Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
malam pertama yang indah


__ADS_3

hai readers season ini tidak mengandung konten ++ kok, so.. buat yang masih unch unch lanjut aja yaahh😘😘


Setelah pesta pernikahan selesai Abigail memasuki ruangan dimana Lia istirahat, ruangan tersebut khusus untuk Abigail ketika lelah tidur di rumah, konyol tapi begitulah Abigail Fardan pemilik watak tertutup nan misterius yang pastinya tidak cocok sama sekali dengan watak Lia yang cenderung njeplak kono kene.


ceklek..


Abigail tersenyum tipis melihat sang istri yang tengah tidur terlentang dengan celana piyama namun atasnya masih memakai kebaya. Rambutnya terurai begitu saja dan make up yang sudah dihapus.


Abigail mendekat perlahan dan duduk di lantai samping kasur yang Lia tiduri. Tanpa berkedip Abigail setia menatap kecantikan sang istri yang terlihat murni tanpa polesan mak up sedikitpun.


"apa yang akan aku lakukan nanti malam ya, sudah sesore ini harusnya aku sudah membuat rencana" gumam Abigail lirih


"DASAR NGERES!!!"


Abigail terperanjak mendengar sang istri berteriak, dia tak menyangka ternyata Lia hanya pura pura tidur.


"kamu cuma pura pura tidur? ratu drama!" sungut Abigail


"yaa aku kira kalau kamu datang aku bakal dielus gitu rambutnya atau dicium keningnya gitu,, eeee malah bayangin adegan ngeres"


"kamu lupa kalau kita udah nikah?"


"ya..yaa.. enggak lah.. mana ada di momen yang membahagiakan ini aku lupain?" Lia nyengir kuda padahal dia memang lupa, taunya Abigail masuk cuma ingin menengoknya saja seperti hal biasa yang sering Abigail lakukan sebelum menikah.


"kalau kamu nggak lupa pernikahan kita, berarti kamu juga nggak akan lupa dong sama kewajiban kamu di malam pertama kita nanti" Abigail menaik turunkan alisnya, Lia yang mendengarnya sontak menyembunyikan wajahnya menahan malu.


"nanti malam kita harus berkembang biak oke" Abigail semakin menunjukkan wajah genitnya.


"KAMU PIKIR AKU HEWAN APA!!!" Lia dibuat marah dengan perkataan Abigail, yang benar saja pengantin baru minta jatah dengan kalimat seperti itu.


"kan memang benar, untuk memperbaiki keturunan juga kan?"


"yaudah kalau gitu tidur aja sama kambing pak Joko aja nohh.. berkembang biak aja sama kambing, aku mah ogiaaahhh"


"beneraann??"


"iyaa, aku bakalan nyari yang mirip idol k-pop yang tae tae siapa gitu, pokoknya yang ganteng itu"


"tae lalat??"


"bukan, yang Korea itu loohh"


"tae nyamuk??"


"itu tai bodoh" Lia menjitak kening Abigail keras dan berhasil membuat Abigail meringis kesakitan.


"ini nama orang dan dia tu super duper ganteng, jauh lah sama kamu" Lia memasang wajah mode kasmaran ala anak jaman now yang wajahnya di imut imutin mata di bulat bulatin.


"ya mana aku tahu, aku kan nggak tertarik dengerin lagu apa tadi? kepep atau apalah"


"ya iyalah orang di otak kamu isinya berkembang biak doang, mana ada waktu buat liat yang lagi viral"

__ADS_1


"bukan nggak ada waktu, hanya saja aku disibukkan dengan pekerjaan yang amat penting, lebih penting dari tugas negara"


"apa coba? berkutat sama laptop jadul kamu itu?"


"enggak, tugas buat naklukin hati kamu"


"hooeekk, gombalan receh darimana itu?"


"aku serius..."


"masa"


"iya sayang"


"BODO" dan Liapun pergi keluar untuk mengambil makanan.


"kayaknya legenda istri galak memang ada" Abigail mendesah kesal.


Beberapa menit kemudian Abigail merasa kepalanya pusing dan perutnya mual, wajahnya pun terlihat pucat. Bagaimana tidak! Abigail bekerja ekstra untuk membuat acara pernikahan sesingkat dan sebaik mungkin demi Lia. Kurang tidur, makan telat dan tanpa istirahat.


Lia baru saja kembali setelah puas makan mi ongklok pinggir jalan depan gedung AnC Group. Tak lupa Lia juga membelikan Abigail martabak srikaya kesukaan suaminya. Dahinya berkerut melihat suaminya tengah tertidur di ranjang.


