak itu kenapa kenapa lagi," gumam James.


James memutuskan untuk mendobrak pintu itu lagi. Brakk, pintu itu akhirnya dapat terbuka lebar. James menghela nafas dengan kasar.


"Akhirnya," gumam James


James melihat ke dalam kamar mandi di mana terdapat tubuh Nur yang pingsan yang ada di bawah guyuran air shower. Cepat cepat James menghampiri tubuh Nur. James memukul pelan kedua pipi Nur berharap Nur dapat sadar.


Tanpa banyak berfikir panjang James menggendong tubuh lunglai Nur. James meletakkan tubuh polos basah Nur keatas ranjangnya. Tanpa menutupi tubuh polos Nur dengan sehelai kain terlebih dahulu, James meninggalkan nya begitu saja.


James yang panik memanggil Dion dan bi Jum. James lupa jika Nur sedang pingsan dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di badannya. Dion dan Bi Jum yang dari tadi berada di luar kamar James, sontak menuju pintu kamar James dengan perasaan cemas.


"Dion, cepat bantuin tuh anak, anak itu pingsan," ucap James panik


"Ayo bi," ajak Dion


Bi Jum dan Dion masuk ke dalam kamar James dengan perasaan kuatir dan cemas. Bi Jum memekik keras saat melihat tubuh polos Nur. Dengan gerak cepat Dion menyambar selimut yang ada di atas tempat tidur untuk menutupi tubuh Nur.


"Ya Tuhan, anak ku," rintih bi Jum sedih.


"Nak ini bagaimana kondisi nak Nur begitu memperihatinkan," tangis bi Jum


"Bibi tenang ya, aku coba telp dokter Surya dulu, mungkin dia bisa datang kesini, sekarang tolong bibi pakaikan baju dulu, tapi sebelum itu bibi balurkan dulu dengan minyak kayu putih biar hangat badannya," pinta Dion.


"Ya nak, bibi ambil dulu pakaian dan minyak kayu putih nya,"


Bi Jum dengan gesit mengambil semua yang di butuhkan Nur. Dirinya tak sadar jika dirinya dapat gesit seperti masa muda dulu. Dalam hati nya begitu sedih melihat seseorang yang menghormati dirinya layaknya seorang anak kepada orang tua nya.


"Nak bangun nak, kau kuat ya nak, bibi yakin kau pasti kuat," gumam bi Jum sambil menangis.


Dion meninggalkan Bi Jum yang sibuk dengan aktivitas nya. Dion mencoba menelpon dokter Surya, sahabat om Mike. Dion menceritakan semua nya yang terjadi pada dokter Surya.


Dokter Surya meminta Dion untuk tidak panik. Dirinya akan datang ke rumah James dengan cepat. Dion mencari keberadaan James, semenjak James keluar dari kamar, dirinya tak lagi terlihat di dalam kamar.


Dion memutuskan untuk mencari James. Dion mencari ke penjuru rumah. Saat Dion melihat kolam renang, James terlihat di sana sedang bersantai di pinggir kolam.


"Ya ampun James, kau itu kelewatan banget, bukannya kuatir dan cemas, kau malah santai santai di sana," gumam Dion kesal.


"Dion mana anak itu?" tanya Surya saat dirinya sudah datang

__ADS_1


"Ayo dokter, dia ada di kamar Boss," jawab Dion.


"Apa lagi yang sudah dilakukan oleh anak itu, aku pikir penyakit dia sudah hilang," gerutu Surya kesal


"Saya tidak tahu dok,"


"Kau jangan menutupi semua kesalahan yang sudah di perbuat oleh boss mu itu Dion, apa kau tidak tersentuh hati nya saat melihat para wanita yang tersiksa oleh perbuatan James itu,"


"Tidak dok, saya mana berani,"


Surya dan Dion bergegas menuju ke kamar James. Surya terkejut saat melihat perbuatan James di tubuh Nur. Surya sampai marah di buat nya.


"Ya ampun James, dia sudah kelewatan bukan manusia lagi, anak orang malah di siksa begini, kalau mati bagaimana," gerutu Surya sambil memeriksa tubuh Nur.


Surya dan yang lainnya dapat melihat jelas tubuh Nur yang penuh dengan luka. Surya bergidik ngeri saat melihat luka di daerah sensitif Nur. Surya dapat menerka jika Surya sudah memperkosa anak itu.


"Ya Tuhan Mike, kenapa kau punya anak seperti James, malang benar nasib mu," gumam Surya sedih.


"Dion, tolong kau telpon rumah sakit ku, minta mereka untuk mengirimkan ambulance secepatnya," perintah Surya.


"Nur kenapa Dok?" tanya Dion kuatir


"Anak ini seperti nya bernasib malang, aku takut dirinya tidak kuat, ayo cepat lakukan apa yang aku pinta,"


Dion menelpon rumah sakit milik Surya. James tiba tiba masuk ke dalam kamar tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. Surya menatap James geram.


"Hei James kau ini manusia bukan sih, kau seperti tidak ada salah apa apa," ucap Surya kesal.


"Eh ada dokter Surya toh, sorry dok, aku tidak lihat," ucap James enteng.


