Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
tak punya mahkota


__ADS_3

Tiga hari berlalu, Lia dan Abigail tengah kembali dengan kesibukan kesibukan para huruf dan angka seperti biasanya. Lia dan Abigail juga telah kembali ke rumah Abigail. Namun kali ini tambah satu penghuni lagi, yaitu pak tubun (tukang kebun), namanya pak Man. Lia sengaja mempekerjakan tukang kebun karena dirinya sedang demam bunga. Dari lidah mertua hingga lidah tetangga Lia beli, sehingga rumah Abigail nampak terlihat lebih segar berkat tanaman tanaman Lia. Dari toilet hingga dapur tanaman hias menemani.


Pagi itu Lia sengaja bolos kerja karena suaminya yang tiada henti merengek minta jatah, padahal semenjak malam pertama hingga malam ketiga Abigail selalu demam setiap malam. Jika pagi Abigail akan bugar kembali.


"sayang..aku udah nggak demam loh" ucap Abigail kepada Lia yang sedang menatap alocasia dragon scale kesayangannya.


"kamu tega ya! malam pertama itu ya harus malam! bukan pagi.." Lia memutar bola matanya jengah.


"tapi aku selalu demam setiap malam". "kita periksa aja ya Mas!"


"uhuukk.." Abigail tersedak. "Mas?? sejak kapan?"


"sekarang! abis aku bingung kalau sebut nama kamu, kayaknya kita temenan, kalau sayang aku nggak nyaman"


"tapi aku lebih suka kalau kamu panggil sayang, Mas... cih! aku bukan pedagang permen kapas"

__ADS_1


"bodo amat! pokoknya aku mau panggil kamu Mas, Mas tersayang dan tercinta sepanjang jalan tol"


"terserah denganmu saja, kamu bahagia aku juga bahagia Dek!"


"kok Dek sih?aku bukan adikmu!". "bukankah lawan panggilan Mas itu Dek ya?"jawab Abigail santai


"tapi aku istrimu bukan adikmu Mas!". "kan Dek istri, bukan Dek adiknya Mas!" sergah Abigail.


"oke, tapi kalau ada anak kecil lewat kamu nggak boleh panggil mereka Dek, panggilan itu cuma untuk aku!" jawab Lia penuh penekanan.


"Mas, kamu mbok libur aja to! kan kamu yang minta aku untuk aku libur kerja, kok kamu plin plan sih" Lia bergelayut manja di lengan sedikit kekar Abigail.


"kenapa? kamu mau kita mantap mantap sekarang?"


"enggak Mas, aku kesepian aja kalau kamu nggak ada di rumah"

__ADS_1


"kamu kenapa sih Dek nggak mau mantap mantap sama aku? aku suami kamu! jangan jangan kamu nggak punya mahkota ya!!" mungkin kesabaran Abigail telah habis, munafik jika laki laki apalagi pengantin baru tidak menginginkan hutan rimbun sang istri. Apalagi sampai dibiarkan berhari hari. Nganggur dong!!.


"aku takut Mas, takut sekali" Lia menggigit bibir bawahnya. Setiap suaminya meminta jatah malam pertamanya, selalu saja terlintas bayangan bayangan ketika dirinya hendak diperlakukan buruk oleh laki laki kambing gembel di luar sana.


"TUHANN!! aku lupa sayang, harusnya kemarin kita ke dokter untuk ngecek kondisi mental kamu! suami macam apa aku ini!" dan kini Abigail pun paham dengan apa yang Lia pikirkan. Seketika Abigail memeluk Lia erat, sedangkan Lia menangis dalam pelukan sang suami. Hatinya begitu ambyar mengingat Didi Kempot telah tiada, eh salah! mengingat dirinya yang belum siap secara fisik untuk menghadapi malam pertama bersama sang suami.


"Dek, maafin aku.. aku benar benar lupa akan hal itu! kalau gitu kita sekarang ke rumah sakit ya."


"enggak, aku ingin kamu selalu di sampingku" dalam hatinya Lia berharap dengan adanya sang suami di sampingnya, trauma itu akan segera hilang.


"tapi ini sudah jadwalnya Dek! aku ingin kita segera punya momongan"


"baiklah, daripada kamu menganggap aku tidak punya mahkota, kita cek saja!"


"gitu dong istriku memang pintar" Abigail pun mencium puncak kepala Lia dalam, menghirup aroma shampo yang biasa digunakan oleh mereka berdua. Ya, setelah mereka menikah semua peralatan mandi dan make up mereka pakai bersama, dari sabun, shampo, pasta gigi, lotion, dan lulur. Sebenarnya Abigail ogah dengan peralatan seperti itu, karena biasanya Abigail hanya memakai deodoran dan parfum tanpa lotion apalagi lulur, namun kali ini berbeda setelah menikah. Semua kebutuhan sehari hari ibu negara yang atur, Abigail apalah daya, dia hanya menurut asal istrinya bahagia, sebagaimana janjinya kepada sang mertua untuk selalu membahagiakan Lia.

__ADS_1


__ADS_2