Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
Seserahan


__ADS_3

Pukul 4 pagi Abigail selesai membersihkan diri dan menunaikan shalat subuh. Dia begitu semangat setiap ingat bahwa pukul 2 nanti ia akan mengucap kalimat sakral ijab qabul untuk menyunting gadis manja yang sangat ia cintai.


Herman Sentosa yang sudah mendekam di penjara kini telah berada di rumahnya untuk menyaksikan pernikahan sang putra. Bahagia dan haru, meski hatinya patah tidak bisa mempersunting gadis mudanya, Lia. Namun tetap diawasi oleh pihak kepolisian, karena dia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, sedangkan Zhizie 25 tahun penjara, kasusnya lebih berat karena terjerat pasal perdagangan manusia dan percobaan penculikan.


Di kediaman Arta Harditama, Lia juga baru selesai menunaikan shalat subuh. Lia membuka layar handphone nya, terlihat nomor kontak "tuan mudaku❤️" mengirim pesan chat.


"hai calon istri, sudah shalat?🥰" Abigail


"sudah, kamu?" Lia


"ini baru selesai, nanti pukul 7 kamu akan dijemput Zio untuk membeli barang barang seserahan, pilih sendiri ya" Abigail


"sama kamu??" Lia


"iya, aku akan menunggumu di mall saja" Abigail


"oh baiklah, cincin pernikahan gimana?" Lia


"aku meyerahkan cincin pernikahanku kepada Grace, kebetulan bibinya bisnis perhiasan" Abigail


"apa bisa sesingkat itu? jangan terbuat dari emas ya, laki laki tidak boleh memakai perhiasan dari emas" Lia


"aku tahu Ya, aku akan pergi ke gedung dulu kasihan Vero dan Zio tidak tidur semalaman" Abigail


"oke calon suamiku, hati hati ya🤗😘" Lia


"😘😘😘😘😘" Abigail


Lia tampak senyum senyum sendiri membaca pesan Abigail. Seperti anak remaja yang baru dimabuk asmara.


"aku cinta kamu Gail, sangat!!!" gumam Lia


Sementara Abigail tengah bersiap menuju gedung, Abigail mengendarai mobil sport nya dengan kecepatan sedang. Beberapa kali tampak Abigail menguap menahan kantuk karena kurangnya istirahat. Dekorasi gedung hingga kamar pengantin memang diserahkan kepada Vero dan Zio, namun baju pengantin, undangan, MUA, dan cincin pernikahan Abigail sendiri yang mengurusnya.


Pukul 11 malam,Abigail menelepon Zora sang designer untuk mempercepat kinerjanya. Abigail menyuruh Zora untuk membuat kebaya set yang didesign Lia sendiri kemarin sore. Dengan waktu singkat Zora memanggil beberapa asisten designer untuk membantunya. Untuk bahan Abigail yang memilihnya sendiri, kebetulan masih ada beberapa sisa bahan brokat dan bahan batik yang Zora dapatkan dari Bali. Abigail memilih warna putih untuk brokat sebagai atasan kebaya, dan kain soket sebagai bawahan kebaya. Sedangkan untuk dirinya, Abigail memilih stelan jas berwarna putih serasi dengan kebaya Lia.


Dan cincin pernikahan yang dipesan Abigail dari bibi Grace sudah diselesaikan pagi ini. Untuk undangan Abigail mengerahkan beberapa staf pegawai kantor untuk memberikan undangan pernikahannya kepada beberapa klien dekat Abigail. Tentunya dengan undangan resmi yang telah Abigail persiapkan dan akan disebarkan pagi ini juga.

__ADS_1


Abigail telah sampai di depan gedung AnC Group miliknya. Terlihat bunga tulip putih yang telah dirangkai sedemikian rupa untuk menghiasi pintu masuk gedung tentunya beralaskan red karpet hingga menuju panggung ijab qabul. Tidak berlebihan namun elegan.


"selamat datang bos, waktunya ganti shift ya, saya benar benar tidak kuat,mata saya ingin segera dimanjakan" Vero menyambut bosnya dengan mata pandanya juga dengan penampilannya yang sudah awut awutan


"baiklah, tapi sebelum pukul 11 siang kau harus sudah bersiap, aku akan membutuhkanmu lagi" ucap Abigail


"siap bos!" Vero hendak pergi meninggalkan gedung namun Abigail menarik tangan Vero


"Vero, terimakasih telah bekerja keras, aku akan memberimu bonus besar"


"waahhh terimakasih bos, gitu dong.. jiwa pahlawan saya berkobar lagi"


"pernikahanmu 2 minggu lagi kan?"


"iya bos!"


"aku akan datang, itu bonusnya!"


"......."


"saya pulang dulu bos" dengan wajah datarnya Vero berjalan menuju area parkir dengan dada berkecamuk.


seberapa berharganya dirimu untukku bos!! bahkan jika aku disuruh memilih, aku akan lebih memilih sapi kakekku dibandingkan dirimu, ciihh!!!


lain dengan Abigail, dia merogoh handphone disakunya, mencari nomor seseorang dan memencet tombol memanggil..


"assalamu'alaikum.."


"walaikumsalam tuan Fardan, ada yang bisa saya bantu" ucap seorang wanita diseberang sana


"tolong kirimkan kunci apartemen saya yang berada di kota xx ke alamat Vero sekarang!"


"baik tuan"


"beri kartu ucapan terimakasih segila mungkin"


"baik tuan"

__ADS_1


tut... telepon dimatikan.


Abigail menghubungi pemegang aset keluarga Sentosa dengan maksud ingin memberi hadiah salah satu apartemennya untuk Vero sebagai apresiasi atas kerja kerasnya.


lalu hadiah apa untuk Zio ya...


di rumah Vero


tok tok..


"permisi" ucap seorang laki laki dan dia adalah seorang kurir


ceklek..


"hoaaammmm, apa hidupku memang ditakdirkan untuk bekerja setiap detik hah!!!" Vero masih dengan pakaian yang ia gunakan kemarin, ternyata dia baru sampai di rumahnya dan belum sempat menaruh bokongnya di kursi😅


"maaf mengganggu istirahat anda tuan, ini ada kiriman paket dari tuan Fardan, silahkan tanda tangan di sini tuan" ucap kurir itu menunjuk kertas kwitansi


tanpa jawaban Vero langsung menandatangani kertas yang ditunjuk pak kurir. Setelah selesai pak kurir tersebut meneruskan perjalanannya.


sreekkk...


Vero membuka kertas kado bergambar Ariel si putri duyung yang dipesan langsung oleh Abigail khusus untuk Vero.


*ini adalah kunci apartemen yang paling jelek yang pernah kumiliki. daripada rusak nganggur lebih baik aku wariskan saja untukmu. ingat, biarkan rusak saja jangan diperbaiki!!!


dari bos ganteng mu


Abigail F.S*


"APA MAKSUD LO DASAR BOS GENDENG!!!" Vero mengusap wajahnya kasar, namun terlihat bibirnya tersenyum sekilas.


"terimakasih bos!" ucapnya lagi.


note: Abigail... panggilan khusus dari orang dekat sedangkan Fardan panggilan dari orang orang formal dan orang luar.


ngantuk bingitz gaes.. jadi seserahannya lanjut besok ya🤗

__ADS_1


__ADS_2