Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
rencana


__ADS_3

Di bawah balutan selimut tebal, dua pasang suami istri tengah kegerahan lantaran kegiatan panas di siang bolong disaksikan teriknya matahari. Parahnya lagi, kegiatan ini mendapatkan gelar malam pertama dari sang suami, dan gelar siang pertama dari sang istri setelah pernikahan mereka berjalan tiga hari.


"Mas, aku mandi dulu ya, waktu shalat dzuhur hampir habis nih" ucap Lia dan beranjak dari ranjang berharga milik Abigail karena baru saja mendapatkan stempel kepemilikan sang istri.


"aawwww" pekik Lia. "eh, masih sakit Dek?" tanya Abigail yang langsung mendekati sang istri dengan raut kemenangan.


"perih Mas" lirih Lia. "ya udah, aku gendong sekalian aku mandiin ya" tanpa menunggu persetujuan, Abigail langsung menggendong Lia ala ala bridal style yang meskipun menahan berat badan sang istri. Sontak Lia kaget dan mengalungkan tangannya di leher Abigail karena takut jatuh.


"Mas, aku malu" wajah Lia merona menahan malu lantaran tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun. "malu kenapa? tahi lalat di ketiakmu saja aku sudah liat sayang" jawaban tersebut sontak mendapat respon amukan tipis di dada bidang Abigail.


"kamu ya.. nggak dapet jatah tujuh hari tujuh malam baru tau rasa"


"hehe jangan dong, galak amat"


dan merekapun mandi bersama disertai desahan desahan merdu dari keduanya yang sedang mengulangi adegan keringat bareng di dalam sana.


Disisi lain, Hilda semakin gelisah memikirkan anak tiri kesayangannya yang pastinya semakin kaya dan semakin bahagia. Hidupnya serasa kebakaran jenggot. Anak tiri kesayangan untuk dijadikan pembantu gratisan tepatnya. Otaknya berfikir keras agar bisa menguras harta menantunya. Ditambah lagi partner rencana busuknya yang tak kunjung memberi kabar. Ya, Hilda melibatkan dua orang sekaligus untuk melangsungkan rencana bulusnya agar bisa berjalan lancar.


"hah sial!! anak ini kemana sih? hari ini adalah hari untuk dia memulai rencana pertama." Hilda mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


drrtt..drrt.. gawai Hilda bergetar tanda panggilan masuk, nomor tak dikenal terpampang jelas di layar depannya.


"baru datang rupanya"


"lakukan langkah pertama dan jangan biarkan Vero atau Zio curiga, mengerti!"


tut..


Di sebuah mansion yang asri karena baru saja dihuni oleh begitu banyak tanaman hias di sana, sepasang suami istri yang baru saja melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim kini tengah berpelukan beralas sajadah karena baru saja mereka gunakan untuk melangsungkan shalat dzuhur.


"Mas, apa kamu menginginkan baby in our life?"


"tentu" jawab Abigail datar.


"apa kamu Tuhan?". "kita baru melakukannya Dek, belum ada tujuh kali kamu bisa bicara seperti itu!" sungut Abigail. "gila!!" imbuhnya lagi.


"maaf Mas, aku nggak bermaksud jadi gila, hanya saja aku takut.." Lia menggigit bibir bawahnya.


"hah... makanya kurangi menonton drama lebay itu! aku jadi korbannya kan! sampai kapanpun kamu adalah rumahku, sejauh mana aku pergi maka aku akan tetap kembali ke rumahku! mengerti?"

__ADS_1


"mengerti bos!!" jawab Lia dan kemudian beberes mukena. Dilipatnya dan ia taruh di rak mukena.


"sayang, apa kamu tidak ingin bulan madu?" tanya Abigail yang kini tengah duduk di bibir ranjang.


"tidak Mas, aku ingin kita menghabiskan waktu berharga di rumah saja sebagaimana anjuran pemerintah saat ini" jawab Lia sedikit nyengir kuda memperlihatkan giginya yang berbaris rapi nan putih bersih.


"benar begitu? momen ini hanya sekali seumur hidup lho"


"sungguh sayang, lagian liburan atau di kamar rasanya sama saja kan, nggak mungkin berubah jadi rasa strawberry atau vanilla" mulut Lia yang berjenis ceplas ceplos itu tanpa malu menjawab pertanyaan suaminya dengan jawaban bar bar nya.


Memang sebagian besar sepasang pengantin baru memilih untuk menikmati malam pertama mereka dengan bulan madu di tempat yang indah dan romantis. Ada yang hanya menyewa hotel tetangga, ke luar pulau, negara, bahkan ada yang sampai rela menghabiskan dana milyaran hanya untuk unboxing antar pasangan.Namun, tidak sedikit juga yang memilih untuk tetap di kamar sendiri saja dengan alasan berbeda beda. Ada yang tidak ada asupan dana, tiba tiba masuk angin, atau memang tidak suka dengan dunia luar. Kalau kalian tipe pengantin baru yang mana? jangan sampai kalian unboxing dulu baru ke penghulu ya hehe..


Karena tidak sedikit juga loh kejadian seperti ini. Canggihnya gadget jaman now yang siap menyuguhkan apapun yang manusia butuhkan menjadi salah satu penyebab rusaknya moral para remaja penerus bangsa. Dengan kecanggihan ini kese.patan bagi mereka yang memiliki pikiran kotor untuk menyalah gunakan sosial media. Entah untuk berjudi, pornografi, penipuan dan lain lain. Dan lebih parahnya lagi, jaman sekarang anak SD saja sudah bisa mendownload dan menyaksikan pornografi lewat suatu aplikasi. Dan dari sinilah terjadinya unboxing sebelum menghadap penghulu. Iya kalau diajak ke penghulu, kalau tidak.. terjadilah aborsi atau bahkan pembunuhan. Oleh karena itu, jagalah putra putri kita dengan baik, batasi penggunaan gadget dan awasi mereka.


gaje banget ya.. wkwkwk


**nggakpapalah.. daripada lama nggak update.


Mumpung masih di bulan syawal nih, author mengucapkan MINAL AIDZIN WAL FAIZIN ya.. maafkeun jika selama aku menulis, aku sering membuat kalian kesal karena sulit dipahami atau nggak nyambung..

__ADS_1


maklum lah ya.. amatiran hehe..


selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dam batin**..


__ADS_2