
Lia berlari mencari sosok Herman disetiap sudut rumah itu, dan akhirnya Lia menemukan sosok Herman itu
"ada apa kau kemari? kau sudah siap?"
"sudah, mari kita lakukan! tapi dengan 1 syarat, setelah kau berhasil mendapatkannya, bawa aku ke tempat terpencil yg belum pernah dikunjungi orang"
"untuk apa?" tanya Herman sambil mendekat ke arah Lia
"aku hanya ingin sendiri, aku takut tubuh kotorku akan mempengaruhi orang lain"jawabnya tidak masuk akal
Herman terkekeh
"Lia, dengarkan om! apa kau tau alasan om membelimu??"
"om tau kau adalah putri Harditama, dia adalah temanku, dan dia tau kalau kau terjebak di salon itu, oleh karena itu dia memintaku untuk menyelamatkanmu"
"sebenarnya kau bukan type teman ranjangku,tapi karena permintaan ayahmu, akhirnya aku membelimu"
"oleh karena itu, jangan berfikir untuk aku membuangmu atau mengasingkanmu"
"Lia, maaf kalau aku telah mengotori tubuhmu"
Lia sungguh terkejut mendengar pengakuan Herman,
__ADS_1
"benarkah om?? itu berarti om tidak akan macam2 denganku kan?" Lia bertanya dengan mata yg berbinar2
"tidak Lia, tapi aku mau kau menikahlah denganku"
deg..
"om aku pergi dulu" Lia pergi tanpa memberikan jawaban sedikitpun atas pengakuan Herman
Lia terisak menangis sambil memeluk bantal yg ada di sofa kamarnya, dan lagi Lia mengingat sosok ayahnya yg begitu tega menjadikannya sebagi umpan untuk mendapatkan tangkapan yg lebih besar
lamunannya terbuyar karena mendengar teriakan yg sepertinya dia mengenal suaranya
Lia bergegas mencari sumber suara tersebut, dan benar saja dugaannya,suara itu berasal dari kamar Abigail
Lia langsung lari menuju kamar Abigail tanpa menghiraukan Herman yg memanggil2 namanya
"kamu alergi apa Gail? aku akan mencari obatnya sekarang juga!" Lia sangat cemas dengan keadaan Abigail karena Abigail histeris seperti orang kesurupan macan
tiba2..
"Lia.." Abigail memanggil Lia dengan suara sangat lirih
"iya aku disini, katakan padaku, apa yg terjadi denganmu?"
__ADS_1
Abigail hanya terdiam seperti orang depresi dan kehilangan akal.
"aku peluk ya" Lia dengan tanpa malunya menawarkan diri sambil merentangkan tangannya sebagai tanda welcome untuk memeluk Abigail
Abigail hanya mengangguk
sementara itu Lia langsung mendekap erat tubuh Abigail yg sedang duduk di lantai sebelah nakas, posisinya mojok di kamar seperti orang ketakutan
"ada apa Gail? apa yg terjadi? apa ada yg mengganggumu?? kau kan patung berjalan, kalau lihat hantu masa setakut ini? dan apa ini yg ada di tubuhmu?? bahkan suhu tubuhmu melebihi oven yg terdapat cake didalamnya!" mulut Lia nerocos saja seperti tidak ada lidah didalamnya
"kau akhirnya tau kelemahanku Lia" jawab Abigail yg semakin erat membalas pelukan Lia
"tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan mu dengan papaku, aku juga mendengar kalau papa melamarmu, tiba2 aku merasa kehilangan seperti aku kehilangan mamaku dulu" abigail mencoba menceritan semuanya tanpa sadar apa arti dari perkataannya
"ooohhh jadi kau cemburu rupanya?? lalu apa hubungannya dengan luka2mu?" tanya Lia dengan santainya sambil mengelus rambut Abigail
"aku memiliki penyakit mental yg sungguh aneh, ketika aku melihat perempuan, aku merasa gatal, itu terjadi sejak ibuku meninggal, apalagi ketika aku tidak bisa menahan emosi, aku bisa sampai mimisan, tapi berjanjilah padaku, jangan katakan rahasia ini kepada siapapun, bahkan sampai kepada hatimu!!" ancam Abigail
"hahaha... penyakitnya lucu ya, baiklah aku tidak akan mengatakan kepada siapapun, termasuk hatiku hahaha" Lia tertawa sambil memegang perutnya yg terasa kaku karena tawanya yg tidak dapat berhenti
"cukup Lia, kau sama sekali tidak punya hati nurani ya! diamlah dan ambilkan obat dibawah bantalku!" Abigail hanya memanyunkan bibirnya
"baiklah, kau itu ya sudah sakitnya aneh, naruh obatnya juga aneh, dasar orang aneh!" hina Lia sambil beranjak mencari obat yg dimaksud oleh Abigail
__ADS_1
thanks for watch gaes, don't forget like and vote ya!
🥰