Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
kembali


__ADS_3

"selamat datang kembali nona!"


Zio, sopir pribadi sekaligus tangan kiri (kanan Vero) membuka gerbang utama kediaman Herman Sentosa.


Lia kembali tinggal bersama dengan Abigail karena penyakit mental yang dia derita.


"ah iya Zio, aku akan memiliki teman ganteng lagi nih hehehe" Lia tertawa bahagia, karena dia adalah tipe gadis yang tak bisa sendiri (cerewet penyebabnya)


teman atau bahan bully an - gerutu Zio dalam hati


"Li, waktunya kau minum obat, kemarilah" Abigail menjentikkan jarinya


"hah, malas" Lia menghela nafasnya kasar


"malas sembuh?" Abigail mengerutkan dahinya


"tidak, aku malas ngobrol sama Zio" Lia mengedipkan sebelah matanya


WHAT!!!yang bilang bahagia bertemu denganku siapa!!! jeritan hati Zio


Lia berjalan memasuki rumah, dan duduk berdampingan dengan Abigail


"minum, cepat!"


"kamu nyuruh aku atau kucing?"


"kerbau..."


"oh.. ya sudah, aku panggilkan, Zio! kemarilah"


"cih, aku bukan kerbau nona!" Zio berkacak pinggang di depan pintu utama

__ADS_1


"Lia, jangan bercanda, kamu mau sembuh nggak sih?"


"iya, dasar corong bensin! corong sana corong sini!!!" Lia mengerucutkan bibirnya


"....."


langsung cepluk...glekkk


"sudah ya! utangku lunas, sekarang aku mau tidur" Lia berjalan ke arah kamarnya


"mau kemana kamu?"


" tidur! " budeg


"tidur di kamarku! aku tidak mau kau tidur sendirian,. takutnya kau ngigau dikejar kerbau lagi"


"eh nggak papa kalau kerbaunya kaya Zio hahaha"


"LIA!!!"


"kamu kok galak banget sih? aku kan lagi sakit" imbuhnya lagi


"hehhh, sayang kenapa kamu jadi nggak penurut gini? kamu suka melawan perintahku, aku ingin kamu cepat sembuh" Abigail mengelus pipi Lia


"bukannya aku nggak nurut, tapi apa yang aku lakukan itu membuatku nyaman" ucap Lia dengan masih bergelayut manja di leher Abigail


"Zio" kode keras menutup brangkas, Zio pun mengerti dengan kode itu, dia langsung pergi meninggalkan sang majikan


"kalau begitu aku akan membuat kamu menjadi penurut lagi seperti dulu!"


grep..

__ADS_1


Abigail merebahkan tubuh Lia ke sofa dan menindihnya


cup.. Abigail mencium leher Lia hingga meninggalkan bekas gigitan vampire di sana..


"ssshhh.. Bigail.. kamu ngapain? aku geli" wajah Lia sudah berubah merah seperti cabai kriting yang saat ini lagi mahal mahalnya


"itu hukuman karena kamu nggak nurut" Abigail menggendong Lia ke kamarnya


sesampainya di kamar, Abigail merebahkan tubuh Lia di ranjang besar miliknya


"tidurlah gadis baik" dia mengelus dahi Lia


"Bigail, kamu jangan tidur seranjang denganku ya, aku nggak mau"


"aku mengerti, aku akan tidur di lantai"


"hah!!! tidak, nanti kamu masuk angin, bisa repot aku kalau kamu sakit, aku lagi nggak berhasrat ngerokin kamu"


"hahaha, Lia aku tau itu, aku sudah mempersiapkannya kok, sudah jangan banyak berfikir tidurlah"


"oke, selamat tidur sayang" Lia menggenggam tangan Abigail dan menciumnya


"selamat tidur" Abigail mengecup kening turun ke hidung dan terakhir lepas landas di bibir ranum sang kekasih


"o iya kamu nggak shalat dulu?"


"aku lagi kedatangan tamu agung sayang"


"oh ya sudah aku saja yang shalat, kamu cepatlah tidur"


"uhm.." Lia menganggukkan kepalanya dan akhirnya dia tertidur lelap.

__ADS_1


percayalah, sejak Abigail mengenal Lia lebih dalam, akhirnya dia mengikuti langkah Lia, dia semakin rajin beribadah dan bersedekah, walaupun dia masih belum bisa untuk berdekatan dengan lawan jenis selain Lia, namun banyak perempuan yang semakin kagum akan sikap Abigail dan mendambakannya.


lain halnya dengan Lia, dia akan lebih merasa bahagia jika penyakit aneh Abigail tidak kunjung sembuh, karena itu akan membuat Abigail tetap physical distancing dengan lawan jenisnya.


__ADS_2