Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
11.Halu


__ADS_3

gubraakkk...


Lia jatuh dari kursi yg ia duduki


omeprooss aku menghayal lagi, lagi dan lagi!! kenapa aku selalu halu gini sih?? ngarep amat jadi pacar si patung aneh itu!!


perlahan Lia berdiri dan berjalan menghampiri Abigail


tok..tok


"masuk!" sinis sekali


"tuan Abigail yg agung, bolehkah saya pergi ke pasar?"


"tidak boleh!"


"mengapa? stok bahan dapur dan kawan2 sudah mulai habis tuan" Lia menyusun kata dengan sangat indah agar dapat izin


"ke mall saja!"


"aaaa tidak bisa tidak bisa!! saya lebih nyaman di pasar tuan agung, karena semuanya fresh dan bisa tawar menawar, saya ahli dalam hal tawar menawar, bahkan garam harga lima ribu saja kalau sama saya jadi seribu lima ratus tuan agung, jadi irit kan?"


aku harus bisa mendapatkan izin dari orang aneh ini agar aku bisa menemui pujaan hatiku, dia pasti mau mengutarakan perasaannya padaku, ohhh indahnya!!


"apa yg kau pikirkan? senyum2 sendiri seperti dapat mainan baru saja!" Abigail tersenyum melihat kelakuan Lia


"ahhh itu tidak penting tuan, yg penting itu.. bagaimana?? apa saya boleh pergi ke pasar?"


sebenarnya Abigail sudah curiga melihat gerak gerik Lia yg sedari tadi terlihat aneh, apalagi setelah Lia membuka handphone nya


"baik, aku izinkan! tapi tidak lebih dari 2 jam! kau harus ingat, kau adalah pelayanku! dan ingat semua kesepakatan yg sudah kita buat bersama!"


"iya..iya.. bagaimana saya lupa tuan?? Anda kan selalu mengingatkannya!" Lia mendengus kesal


"kalau begitu saya berangkat sekarang tuan"


"jangan lupa sarapan!"


"ada yg lupa, uangnya mana?? hehe" Lia mulai nyengir kuda


"butuh uang berapa?" Abigail bertanya dengan sorot mata penuh selidik


"500ribu saja tuan agungku"


"banyak sekali yg kamu butuhkan? memang apa saja yg mau kamu beli hah?!" mulai penyelidikan


"tuan, itu saja sudah paling sedikit, kalau anda menyuruh chef untuk belanja dengan uang 500rb saja pasti itu hanya cukup buat makan tiga kali, kalau saya yg belanja bisa buat makan tiga hari tuan. jangan pelit dong, katanya tuan agung yg dermawan dan rajin menabung??" mulut pedas Lia mulai nyerocos seperi neraca pegas


"kau itu ya?? baru 2 hari yg lalu kau minta uang padaku kan, dan itu jumlahnya juga banyak" mulai perdebatan

__ADS_1


"hei tuan patung yg agung, itu kan buat beli keperluan anda sendiri dan saya hanya memakainya sedikit untuk beli pasta gigi saya beserta istrinya(sikat gigi maksutnya hehe)"


"kau pandai sekali membalikkan fakta ya! bukannya kau yg menghasutku untuk membeli peralatan tidak penting itu!"


"tapi kau menyetujuinya tuan patung yg agung!"


"aaahhh sudahlah tidak perlu memperdebatkan uang, itu tidak penting bagiku, berapa yg kamu butuhkan?? Lima ratus ribu ya?? bahkan pasarnya saja mampu kubeli beserta para pedagang dan dagangannya!"


sombong amat sihh


"silahkan dibeli tuan,saya akan mendukung anda, karena jika anda membeli pasarnya saya tidak repot bolak balik belanja apalagi mengolah belanjaannya, jadi saya bisa berangkat kuliah dengan tenang dan damai deh!!" Lia berkata sambil mencakar bibir meja


"baik, lalu kau tak perlu membutuhkan aku untuk melindungimu juga kan!" ancam abigail yg sudah mulai kalah telak dengan ucapan Lia


"oh saya tidak memerlukan perlindungan anda lagi tuan, karena papa anda yg gila itu sudah pergi ke luar negri bukan hahaha.." tertawa dengan sombongnya


"kau salah Lia, benar papaku sudah pergi ke luar negri, tapi bukankah di luar sana ada Tante macan yg siap menerkammu kapan saja ya?? o iya aku lupa dia bahkan akan menculikmu setelah mendengar bahwa papaku sudah tidak membutuhkanmu lagi" Abigail tersenyum licik dengan tatapan tajam ke arah Lia


mendengar itu, Lia terkejut dan merinding membayangkan bagaimana suasana salon Pesona waktu pertama kali Lia datang ke tempat tersebut


"benarkah Gail?" Lia bertanya dengan gemetar di bibirnya dan beringsut mundur, bahkan Lia sudah mulai terjatuh ke lantai karena traumanya yg belum sembuh sempurna


"tidakk..aku tidak mau kesana lagi!!!"" teriak Lia dengan tangan yg mulai menjambak rambutnya dengan kuat


"aku tidak mau,aku takut!!" Lia masih teriak2 dan menangis


Abigail hanya tersenyum licik ketika melihat Lia ketakutan,


"iya.." jawab Lia dengan suara lirih


"kalau begitu kau harus patuh padaku, mengerti!"


