
beberapa menit kemudian, Lia benar benar telah putus asa, tak ada lagi harapan. Matanya berkunang kunang, buram dan...
ssiiitttt ..
sebuah mobil berhenti di depan ketiga manusia yang sedang tarik menarik seperti teh tarik, ulur sana ulur sini.
Lia hanya mampu menatap sepatu seseorang yang keluar dari mobil itu.
wah malaikat pencabut nyawa pakai sepatu, apa dia baru keluar dari wisuda?
"hoi! ada tuan besar perut dan perempuan lajang kelaparan ya di sini sampai ikan asin saja buat rebutan!"
ah perempuan jala** malaikat, dan mereka sedang berusaha menarikku, menculikku, bukan rebutan ikan asin. _Lia
"kamu tidak usah ikut campur urusanku, Zio!"
Zio, ah ternyata bukan malaikat pencabut nyawa ya_Lia
"jika ini menyangkut nona kesayangan saya, maka itu juga menjadi urusan saya!"
bugh..
Zio memukul Herman hingga terpental jauh ke pinggir jalan
"maaf tuan perut besar, bukan saya mau menyakiti anda, tapi saya tidak suka jika ada laki laki berlaku kasar dengan wanita, apalagi itu adalah nona saya"
namun tiba tiba datang empat laki laki bertubuh kekar seperti preman datang mendekati Zio, mereka adalah pengawal Zhizie.
mereka juga datang terlambat karena terjebak macet di tengah jalan.
langsung saja, perkelahian sengitpun terjadi. namun kali ini Zio kalah, jelas saja dengan tubuh Zio yang pas pas an, melawan empat jenis preman sekaligus, yaitu preman kampung, preman boiler, preman pejantan dan preman merah.
Zio terkapar di samping Lia. Zhizie melihat dua ikan asin tak berdaya itu menyeringai.
yang satu harga mahal yang satu pemuas ranjang untukku_ Zhizie
__ADS_1
"nona, maafkan aku tidak bisa menyelamatkan nona" ucap Zio lirih sambil meraih tangan Lia
"Zi...oo..kau bang**t, da..ri..mana kka..u ak..u me..nungg...gu bo..ba dan cup..cake kuu.." kondisi Lia sangat memprihatinkan dengan tangan yang menggenggam jemari Zio erat
"ANGKAT MEREKA!! BAWA MEREKA KE MOBIL!" Zhizie memerintah anak buahnya itu membawa Lia dan Zio secara paksa.
dengan sigap keempat pria itu langsung bagi tugas, satu membawa Lia tiga membawa Zio.
namun Lia mengeratkan genggamannya sehingga para preman itu kesusahan memisahkan mereka.
sial nona,kau membuat semangatku berkobar lagi!
Zio berusaha berdiri dan sekilas menatap Lia yang terkapar di jalanan yang kenapa malah sangat sepi itu. Zio kembali menghajar preman tak jelas itu. hingga Zio kembali menerima pukulan pukulan menyakitkan dalam tubuhnya.
bugh bugh bugh...
tiba tiba dua preman terkapar tanpa alasan. (ayam kena corona😂)
Zio terjatuh ketika dia melihat ada pahlawan jenis Atok Dalang dan Atok Aba (yang suka serial kartun malaysia pasti tau😂😂) berdiri gagah di depan dua ayam yang masih tersisa.
Zio melihat Zhizie kabur mengendarai mobilnya. Dan dengan jiwa tak gentar itu Zio merayap seperti cicak cicak di dinding mendekati Lia.
"nona sadarlah.. pahlawan kita telah datang! jangan mati sebelum berperang nona,gaun pengantinmu belum selesai dijahit!" kata kata konyol Zio itu berhasil menarik perhatian Lia yang sudah terkulai lemas
"aku belum mati bodoh! aku lapar,mana pesananku!" Lia menatap Zio serius.
Tuhan.. wanita darimana ini, dengan situasi yang genting ini kenapa dia malah ingat boba dan cupcake yang jelas jelas aku tidak mengerti jajanan apa itu!_ Zio
Abigail dan Vero telah berhasil menghabisi ke empat preman itu, mereka tak sadarkan diri, entah mati atau tidak yang jelas ayo siapkan bumbu dapur, kita masak besar hari ini wkwkwk!!!
Abigail tengah menghubungi pihak kepolisian untuk menangkap empat preman tak berdaya itu (yaaahhh gagal masak besar deh,!), sedangkan Herman, Abigail memapahnya memasuki mobil Herman sendiri, tanpa menyadarkannya. sedangkan Vero memangku Lia, berusaha untuk membangunkan gadis malang itu.
"kak Vero aku belum mati.. aku lapar.." ucap Lia lirih
"gadis bodoh, dalam kondisi seperti ini kau malah ingat makan!"
__ADS_1
"bos, peluk kekasihmu ini aku akan membawa Zio ke mobil dahulu, lukanya terlihat parah"
Abigail mengangguk, dia segera berlari mendekati Lia, dia memeluk Lia erat
"sayang.. kamu kenapa di sini haa?? mana yang sakit? bagaimana rasanya??" mode alay di aktifkan!!
"sa..yang.. aku tidak apa apa.. terimakasih" Lia tersenyum, tangannya menggapai pipi Abigail dan setelahnya dia benar benar pingsan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"dokter bagaimana keadaan istri saya!"
"pasien mengalami benturan ringan di bagian lengan dan kepala, tapi tenanglah itu tidak akan berdampak buruk untuk pasien, sedangakan yang lainnya hanya luka ringan saja, pasien juga sudah sadar, sepertinya dia mencari anda pak, saya permisi" Dokter itu tersenyum setelahnya pergi meninggalkan Abigail
saat ini Lia sudah dipindahkan ke ruang VVIP, sedangkan Zio mengalami retak tulang bagian tangan sehingga mengharuskannya melakukan operasi.
Abiagil memasuki ruang VVIP dimana Lia sedang lemah di sana.
"Li... aku minta maaf atas nama papaku, preman preman itu sudah ditangkap polisi, Zhizie dan papa aku yang akan mengatasinya" Abigail menunduk, malu dan sedih yang saat ini dia rasa, wanita yang akan ia jadikan istri terluka oleh papanya sendiri.
"jangan seperti itu, aku baik baik saja kok, untung saja tadi pahlawan ku datang sebelum kalian, kalau tidak habislah aku, pasti aku sudah dijadikan tengkleng oleh papamu si nafas tua itu"
"tunggu, pahlawan?" Abigail mengerutkan dahinya
"iya, Zio itu pahlawanku, kau tidak lihat pertarungannya tadi, seperti aku sedang melihat game mobile legend di youtube tau nggak?" Lia tersenyum mengingat kegigihan Zio saat melindunginya, genggaman erat tangannya dan ketulusannya
"Zio pahlawanmu, terus aku siapa?" Abigail berdecak sebal
"kamu dan kak Vero juga pahlawanku, tapi.. pahlawan telat sarapan hahaha"
Lia kau memang gadis yang kuat, dalam kondisimu yang seperti ini kau masih nisa tersenyum_ Abigail
"tunggu, telat sarapan??"
"iya, kau telat menyelamatkanku, aku terluka begini, sakit tau"
__ADS_1
tiba tiba Abigail mencium bibir Lia dengan lembut, cintanya untuk Lia semakin bertumbuh setelah kejadian ini.
seekk seekk.. jeda sek.. author kehabisan nafas gara gara ngebayangin empat ayam tadi hahahaha...