Biarkan Aku Bahagia, Tuhan

Biarkan Aku Bahagia, Tuhan
Bab 42


__ADS_3

Nur sudah beberapa hari ini tidak sadarkan diri. Bi Jum yang ditugaskan untuk menjaga nya, setiap hari berharap agar Nur baik baik saja. Bi Jum sangat menyesali perbuatan James pada nur.


"Ya Tuhan nak, James begitu jahat pada mu, seandainya saja James seperti Dion, aku tidak akan sesedih ini," gumam bi Jum sedih.


"Apa aku harus diam saja menyimpan rahasia ini tuhan, aku benar benar tidak kuat lagi tuhan melihat kekejaman nya setiap saat," tangis bi Jum.


Tak di sangka Surya masuk ke kamar Nur dan melihat Bi Jum yang sedang menangis. Surya tahu bagaimana menderitanya bi Jum. Karena Surya pun tahu rahasia besar yang di sembunyikan oleh mereka dari James dan Dion.


"Bi," panggil Surya.


"Eh ya dok," jawab bi Jum cepat cepat mengelap air mata nya saat dirinya sadar ada Surya.


"Sabar bi,"


"Aku sudah benar benar tak kuat lagi dok, dia benar benar sudah terlalu," tangis bi Jum


"Tapi bi, tetap saja dia adalah bagian dari mu bi, kau harus sabar," pinta Surya.


"Ya Dok, aku pun tahu tapi kenapa harus dia yang bersikap kasar pada ku dan semua wanita yang dekat dengannya,"


"Itu penyakit bi, gara gara dia harus pulang ke Indonesia, penyakit nya kambuh lagi, kata Dion disana dia tidak seperti ini,",


"Huhuu, anak ku malang, seandainya kau tidak pulang ke Indonesia mungkin kau akan menghargai ku dan tak menyakiti kami para wanita lemah nak,"


"Sabar bi, sabar,"


"Kenapa dulu kau menyarankan agar aku memberikan anak itu pada Mike, jika dia harus memiliki sikap arogan dan kejam seperti ini," sesal Bi Jum


"Jum itu semua adalah keinginan Mike, kau tahu kan Mike dan Cinta sudah sangat menginginkan anak tetapi mereka tidak dapat memiliki nya,"


"Tetapi kenapa Mike tidak mengambil Dion anak Cinta, kenapa harus anak ku,"


"Karena anak kau itu hasil dari perbuatan Mike dan kau Jum, Sedangkan Dion adalah anak Cinta dengan lelaki lain,"


"Ya aku tahu, kenapa harus anak ku, kenapa mereka berdua sama sekali tak ingat dan perduli pada ku, aku ini ibu mereka berdua," teriak Jum sedih.


"Jum, tolong sabar, kau tahu kan bagaimana Mike, semua keputusannya tidak dapat di ganggu gugat,"

__ADS_1


"Ya aku tahu, aku hanya kasihan dengan nyonya Cinta, kenapa nasib nya harus tragis seperti itu,"


"Karena Mike meminta seseorang untuk menghabiskan Cinta bagaimana pun cara nya,"


"Ya aku tahu, kenapa harus anak ku yang bersikap kasar pada ku, kenapa,"


"Sudah Jum, sudah, kita tidak boleh membicarakan ini lagi, kau tahu apa akibatnya jika rahasia ini terbongkar,"


"Persetan dengan rahasia ini, persetan dengan semua nya, aku hanya ingin dapat hidup bahagia dengan anak ku,"


"Anak siapa bi?" tanya Dion tiba tiba ikut nimbrung


"Eh nak Dion, bukan anak siapa siapa," jawab bi Jum tiba tiba


"Bi, dokter Surya, tolong beritahu ku, anak siapa yang kalian maksud, ada apa ini?" tanya Dion.


Surya dan bi Jum saling pandang. Mereka tak menyangka jika Dion mendengar pembicaraan mereka berdua. Bi Jum mengangguk pelan tetapi di balas dengan gelengan Dion.


"Kenapa kalian berdua diam, kenapa tak ada yang mau bicara, ada apa ini?" tanya Dion lagi


"Tidak, tidak ada apa apa kok, benar tidak ada apa apa Dion," jawab Surya.


Bi Jum kembali memeriksa tubuh Nur. Nur belum juga siuman dari pingsannya. Surya yang dari awal berniat untuk memeriksa tubuh Nur, hanya bisa geleng geleng kepala saja.


"Ada apa dok?" tanya Dion penasaran.


