
"Sayang, ternyata Tuhan merestui rencana kita, belum kita bunuh si mayat hidup itu sudah mati duluan, hahaha," tawa Mala pada Bobby
"Ya cantik, lalu apa rencana mu, apa kau akan tetap menyuruh Nur untuk bekerja siang dan malam atau bagaimana?" tanya Bobby
"Entah Bob, yang jelas aku tak rela jika anak setan itu hidup bahagia, dia harus bekerja untuk ku," jawab Mala penuh dendam.
"Oh ya aku dengar juragan Mud mencari pembantu baru loh, apa kau tak berminat untuk memasukkan Nur ke dalam rumah juragan kaya itu?"
"Oh ya, juragan Mud sedang mencari pembantu, ehm boleh juga, aku akan memasukkan Nur kedalam rumah juragan Mud," Mala tersenyum penuh arti
"Jika Nur dapat di terima di rumah juragan Mud, aku bisa bebas bertemu dengan pemuda tampan itu, Ferdy, hihihi," batin Mala senang
"Mala, Mala kau itu ya, memang bodoh jika memang si Nur kau suruh masuk ke rumah juragan Mud, aku akan dengan mudah menguasai semua harta juragan Mud, hahaha, akan ku curi semua harta nya," batin Bobby membayangkan rencana pencuriannya berhasil melalui Nur.
"Baiklah, hari ini aku akan suruh Nur ke rumah juragan Mud setelah dirinya pulang nanti dari makam si mayat hidup itu,"
"Bagus sayang, aku makin cinta pada mu,"
Mala dan Bobby pun berpelukan mesra di kamar nya dulu saat bersama Nono. Tak ada lagi yang di tutup tutupi oleh nya kepada para tetangga. Mala dengan terang terangan membawa Bobby kedalam rumah nya meskipun kepergian Nono belum 7 hari.
Rita yang mendengar desas desus tentang Mala yang sudah berani membawa lelaki asing ke rumah nya menjadi marah. Dirinya berjalan dengan tergesa gesa dan penuh amarah. Sesampainya dia di depan rumah Mala, Rita tanpa mengucapkan salam, dirinya menyelonong masuk ke dalam kamar.
Mala yang sedang bermesraan dengan Bobby tidak mengetahui kedatangan Rita. Mereka asyik dengan kegiatan mereka. Rita yang ingin mengetuk kamar Mala tidak sengaja mendengar suara ******* seseorang yang sedang melakukan hubungan suami istri.
"Ikh suara apaan itu?" gumam Rita penasaran
"Suara nya seperti orang yang sedang berhubungan suami istri ya, ikh siapa itu?"
Rita yang penasaran dengan suara ******* itu memberanikan diri untuk mengintip dari lubang pintu kamar Mala. Dirinya sangat kaget saat melihat Mala dan seorang lelaki muda yang sedang bermesraan. Rita yang sudah lama menjanda itu menjadi ikut merasakan apa yang mereka lakukan.
"Ya ampun itu Mala panas banget sih maen nya, ehmm, kok aku jadi kepengen juga, sudah lama aku tidak merasakan kenikmatan yang di rasakan oleh Mala," gumam Rita
Rita yang setia mengintip kegiatan Mala tak terasa ikut menghayati apa yang mereka lakukan dari ******* mau apa yang Bobby lakukan. Semakin panas Bobby dan Mala melakukan kegiatan nya, semakin panas pula badan Rita. Bobby dan Mala yang tidak sadar ada Rita yang mengintip nya semakin liar dan buas.
__ADS_1
"Aku harus menemui lelaki itu, lelaki itu benar benar perkasa, si Mala saja bisa di buatnya keluar berkali kali, tapi sepertinya aku tahu siapa lelaki itu, kalau tidak salah dia itu pemuda kampung yang biasa nongkrong di pangkalan ojek depan ya, bagaimana ceritanya Mala bisa kenalan sama tuh cowok," batin Rita.
Rita yang sudah mengintip perbuatan mesum Mala dan Bobby mengurungkan niat nya itu. Rita buru buru pergi dari rumah Mala saat mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri itu. Rita yang berjalan pulang terbayang bayang adegan yang di lakukan oleh Mala dan Bobby.
"Eh sayang, seperti nya tadi ada yang masuk deh, tapi siapa ya?" tanya Bobby
Dirinya lupa jika tadi dia mendengar seseorang masuk kedalam rumah. Tetapi karena dia asyik dengan apa yang di lakukan pada Mala menjadi lupa. Mala yang sudah horny itu tidak memperdulikan siapa yang masuk ke rumah nya meskipun dirinya juga mendengar suara langkah seseorang di rumahnya.
