
Abigail dan Lia telah sampai di butik yang sempat mereka singgahi tadi siang. Dan mereka kembali sore.
Mungkin jika aku yang jadi karyawan pasti akan berfikir beli minuman dari siang sampe sore apa yang dibeli itu kopinya orang indonesia???
"selamat sore tuan dan nona, ada yang bisa kami bantu??" ucap salah seorang pegawai butik
"ah aku mau nyari gaun yang sangat cantik kak" kali ini Lia yang menjawab, bukan lagi Abigail
"baiklah mari ikut saya nona" ucap pegawai itu lagi
dari kejauhan terdengar bisik bisik para pegawai tentang Lia dan Abigail
"beruntungnya pasangan ini, si gadis cantik tanpa cela sedikitpun dan si pria tampan nan rupawan idaman setiap wanita, Tuhan sisakan satu untukku yang seperti itu" pegawai A
"itu kan yang tadi, bukankah tadi yang perempuan nggak mau diajak beli ya? aku dengar dia belum siap menikah, kenapa sekarang balik lagi??" pegawai B
"cowok ganteng mau aku tikung nggak ya??" pegawai C
"ceweknya nggak pantes sama dia, mending sama aku aja" pegawai D
"huusshhh jaman udah tua jangan kebanyakan ghibah, lihat dulu dirimu, apa kamu lebih baik dari dia? cantik nggak, kaya nggak, buruh iya" pegawai E
Lia sibuk mencoba beberapa gaun pengantin yang sudah disiapkan oleh sang pegawai. ada 4 gaun yang sudah Lia coba, namun tidak ada satupun yang cocok menurut Abigail.
"sayaaang.. aku lelah dari tadi nyoba ini nyoba itu, nggak ada yang cocok sama sekali, mau kamu gimana?" Lia bergelayut manja di lengan Abigail yang sedang duduk membaca majalah.
"aku nggak suka melihat setengah dada dan punggungmu terbuka" jawab Abigail tanpa mengalihkan pandangannya ke majalah
"ooohh aku tau, kak apa aku bisa mendesign sendiri gaunnya?"
"bisa nona, saya akan memanggil manager sekaligus designer butik ini"
pegawai tersebut berlalu pergi meninggalkan Abigail dan Lia di ruang ganti.
"sayang, kamu cuek sekali sih sama aku?"
"aku sedang membaca majalah Ya apa kamu nggak lihat?" Abigail melirik sekilas ke arah Lia setelahnya kembali membaca majalah
"oh" Mood Lia memburuk, kalian ingat tidak Lia memiliki penyakit mental kan?
beberapa menit kemudian orang yang dimaksud pegawai pun datang membawa buku dan pensil.
"selamat sore tuan Fardan dan calon istri" perempuan itu tersenyum ramah, dia cantik dan seksi. Abigail melirik ke arah perempuan itu dan kemudian berdiri membalas sambutannya
__ADS_1
"selamat sore.. Zora" Abigail tersenyum
kenapa dia tersenyum melihat Zora? apa mereka memiliki hubungan khusus?_Lia
"maaf aku tidak biasa berjabat tangan dengan wanita kecuali calon istriku, perkenalkan dia Lacillia"
"aku Zora Anggita" Zora mengulurkan tangannya
"Lacillia, panggil saja Lia" merekapun berjabat tangan.
"maaf apa nona Lia yang akan mendesign gaun pengantin?"
"iya, boleh kan??"
"tentu boleh nona, silahkan gambar design nona di buku ini"
"baik"
Liapun mulai sibuk dengan rancangannya, sedangkan Zora dan Abigail sibuk dengan obrolan mereka. Mereka terlihat sangat akrab, sampai sampai Zora membuatkan kopi untuk Abigail, dan tidak untuk Lia. Sontak Lia pun terbakar api cemburu dong! karena Abigail tipe laki laki yang sulit akrab dengan wanita, apalagi wanita yang baru dikenal. Sedangkan dengan Zora, Abigail langsung welcome, dulu Lia saja harus dikerjai mati matian oleh Abigail baru bisa kenalan.
Rancangan yang dibuat Lia adalah kebaya, bukan gaun berwarna silver ke unguan, Lia selalu melihat pernikahan dari Indonesia, dengan sang pengantin wanita mengenakan stelan kebaya khas Indonesia.
Atasan kebaya dari brokat cantik yang dipadu dengan mutiara mengelilingi kebaya, bagian bawah depan meruncing, dan bagian belakang memanjang. bawahan yang dipilih Lia bermotif batik yang akan Lia pesan dari Indonesia.
Lia lebih memilih simpel dan elegan, bukan kemewahan.
"boleh aku lihat?" Abigail melirik ke buku yang sudah berpindah ke tangan Zora
"tak perlu, dan tidak penting kan?" ucap Lia dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Zora dan Abigail.
cemburu.. Kamu memang masih mencintaiku ya?_ Abigail
Abigail pun menyusul Lia, namun Lia sudah tidak ada di depan butik bahkan di mobil juga tidak ada. Abigail menyusuri jalan menggunakan mobilnya.
benar saja Lia sedang duduk di bahu jalan. Dia terlihat sedang makan es krim.
"yang benar saja Lia, aku panik mencarimu, kau malah enak enakan makan es krim di sana"
Abigail menepikan mobilnya.
Melihat mobil yg sangat tidak asing, Lia berdiri dan kembali melanjutkan perjalanannya.
huh mau apa mencariku, mau pamer kemesraan lagi? batin Lia
__ADS_1
Abigail berlari mengejar Lia.
"kamu cemburu?" Abigail mensejajarkan langkahnya dengan Lia
"cemburu sama siapa?? Zora?? cih.. nggak level"
"lalu kenapa pergi begitu saja?"
"aku pengen es krim, kalau aku minta tolong sama kamu nggak etis banget kan rasanya mengganggu orang yang sedang berkencan ria!" Lia sedikit melotot dan mencondongkan dadanya ke tubuh Abigail
"tau diri, ck!!" Abigail bergumam namun masih terdengar di telinga Lia
"whaatt!!! oh i"m so sorry paman, telah mengganggu momen kuman paman" wajah Lia memerah
hatiku sakit banget!!! tapi kenapa beberapa hari yang lalu aku bisa ngerasa bosan ya gumam Lia dalam hati
"sudah jangan dibahas, dia temanku Ya, dan juga dia adalah designer khusus keluarga Harditama, semua pakaian yang aku dan papaku pakai itu dia yang buat, jangan berfikir macam macam" Abigail mengelus pipi Lia lembut
"beneran?? sungguh?? begitukah??" Lia tersenyum lebar
"iya, aku cuma punya kamu dan kamu cuma punya aku SAJA!!" Abigail menegaskan kata katanya
"hehe ya sudah aku habisin es krimnya dulu ya, setelah itu kita beli lagi"
"doyan apa kesurupan"
"aku cemburu!!!" Lia mengerucutkan bibirnya
oohhh jadi tiap cemburu makan banyak_ Abigail
"Lia, aku memutuskan kita menikah empat hari ke depan" Abigail menatap lurus
"uhuk uhuk uhuk... sayang kamu serius??"
"pelan pelan makanya kalau makan" Abigail menepuk pundak Lia
belum siap lagi ya?? _ Abigail
"kenapa nggak besok aja?"
seketika mata Abigail melebar,
"baik kita akan menikah besok, sekarang mari kita kembali dan bicarakan ini dengan ayahmu"
__ADS_1
"yeeeaayy, makasih sayang," Lia mengecup bibir Abigail sekilas
dooorrrr!!!! hehehe