"loh.. sudah tidur? bukankah tadi bilang ingin buat rencana?" gumam Lia lirih. Perlahan Lia mendekat dan naik ke atas ranjang. Lia menatap Abigail sayu,


suamiku.. batin Lia. bibirnya tersenyum dan Liapun mencium kening Abigail.


"kenapa tubuhnya panas? apa dia demam?" ucap Lia


"jangan berisik! kamu demam? kamu sakit?" begitulah Lia, sedikit membentak namun tidak dapat menutupi kekhawatirannya.


"sedikit kelelahan saja kok" ucap Abigail sambil tersenyum.


Lia menghela nafasnya, tangannya menyentuh jemari suaminya lembut.


"sayang, aku kerokin ya.." kebiasaan Lia ketika demam waktu masih di rumah papanya adalah minta Mbok Nah untuk membuat lukisan abstrak di tubuhnya, katanya dapat meredakan demam.


"aku minum obat saja, aku tidak biasa dengan kerok kerok macam itu" jawab Abigail ketus.


"aku tidak menerima penolakan!" ucap Lia tegas dan sukses membuat Abigail menurut.


Dibukanya baju suaminya itu dan sedikit demi sedikit lukisan abstrak itupun mulai tampak, seperti tulang ikan. Itupun tak luput dari ah ih uh nya Abigail karena menahan sakit.


"aahh.. pelan Li"


"iya sayang, tahan ya"


"ssss..sakit.. jangan yang situ, geli"


Begitulah rintihan di sebuah kamar pengantin baru, tukang cleaning service yang tengah menyapu tepat di depan pintu kamar itu pun hanya menggelengkan kepalanya.


"pengantin baru mah nggak bisa nahan emosi" ucapnya.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar pengantin baru yang bernuansa little pony tersebut terlihat sang wanita dengan wajah ala ala ikan buntalnya.


"yang mau bikin rencana kamu! yang gagalin rencana juga kamu! tau nggak sih di momen sakral ini harusnya menjadi momen menegangkan sekaligus mengharukan untukku, taunya malah main kerokan. Nggak etis banget!" sungut Lia.


"maaf sayang, aku juga nggak nyuruh demam nya datang sekarang, besok aku akan beli bye bye fever khusus untuk malam pertama kita"


"besok udah malam kedua dan juga emangnya besok kamu ada rencana demam lagi?"


"sedia payung sebelum hujan kan?"


"demam aja terus nggakpapa, biar gagal berkembang biak" ucap Lia ketus.


"Li, aku sedang sakit gini kamu masih saja marahin aku"


"abisnya kamu, aku kan udah bilang jaga kesehatan jangan capek capek"


"maaf, aku kan ingin yang terbaik untuk pernikahan kita"


"aku tau, tapi pernikahan terbaik buatan kamu berakhir kerokan pada malam pertama"


"malam pertama bisa besok besok hari kan?"


"iya aku mengerti, udah selesai" Lia meletakkan koin dan balsem di atas nakas dan pergi mencuci tangan. Sedangkan Abigail langsung memakai kaosnya.


Tidak menunggu waktu lama, Lia kembali dan menghampiri Abigail yang sedang duduk bersandar kepala ranjang.


"sayang, tadi aku beliin kamu martabak srikaya, kamu makan dulu ya!"


"suapin ya" jawab Abigail manja.


"iya suamiku" dan dengan cekatan Lia membuka bungkus martabak itu dan menyuapkannya ke dalam mulut Abigail.


"sudah Li, aku kenyang"


"tapi ini baru sedikit loh"


"aku kenyang"


"ya sudah, sekarang kamu tidur ya"


"temani aku!" ucap Abigail datar, sebenarnya dalam hatinya menahan malu karena dalam hidupnya belum pernah menawarkan diri seperti itu.


"iya" jawab Lia singkat.


Lia merebahkan diri tepat di samping Abigail, memaku. Jantungnya berdetak hebat, padahal dia tahu bahwa suaminya sedang tidak selera untuk ber kuda lumping. Abigail pun mengerti dengan pikiran istrinya. Dan berkata "malam ini aku tidak ada waktu untuk main kuda kudaan, penabuhnya sedang libur". Sontak membuat wajah Lia merah semerah tomat.


"Gail, apa di otak kamu cuma ada itu itu aja ha?"


"untuk pengantin baru seperti kita, pasti lah"


readers sekalian...tinggalkan jejak dong, udah banyak yang baca loh...

__ADS_1


__ADS_2