"Akh paling juga si Nur sayang, sudah kau jangan ambil pusing, terima kasih ya sayang, kau memang hebat bisa bikin aku keluar berkali kali," ucap Mala malu
Mala meminta Bobby untuk pergi dari rumahnya lewat pintu belakang. Dirinya tidak mau para tetangga yang super kepo itu makin membicarakan nya. Sebenarnya Mala sudah sangat bosan tinggal di rumah nya yang sekarang tetapi dirinya belum punya uang, sebelum Nur menginjak usia 17 tahun.
"Aku pulang dulu ya cantik, jangan lupa kau suruh Nur melamar ke rumah juragan Mud ya," ucap Bobby mengingatkan Mala.
"Ya sayang, ikh kau itu cerewet ya, tenang saja, aku pasti menyuruh dia pergi ke rumah juragan Mud jika Nur sudah pulang, sudah sana pulang, nanti malam datang lagi ya, lewat pintu belakang saja, nanti pintu nya tidak aku kunci," ujar Mala
"Oke sayang, ya sudah pergi dulu," Bobby mencium mesra Mala
"Ada apa ya, kok bibi seperti menunggu ku, apa aku berbuat salah ya," batin Nur takut
"Hai anak kampret dari mana saja, jam segini baru pulang, bukannya kau ijin pada ku hanya mau ke kuburan paman mu yang cacat itu, hah?"
"Maaf bi, aku tadi di kuburan paman kok bi, aku di sana seharian," jawab Nur berbohong.
"Awas saja ya kau, jika kau berani bohong pada ku, sekarang cepat kau mandi, pakai baju yang bagus," perintah Mala
"Kita mau kemana bi?" tanya Nur kuatir
"Sudah kau jangan banyak tanya, lakukan saja apa yang aku perintahkan, jika kau masih mau tinggal dengan ku," bentak Mala.
Nur bergegas mandi dan berpakaian begitupun dengan Mala. Mala mengajak Nur ke rumah mewah yang Nur tidak tahu rumah siapa itu. Di Hati Nur bertanya tanya rumah siapa ini, dirinya takut jika bibi nya akan menjualnya.
"Ya tuhan rumah siapa ini, rumah nya sangat besar, apa bibi akan menjual ku ya?" batin Nur
__ADS_1
Mala mengetuk rumah itu dengan kuat. Nur memperhatikan apa yang dilakukan bibi nya itu. Mala melotot lebar dan tersenyum manis saat yang membuka pintu itu adalah Ferdy.
"Ya ampun, kesampaian juga aku ketemu dan bicara sama lelaki ini," batin Mala senang.
"Ya ada apa, mau minta sumbangan ya?" tanya Ferdy tidak sopan
"Ya Tuhan, lelaki ini tidak sopan sekali, bukannya tanya baik baik malah dia menuduh kami pengemis," batin Nur geram.
"Eh tidak kok kak, ini aku mau anterin adik ku ini untuk melamar pekerjaan di sini, aku dengar ada lowongan untuk nya," ujar Mala manis.
"Ikh bibi kenapa, kok sikap nya seperti itu?" tanya Nur dalam hati.
"Oh mau melamar kerja toh, aku kira mau minta sumbangan," ujar Ferdy lagi
"Ya sudah, kalian tunggu disini saja, tidak usah masuk nanti kotor lagi rumah ku,"
Setelah Ferdy berbicara seperti itu, dirinya kembali lagi ke dalam rumah meninggalkan Nur dan Mala yang terdiam di depan pintu tanpa di tawarin duduk. Mala yang melihat rumah juragan Mud terkagum kagum si buatnya. Nur pun merasa takjub pada rumah juragan Mud tetapi tidak seperti Mala yang terlihat seperti orang kampung.
"wow rumahnya mewah sekali, keren kali jika aku bisa tinggal disini,"
"Bi, ini rumah siapa, kenapa tadi bibi bilangnya mau melamar kerja, siapa yang mau kerja di sini bi?" tanya Nur pelan
Mala memandang Nur kesal karena Nur sudah menganggu dirinya mengagumi rumah Ferdy. "Sudah kau jangan banyak tanya, nanti juga kau tahu,"
Tak lama juragan Mud pun keluar dengan tersenyum ramah. Dirinya meminta Mala dan Nur untuk masuk ke dalam rumah nya. Juragan Mud sangat baik dan ramah orangnya terlihat dari wajahnya.
"Ya ampun Ferdy, kenapa tidak di suruh masuk sih," gumam juragan Mud kesal.
"Eh tidak kok juragan, tadi mas Ferdy sudah menyuruh kami ke dalam rumah tetapi kami nya yang tidak mau, karena takut kotor," ujar Mala sopan
"What, apa benar ini bibi Mala yang aku kenal?" batin Nur kaget.
Nur memandang Mala tak percaya. Dirinya sangat heran melihat Mala yang sangat berubah. Mala sendiri cuek saat mengetahui Nur kaget atas perubahan sikap nya itu.
__ADS_1