
Malam ulang tahun papa Bunga telah tiba.
Lia telah berdandan cantik dan elegan, mengenakan dress cantik panjangnya sampai bawah lutut berwarna putih polos, rambut terurai dan high heels senada dengan dress yg Lia pakai, hiasan kalung dan mutiara menambah kesan elegan untuk penampilannya malam ini.
"Li, kamu pake bedak berapa lapis sih? lama banget dandannya!" Abigail duduk di ruang tv sambil memainkan ponselnya
"iya iya, udah kok"
ceklek
suara pintu dibuka
mata Abigail tak berkedip saat melihat kekasihnya keluar dari kamar
"aku cantik kan??" Lia menenteng ujung dress nya sambil berkedip genit
"iya cantik sedikit" begitulah Abigail, yg selalu menutupi kata hatinya bahwa kekasihnya itu memang cantik
"ishh kau selalu saja tidak mau jujur" Lia mendengus kesal
"marah?"
"enggak, berangkat saja! aku akan memamerkan kecantikanku kepada para cogan di pesta nanti"
"jangan macam macam, kau hanya milikku"
"eh belum ber sertifikat kali"
"oke, besok kita ke notaris"
"ngapain?"
"bikin sertifikat lah" Abigail tertawa
"tumben ketawa! nggak ada yang lucu!" Lia mengerucutkan bibirnya
"ya sudah besok kita ke penghulu, biar kamu hanya menjadi milikku"
"oke, aku tunggu"
"beneran?"
"iya!"
"kapan?"
"tahun depan!"
"dasar angry bird! dikit dikit marah"
"MAU BERANGKAT NGGAK?" Lia sudah tidak bisa menahan kekesalannya
"iya sayang, jangan marah marah gitu, nanti berubah jadi kyu ranger loh"
"..."
"oke oke kita berangkat"
Abigail membukakan pintu mobil untuk sang kekasih,
"silahkan masuk my rapter"
"..."
Tuhan tambahkan sedikit gula untuk kesabaran ku agar aku merasakan sedikit manis ketika menghadapi kekasihku yang seperti monster ini gumam Abigail dalam hati
setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, akhirnya sepasang kekasih anti uwwu itu sudah sampai di tempat tujuan.
dan tentu saja suasana neraka menjadi topping spesial untuk perjalanan mereka kali ini. karena kadar suasana hati Lia yang sedang naik turun, seperti menjelang PMS.
benar saja, baru turun dari mobil sportnya, Lia keseleo dan hampir jatuh jika tidak langsung ditangkap Abigail. Banyak tamu undangan yang menertawai namun ada yg berbisik ala emak emak nyinyir juga.
hari apa sih ini? apa hari ini weton aku ya? kenapa aku sial gini ucap Lia dalam hati
"kamu nggak papa?" tanya Abigail sambil mengelus pundak Lia
"enggak!"
oh my kyu ranger, aku harap Laki datang kemari dan menolongku begitulah ratapan seorang Abigail yg sedang menghadapi seorang Lia ketika menjelang PMS
"ayo masuk, jangan marah terus" Abigail mencubit lembut pipi Lia
"iya, maaf"
mereka berjalan sambil bergandengan tangan memasuki sebuah gedung dimana acara pesta ulang tahun papa Bunga diadakan.
__ADS_1
"wah mewah sekali" jiwa norak Lia meronta ronta melihat lampu lampu dengan bentuk klasik gemerlapan dimana mana, ada panggung juga yang sudah dihiasi oleh tatanan lampu berwarna ungu dan bunga sakura, dan terdapat kue ulang tahun berbentuk mobil sport ala Lamborgini
"kalau kamu suka besok ulang tahun mu aku buatkan yg lebih dari ini" Abigail tersenyum
manis tambah bumbu rayuan dalam rangka menghilangkan kesuntukan sang kekasih
"iya sayang, aku mau" Lia bersorak bahagia dan berhambur memeluk Abigail
benar kan, belum sampai ku perlihatkan cincin KW nya aja udah sembuh Abigail bersorak ria dalam hati
"selamat malam tuan muda Herman Sentosa" papa Bunga menghampiri Abigail dan mengulurkan tangannya
"selamat malam tuan Fred"
Fred ya, nama yang familiar untukku gumam Lia dalam hati
"selamat malam juga nona muda Harditama"
"eh?"
"hahaha, jangan terkejut nona muda, anda adalah tokoh ballerina favorit putri saya"
"putri anda?"
"benar, Zalora"
"maaf saya tidak tahu tuan"
"ah saya membuatmu bingung rupanya ya, saya akan menemui rekan rekan kerja yg lain, saya permisi"
aneh sekali tuan Fred itu, dilihat dari tatapan matanya terhadapku sepertinya dia memiliki dendam denganku tapi apa?