"Kita hanya dapat berharap anak ini bangun secepatnya karena jika dia tidak cepat bangun, aku takut dia akan lumpuh," jawab Surya sedih.


"Ya Tuhan anak ku, cepat bangun nak, kasihannya diri mu," gumam bi Jum sedih.


Dilain tempat Mala yang kesal karena rencana gagal akhirnya hidup dengan sengsara. Dirinya di usir dari kontrakan karena Mala sudah menunggak pembayaran. Uang dan Emas nya sudah hilang di ambil oleh Toni dan kawan nya.


Mala luntang lantung berkeliling dari satu kampung ke kampung lain. Jenny tidak menginginkan Mala hidup dengan damai. Meskipun dirinya sudah berjanji pada Nur untuk tidak menyakiti Mala, tetapi dirinya masih dapat membuat hidup Mala menderita.


"Kenapa sih hidup ku sial banget, sudah punya suami lumpuh dan mati, eh sekali punya pacar malah bawa kabur semua harta benda ku, nasib nasib," gumamnya sepanjang jalan.


"Aduh laper banget dah," gumam Mala lagi sambil memegang perutnya.

__ADS_1


Mala yang sudah 2 hari tidak makan itu, menjadi lemas tak ada tenaga sama sekali. Mala berjalan semangat saat dirinya melihat tong sampah yang terdapat banyak Styrofoam bekas bungkus makanan. Tanpa menoleh kanan dan kiri, brakk, tubuh Mala tertabrak oleh mobil.


Seketika Mala pingsan tak bergerak. Seseorang yang tampan dan gagah keluar dari mobil nya. Dan mengecek body mobil yang ke tabrak oleh Mala.


"Kurang ajar, nyebrang tidak lihat lihat, awas saja kalau lecet mobil ku ini,"


Banyak warga yang berbondong-bondong ingin melihat kejadian itu. Lelaki yang menabrak Mala terlihat kuatir. Para warga mendesak nya untuk membawa Mala ke rumah sakit.


"Hei jangan diam aja, cepat bawa perempuan itu ke rumah sakit,"


"Ayo cepat tanggung jawab, apa jangan jangan kau mau lari ya,"


"Cepat bawa perempuan itu ke rumah sakit sebelum kami laporkan kau atas tuduhan tabrak lari," ancam para warga


"Sialan berani juga mereka mengancam ku, sialan," gumamnya pelan


"Ya, ya sabar, aku akan tanggung jawab, cepat kalian angkat perempuan itu dan masukan ke dalam mobil ku," pinta lelaki itu.


"Sial banget aku hari ini, nabrak orang gila begini," gerutu lelaki itu.


"Sudah, cepat bawa si Mala cepat," perintah pak RT yang kebetulan melihat kejadian itu.


"Apa nama nya Mala pak, lalu bapak bapak ini tidak ada yang mau nemenin saya ke rumah sakit apa?" tanya lelaki itu.


"Ya nama dia Mala, kau saja yang bawa kan yang nabrak si Mala kau, kami masih punya kesibukan sendiri," tolak para warga


"Asem benar nih warga, masa aku sendiri yang ke rumah sakit sih," gerutu nya kesal.


Akhirnya mau tak mau dia pun membawa Mala ke rumah sakit. Dengan cepat Zio menelpon anak buahnya untuk menemani Mala. Ya yang menabrak Mala adalah Zio.


"Hei Kunyuk, cepat kau ajak 1 rekan mu menuju ke rumah sakit kasih ibu, aku tunggu disana," kata Zio dengan nada tinggi.


Si Kunyuk yang di telpon Zio menjadi bingung karena Zio tidak menyebutkan alasannya kenapa Zio meminta dirinya ke rumah sakit. Zio dengan cepat melajukan mobil mahal nya. Dalam hati Zio sudah mempunyai rencana tersendiri untuk Mala karena membuat nya susah hari ini.


"Lihat saja kau ya, setelah kau sembuh, kau harus kerja pada ku, seenaknya saja tidak mengganti rugi kerusakan mobil mahal ku," gumam Zio


Para warga bersorak senang karena akhirnya Mala meninggalkan mereka semua. Mala yang begitu meresahkan bagi para ibu ibu dan para suami. Karena Mala selalu menawarkan dirinya kepada lelaki hidung belang agar dirinya dapat mempunyai uang untuk melanjutkan hidupnya.

__ADS_1


Bagaimana nasib Mala saat dirinya berada di tangan Zio, apakah Zio akan memberinya kehidupan yang nyaman dan senang atau Mala akan semakin sengsara di tangan Zio?


__ADS_2