"iya.." jawab Lia lagi


"kemarilah" Abigail menjentikkan jarinya


"baik tuan" jawab Lia sembari berjalan pelan menuju tempat Abigail duduk


Lia hanya berdiri tepat di depan kursi dimana Abigail duduk dengan wajah menunduk karena tidak berani melihat wajah Abigail yg mulai terlihat kekejamannya, melihat itu Abigail geram dan menarik Lia hingga Lia duduk di pangkuannya


"kalau kau berada di depanku, kau tak boleh menunduk Lia, kau harus terus menatap wajahku" aku hanya ingin tau perasaanmu terhadapku Lia, maaf jika aku selalu mengancam dirimu


"peluk aku!"


Lia berhambur memeluk Abigail dengan wajah merona nya,


"Abigail, patungku, jangan serahkan aku kepada Tante Zhizie, kumohon!" Lia berbicara tanpa melepas pelukannya


kenapa aku nyaman sekali berada di pelukanmu Abigail

__ADS_1


"oke, tapi kau harus berjanji padaku, kau harus tetap menjadi pelayanku, tidak boleh menjalin hubungan dengan pria lain, dan kau tidak boleh pergi dari rumah ini selama lebih dari 2 jam, tidak termasuk jam kuliahmu! itupun kau harus pergi dengan pengawalku, mengerti!"


"iya aku berjanji, tapi berapa gajiku?"


"hah..apa di otakmu itu cuma ada uang uang dan uang Lia?" Abigail mendesah kesal


"iya, karena hidup di zaman milenial ini tidak akan dihargai kalau tidak punya uang!"


"dengarkan aku Lia, uang bukan segalanya, bahkan di mata Tuhan kita semua sama, miskin kaya tidaklah berharga jika tak punya etika, jangan sampai kita memandang rendah seseorang karena tidak memiliki banyak harta, kita tidak akan pernah tau kapan nafas kita berhenti berhembus, jika saat itu tiba dan kita belum bisa menjadi orang yg baik maka kita hanya akan menyesali tanpa bisa memeperbaiki, oleh karena itu jadilah pribadi yg baik, yg bisa menghargai orang lain, semua yg ada di dunia ini hanyalah titipan Tuhan, yg bisa diambil kapan saja, bahkan kau tau kan seberapa banyaknya hartaku, dengan mudah Tuhan akan mengambilnya dan menjadikan aku gembel jalanan,mengerti"


ternyata kau sangat bijak Abigail


"iya iya, aku mengerti, sudah kan ceramahnya? jadi berapa gajiku?, aku kan bekerja dengan keras untukmu" kata Lia sambil bergelayut manja di leher Abigail


Lia sangat merindukan suasana itu, karena setelah sekian lamanya Abigail tak mempedulikannya, dan entah ada angin dari benua mana sehingga Abigail mulai bisa kembali hangat seperti dulu lagi, meskipun hangatnya masih bisa membekukan air


dasar anak kecil,


"baik, gaji mu 1 juta per bulan!"


"what!!!" teriak Lia


"kenapa?? terlalu banyak kah??"


"terlalu sedikit bodoh!!! bahkan gaji pembantu di rumahku saja tidak segitu" Lia mengerucutkan bibirnya


"baik aku tambah gaji mu jadi 2juta per bulan, tapi bayar kuliahmu sendiri, makan sendiri dan beli semua perlengkapan hidupmu sendiri! terserah kau mau pilih yang mana!"


o iya bodoh sekali aku ya, selama ini kan patung ini yg membiayai semua kebutuhan hidupku wkwkwk, tak apalah jika nanti gajiku habis, aku akan memintanya lagi haha


"jelas aku pilih yg 1juta dong tuanku haha, kau ini tau saja cara memojokkan orang ya hahaha siapa yg mengajarimu" tawa Lia sambil mencubit hidung Abigail dengan keras


"berani sekali kau Lia!! aku akan potong gaji mu karena sudah berani menyakiti hidungku yg lebih berharga dari hidupmu ini"


"ya sudah kalau begitu aku mogok masak mogok bersih selama 1 Minggu, bagaimana?"


"terserah itu bukan urusanku, aku bisa saja makan di luar kalau kau tidak masak bodoh, minta maaflah dengan benar maka aku akan membakar keputusanku tadi"


cup..cup..


Lia mengecup pipi kanan dan kiri Abigail


"maafkan aku tuanku" kata Lia dengan lirih


seketika raut wajah Abigail berubah menjadi merah merona karena ulah Lia yg tidak tau malunya


"sekarang aku berangkat ke pasar dulu ya, kita sudah cukup lama melakukan olahraga tadi" kata Lia sambil mulai menegakkan kakinya karena sudah terlalu pegal berada di pangkuan Abigail


"iya" itu saja

__ADS_1


Lia kau adalah bidadariku, sekalipun kau berasal dari neraka pun aku tak peduli karena kau telah menerbitkan pelangi mengelilingi hujan petirku..


__ADS_2