"hai Gail.. aku sudah menunggumu dari tadi loh, kita minum yuk"
ciihh aroma pelakor menyeruak sekali gumam Lia dalam hati
"uhm" Abigail menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan Lia untuk ikut bersamanya minum dengan Bunga
"aku tidak biasa minum sayang" Lia berbisik di telinga Abigail
dasar wanita kampungan, lihat saja nanti siapa yg pantas untuk menjadi pendamping Abigail _Bunga
"kalau begitu minum teh atau kopi saja nanti ya"
"iya, kamu mau minum sama Bunga?"
mereka bertiga sudah sampai di tempat tujuan mereka, mini bar dengan aneka suguhan minuman.
"hei kau, aku mau minum" ucap Bunga dengan nada sombongnya
"baik nona, minum apa?" jawab salah satu waiters yang ditunjuk Bunga
"redwine"
"baik nona, nona muda dan tuan muda mau memesan apa?"
"aku kopi saja ya mas" ucap Lia sangat ramah
"samakan minumanku dengan kekasihku" Abigail mengelus rambut Lia
"eh iya sayang, Vero dimana? bukankah dia juga mau ikut?"
"dia sudah datang, paling sebentar lagi dia akan kemari"
"oh"
"silahkan nikmati kopinya nona muda dan tuan muda"
2 cangkir coffee latte panas dan 1 botol red wine sudah disiapkan oleh sang waiters
"terimakasih mas" ucap Lia sambil tersenyum
cantiknyaa_waiters
"jangan terlalu ramah dengan lelaki selain aku"
"hahaha iya iya, dasar pencemburu"
"eehheemmm" sosok lelaki tampan datang menghampiri Abigail dan Lia
"kau terlambat datang, darimana saja?"
"maaf tuan saya terjebak kemacetan di jalan"
"ooohhhh"
__ADS_1
"POTONG GAJI GAIL" mode kompor gas di aktifkan
"dasar bocah mata duitan!" Vero mendengus kesal
Bunga yang melihat keakraban 3 tokoh teletubies itu merasa iri dan semakin membenci Lala(Lia)
"lihat saja!"
Bunga mengambil secangkir kopi dan mendekati Abigail
namun tiba tiba
grubyak
kopi itu Bunga tumpahkan pas di dada Lia, sontak Lia berteriak kepanasan karena kopi nya memang masih panas
Vero dan Abigail terkejut melihat kejadian itu,
Vero segera mengambil tissue sedangkan sedangkan Abigail menggendong Lia untuk dibawa pulang
"Gail, panaass, bawa aku ke rumahku"
"ke rumah sakit saja ya, kulitmu hampir melepuh"
"enggak, pokoknya pulang cepet"
SKIP
beberapa menit kemudian Lia duduk di ranjang kamarnya dan mengolesi lukanya yang terkena tumpahan kopi menggunakan lidah buaya yang sudah dipetik Abigail
namun berbeda dengan Abigail, tatapannya tertuju tepat di area squishy milik Lia
sial otakku kurang bersih_Abigail
"eh Gail, apa yang kau lihat?"
"SIALAN DASAR LAKI LAKI MESUM! KU BUNUH KAU!!" Lia menyadari arah tatapan Abigail, wajahnya bersemu merah
"aku hanya melihat lukamu Li" ucap Abigail dengan bibir gemetar
"LUKA??? LUKA GUNDULMU?! kau pikir aku tidak tau apa!"
"apa bagusnya squishy mu itu?"
"APA!!!" Lia semakin tersulut emosi mendengar ucapan Abigail
"apa?" ucap Abigail dengan wajah datarnya
"mulai sekarang kau tidak boleh menyentuhku , pulanglah aku mau shalat isya' dulu"
"berapa hari aku tidak boleh menyentuhmu?"
"1 Minggu"
"baiklah"
mana tahan aku, melihatnya saja tanganku sudah refleks ingin menyentuhnya_abigail
"kalau begitu aku pulang dulu"
"....."
"aku shalat di rumah saja dan jaga diri baik baik ya"
"......"
tap tap tap
Abigail mendekati Lia
"apa?"
tiba tiba
cuuppp
"kau melanggar hukuman, jadi hukumannya bertambah, kita tidak akan bertemu selama 2 3 hari ke depan"
"sayang, kau bicara apa sih? apa aku tidak boleh menyentuh kekasihku sendiri?"
"....."
"sayang..."
"......"
__ADS_1
"baiklah aku pulang"
semua ini gara gara Bunga dan kopi sialan itu ahhhhhh!!!!!