Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
introgasi maut


__ADS_3

Zio baru saja keluar dari ruang operasi, dalam keadaan masih pingsan karena pengaruh dari obat bius. Vero tanpa mengeluh, setia menemaninya. Zio digledek beberapa suster menuju kamarnya. Sama dengan Lia, Zio berada di ruang VVIP.


Setelah Zio berhasil dipindahkan, Vero pergi melihat keadaan Lia. Ruangannya bersebelahan dengan ruang Zio.


tok tok.. Vero mengetuk pintu


"masuk" suara dari dalam ruangan.


greepp..


baru saja Vero memasuki ruang itu, dia sudah disuguhi adegan yang membuat bambu runcingnya bereaksi.


"apakah aku mengganggu acara ser ser nya kalian?" Vero menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal, wajahnya memerah. Bagaimana tidak, Abigail menyuruhnya masuk namun tanpa melepas ciumannya dengan Lia.


siiaall.. dia bermaksud memamerkannya padaku ya! jelas jelas dia nyuruh aku masuk! _ Vero


"kak..." Lia memalingkan wajahnya menahan malu


"bos.. kalian sungguh tidak punya hati nurani membiarkan anak kecil melihat adegan tidak senonoh ini" Vero berkacak pinggang


sebenarnya aku masih menaruh harapan untukmu Liaa... _ Vero


"makanya cepat nikahi wanitamu!"


"cih... lihat dirimu, berani menodai tapi tak berani menikahi!"


"aku sudah melamarnya, tinggal pernikahannya saja"


"baru melamar, selagi belum halal masih bisa diperjuangkan bukan?"


"apa maksudmu! kau mau merebut Lia dariku!"


tatapan membunuh Abigail dan tatapan ejekan Vero menjadi satu menjadi aliran listrik


"stop...dengar! Gail, kamu tadi bilang melamar??aku anggap lamaran kamu belum resmi tuh! kau kan berjanji malam ini akan membuat lamaran romantis untukku, tapi kali ini gagal karena ulah si nafas tua dan wanita bokong jerapah itu!" Lia melipat tangan di depan dadanya

__ADS_1


"buahahaha, tolakan halus itu namanya!"


Abigail menyentil dahi Lia


"kamu kan belum tahu apa yang akan terjadi nanti malam kan!"


"auhhh sakit.." Lia menyentuh dahinya


"sudah sudah .. aku kesini cuma mau melihat keadaan Lia saja kok, karena aku lihat Lia baik baik saja aku akan kembali ke ruang Zio, kasihan dia sendiri!"


"baik, jika terjadi sesuatu hubungi aku!" Abigail langsung memasang wajah seriusnya


"oke bos! aku permisi pergi dulu!"


"baik kak, jika Zio sudah sadar katakan padaku, aku akan menemuinya!" Lia tersenyum, Vero mengangguk setelahnya pergi meninggalkan dua insan yang sedang dimabuk asmara itu.


"Lia, sejak kejadian tadi siang aku baru menyadari kalau kau begitu peduli dengan Zio"


"tentu, dia yang telah menyelamatkanku, dia tidak takut mati demi aku, dia bahkan menggenggam tanganku agar aku tetap di sampingnya ketika aku hendak dibawa pergi oleh para preman tadi"


"apa!! genggam tangan! kau menyukai Zio!"


"lalu kenapa kau terus memuja si Zio itu padahal jelas jelas aku yang menyelamatkanmu!"


"aku tidak melihat pertarunganmu karena aku tidur sebentar tadi"


"APA!!! jadi tadi kamu tidur bukan pingsan?"


"tadi waktu kamu datang aku tau, aku lega karena aku percaya kamu hebat, makanya aku memilih tidur saja"


"gila!! dalam keadaan genting seperti tadi kau masih ada waktu tidur!!!"


"iya, aku lelah dan sekujur tubuhku sakit"


"jadi kau lebih mengkhawatirkan Zio daripada aku?"

__ADS_1


"iya lah, apa kamu tahu, Zio sudah kalah bertarung tapi karena dia tahu aku dalam bahaya dia bangkit kembali dan melawan para preman! dia memang lelaki tangguh!"


"ooohh jadi aku bukan orang yang kau harapkan?"


"kamu kenapa sih?"


"Lia, apa kau juga tahu betapa paniknya aku ketika Vero memberi tahu bahwa kau dalam bahaya? apa kau tahu aku bahkan menerobos lampu merah demi menyelamatkanmu? apa kau tahu aku hampir menabrak tukang cilok di pinggir jalan?" dan apa kau tahu lainnya...


"aku tidak tahu dong! kan aku sekarat!"


"Lia aku hampir mati memikirkanmu!!! tapi kau dengan santainya membanggakan orang lain ketimbang aku yang jelas jelas hampir frustasi tadi"


"Gail, kamu cemburu?"


"......"


"ya ampun sayang.. aku hanya mengapresiasi pengorbanan Zio, aku terharu dengan keberaniannya demi menyelamatkan aku padahal nyawanya terancam, itu aja!"


"......"


"sayang.. kamu baik baik saja, sedangkan Zio yang jelas jelas bukan siapa siapa nya aku terluka parah demi aku, kamu harusnya berterima kasih padanya bukan?"


"aku jelas akan berterima kasih tapi tidak dengan puja pujimu itu, nafasku sesak mendengarnya"


"hahaha, kecemburuanmu itu tidak wajar Gail" Lia menyentuh tangan Abigail


"apa?"


"aku sangat mengagumi Lin Yi, aku tergila gila padanya tapi aku tetap mencintaimu, karena mereka yang ku kagumi hanya ada dalam luar otakku, sedangkan kamu ada di dalam setiap sudut tubuhku" Lia menoel hidung Abigail


jangan tanya Abigail gimana gaes, wajahnya bukan cuma merah tapi udah jadi ungu kuning dan ijo... dia berbalik badan membelakangi Lia, salah tingkah kaya anak kecil.


"hahaha kamu kenapa? malu??"


"tidak, aku kaget saja dengan gombalan murahanmu itu, aku tidak terpengaruh"

__ADS_1


"oh.. jadi tadi kata kataku cuma gombalan murahan! oke" Lia langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai pagi.


debat mulu ya... hehehe suka aja sama pasangan yang kebanyakan cerewetnya daripada romantisnya😊


__ADS_2