Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
10.Rasa


__ADS_3

"minumlah obatmu agar penyakit anehmu itu lekas sembuh" Lia menyodorkan obat dan air putih untuk abigail


"terimakasih"


********


Semenjak kejadian itu, Abigail lebih suka menyendiri. Dia sama sekali tidak pernah mendekati Lia, bahkan acara pindah rumah yg sudah direncanakan dengan sebaik mungkin, gagal total!


Dan semenjak kejadian itu pula, Lia mulai bisa melindungi diri dari Herman, karena dia tau Abigail mungkin tak kan melindunginya lagi.


Pagi itu, Abigail terlihat sedang berada di perpustakaan pribadinya, Lia sedang mencatat beberapa bahan dapur yg sudah mulai menipis.


Setelah selesai, Lia bersiap dengan membawa kantong belanja ramah lingkungan, dan membawa dompet kecil yg mungkin berisi beberapa lembar uang.


"apa aku harus izin Abigail dulu ya kalau aku ingin pergi ke pasar?? ah tapi kalau aku izin ntar dia marah lagi, dia kan udah lama banget diemin aku sejak aku tau penyakit anehnya"


"tapi kalau aku nggak izin, uangku kan nggak cukup buat beli semua kebutuhan dapur, ah bodo amatlah reaksi seperti apapun itu, yg penting kan aku butuh uang untuk perutnya juga"


dan Lia pun menuju ruang perpustakaan tersebut sambil menenteng tas belanjanya.


"Abigail, bolehkah aku masuk??" Lia sama sekali tidak mempunyai keberanian main nyelonong karena sikap Abigail akhir2 ini


"hmmmm"


demi apaan tu patung, nggak ada jawaban lain ya selain hmmm doang, kalau aku udah bebas nanti, bakal aku jambak2 tu rambut


"Gail, aku izin ke pasar tradisional dulu ya, aku mau beli beberapa bahan dapur yg sudah mulai habis"


"hmmm"


hmmm lagi😠

__ADS_1


"o iya, aku sudah masak nasi goreng buat kamu sarapan, segeralah makan selagi masih hangat"


"hmmmm"


"Abigail!!!!!!!!!"


tanpa sadar kedua tangan Lia sudah berada di puncak kepala Abigail dan meremasnya dengan kencang


"kamu itu ya, aku sudah berbaik hati membuatkan nasi goreng spesial untukmu, dan kamu masih saja bersikap dingin kepadaku!! apa salahku patung berjalan??!!!"


"aku juga sama sekali tidak mempermasalahkan penyakitmu, aku tidak menjauhimu setelah aku tau penyakitmu kan?? bahkan kamu membiarkanku diganggu oleh ayahmu yg mesum itu!! padahal kamu sudah berjanji akan melindungiku hiks..hiks..!!"


Lia mulai menangis dan menjambak rambut abigail tanpa ampun dengan mengeluarkan semua beban di hatinya yg selama ini terpendam


"Gail, aku minta maaf jika aku sudah merepotkan mu selama ini, tapi dengan situasi seperti ini, aku juga tidak menginginkan ini semua terjadi, aku hanyalah korban Gail" Lia melepas cengkeramannya setelah mengetahui Abigail kesakitan


"Lia, aku tidak menyalahkanmu atas semua yg telah terjadi, aku tau kau itu gadis baik2,hanya saja kau berasal dari tempat yg bisa dibilang seperti neraka,dan kau juga terjebak di tempat yg lebih dari neraka pula"


"kalau begitu katakan padaku, apa alasan itu, agar aku bisa menghapus semua yg menjadi alasan untuk kau menjauhiku, dan aku akan merubahnya agar menjadi harapanku" jawab Lia dengan terus dibanjiri air mata


"Gail, kau adalah satu2nya orang yg ku percayai di dunia ini, aku sendirian menjalani hidup yg penuh duri ini, dan kau mampu merubah duri2 itu menjadi kapas yg sangat lembut, sehingga aku lupa dengan sakitnya tertusuk duri itu"


"Lia, alasan itu adalah rasa.." Abigail berkata dengan sangat lembut


Lia mendongak melihat wajah Abigail dan meraih tangan Abigail dengan sangat lembut seperti terdapat percikan rasa di dalam hatinya.


"rasa??rasa apa??"tanyanya


"berjanjilah padaku jika kau sudah mengetahuinya kau tak kan lari dariku dan meninggalkanku!"


"tergantung rasanya, kalau rasa benci atau rasa ingin membunuhku, aku akan berlari sekencang mungkin untuk menghindarimu"

__ADS_1


"tapi jika rasa yg akan membuatku bahagia, aku akan memikirkannya" Lia sungguh berharap bahwa jawaban Abigail tidak akan mengecewakannya


"cinta.." jawab Abigail dengan tegas


"Gail, kau jatuh cinta dengan siapa??" Lia bertanya dengan sok polosnya


"bodoh sekali kau!!! sudahlah jangan dilanjutkan lagi, kau mau uang kan, ini ambillah, pakailah sesukamu!!"


seketika Lia menerima uang itu, namun dengan sengaja Lia menarik tangan beserta uang yg digenggam Abigail dengan kencang, sehingga terjadilah pertemuan dua bibir yg membuat Abigail sangat terkejut


Namun Abigail menikmatinya, yg semakin lama semakin panas, dan membuat nafas Lia terengah2 kuwalahan dengan permainan Abigail


cupp..


kissing time berjalan dengan sangat lancar heheee


"terimakasih, dan aku tak sebodoh yg kau pikir, aku akan menjaga rasa itu agar tetap ada dan tak kan pernah kulepas selamanya, karena kau yg telah mencuri ciuman pertamaku, maka kaulah yg akan menjadi ciuman terakhirku pula!" Lia berkata dengan wajah yg merah merona


dengan perasaan bahagia Abigail memeluk Lia dengan sangat erat, dan mengecup kening Lia berkali2


"terimakasih Lia, aku berjanji akan selalu ada di sampingmu, dan menjadikan kau bidadari dalam hidupku hingga akhir hayatku"


tanpa jawaban Lia hanya membalas pelukan Abigail dengan mesra.


"kalau begitu antar aku ke pasar ya sayang" kata Lia tanpa melepas pelukannya


"jangan membuat ku tersiksa Lia, kau baru saja memberiku susu, kenapa sekarang kau langsung memberiku air comberan??"


"baiklah, tapi aku tidak akan memasak untukmu, kalau kau lapar masaklah sendiri dan belanja sendiri!!"


"pandai sekali kau mengancamku, baiklah aku ikut, tunggu aku akan memakai alat pelindung diri dulu, aku takut jika aku tidak memakainya, penyakitku akan kambuh karena bertemu dengan perempuan2 asing di sana!"

__ADS_1


"tak perlu sayang, aku akan membuat penyakitmu itu menyesal setelah mengenaliku!!"


__ADS_2