"James kau harus tanggung jawab pada anak ini, lihat apa yang sudah kau lakukan pada nya,"


"Hei James kau itu buta atau apa sih, nih lihat tubuh anak ini penuh luka, coba beritahu ku siapa yang sudah menyiksa nya, ayo jawab,"


"Hei hei Om, santai dulu om, om ini loh, dipikirnya ini rumah om apa, sadar om, sadar,"


"Ya ampun anak ini, aku ini tanya siapa yang sudah menyiksa anak ini seperti hewan, ayo jawab,"


"Ya yang pasti nya aku lah," jawab James tak merasa bersalah


"James, tolonglah kau itu berubah, lihat dia ini manusia loh sama seperti mu, kenapa kau harus menyiksa semua perempuan yang kau tiduri James, kenapa?" teriak Surya


"Entah om, aku hanya merasa puas saat aku melihat mereka tak berdaya, hahaha, rasa nya itu," tawa James.


"Kau itu bukan manusia James,"


"Om sebaiknya om tarik lagi ucapan om itu, dari tadi bilang aku bukan manusia, lalu aku apa?" teriak James marah.


"Tidak, aku tak mau tarik ucapan ku, enak saja, kau itu memang pantas nya jadi lelaki banci,"


"Kau makin lama makin bikin aku kesal aja, kalau saja kau bukan sahabat papa ku," ucap James penuh kemarahan.


"Kau mau apa jika aku bukan sahabat papa mu, kau mau apa anak kencur, ayo jawab," tantang Surya.


"Akan ku bunuh kau dengan tangan ku sendiri, aku paling tidak suka orang yang menghina ku, akan ku jadikan kau makanan peliharaan ku," ancam James.

__ADS_1


"Bunuh saja aku, bunuh, daripada aku harus hidup di bawah bayang bayang kekejaman mu, aku malu pada almarhum papa mu itu,"


"Kau ya," ucap James


Tangan James sudah ingin meninju Surya. Tiba tiba tangan itu di tahan oleh Dion. Dion menggeleng pelan saat James menengok kearah nya


"Sudah boss, sudah, om tolong om," pinta Dion.


"Om masih mau bertengkar dengan Boss atau akan membawa Nur ke rumah sakit?" tanya Dion.


"Apa kalian akan membawa si ****** kecil itu ke rumah sakit, tidak tidak, enak saja," teriak James.


"Maaf boss, kondisi Nur sudah sangat memprihatikan, dia harus secepatnya di bawa ke rumah sakit," ucap Dion memohon pengertiannya James.


"Tidak, jangan sekali kali kau bawa Nur pergi dari sini, bawa masuk kembali Nur ke dalam kamar ku," bentak James.


"Boss, tolong boss, ingat boss pesan papa mu boss,"


"Ya Dion benar, aku tidak bisa buat celaka anak itu, jika tidak semua harta ku akan di sedekah kan ke panti asuhan," gumam James dalam hati.


"Ya sudah sana bawa ****** itu pergi dari sini," ucap James mengalah.


"Bi, kau juga ikut sana ke rumah sakit, tunggu dia sampai dia sehat," perintah nya lagi


"Eh ya boss, saya siapkan dulu semua kebutuhannya," ucap Bi Jum cepat


"Bi, bibi bisa kan ke rumah sakit nya sendiri, jika kami tunggu bibi selesai menyiapkan semua nya, bisa bisa telat bi," ucap Dion.


Bi Jum menuruti permintaan Dion. Surya meninggalkan James yang dongkol dan kesal. James merasa kalah pada Surya gara gara Nur.


Semakin dia menjadi kesal dan benci pada Nur. Nur yang tidak bersalah harus menderita. Dion menatap Nur dengan rasa kasihan.


"Ya Tuhan, kasihannya anak ini, kenapa pula boss harus menyiksa nya begitu kejam, sungguh tidak manusiawi boss James," gumam Dion dalam hati.


"Kau kenapa Dion?" tanya Surya yang dari tadi memperhatikan Dion.


"Tidak apa apa Dok, aku hanya merasa kasihan pada anak ini,"


"Ada masalah apa anak ini dengan James, kenapa James menyiksa dan memperkosa nya?" selidik Surya.


"Apa perkosa?" teriak Dion


"Ya benar, apa kau bisa beritahu ku, siapa anak ini?" tanya Surya.


"Anak ini amanah boss Mike," jawab Dion lirih


"Maksud mu apa?" tanya Surya bingung karena dirinya belum tahu apa apa tentang pesan Mike


"Boss Mike berpesan agar Boss James membawa anak ini ke rumah nya dan menghormati nya layaknya seorang ibu,"


"Hah, bawa anak ini dari mana, kenapa pula James harus bersikap seperti itu?" tanya Surya


Dion mau tak mau menceritakan apa yang dia ketahui tentang amanah Mike dan Nur. Surya mendengarkan dengan seksama. Kadang kadang dirinya mengangguk dan menggeleng pelan.


"Tapi kenapa James bertindak kejam seperti ini, apa dia tidak takut jika semua harta nya akan diambil dari dia?" tanya Surya

__ADS_1


"Oh itu karena Nur membela bi Jum, karena boss sudah mendorong bi Jum sampai terjatuh," jawab Dion.


"Ya ampun James, kau sungguh terlalu seandainya saja kau tahu yang sebenarnya nak," gumam Surya menyesali perbuatan James.


__ADS_2