
Keesokan paginya, Lia terbangun dan masih ada Abigail di sampingnya.
"Abigail, terimakasih atas cintamu untukku, kuharap kau akan menepati janjimu untuk menungguku" Lia menatap lekat wajah bantal Abigail dan menciumnya lembut.
"selamat pagi serbet ingus" sapa Abigail
"kau sudah bangun rupanya" jawab Lia malu malu
"iya, sejak kau menciumku" ucap Abigail tersenyum puas
"eh? ya sudah kalau gitu aku keluar dulu ya, aku mau mandi" Lia beranjak turun dari ranjang
"tunggu, mandilah di kamar mandiku"
"tidak Gail, aku sudah melakukan kesalahan karena sudah tidur denganmu, kali ini izinkan aku mandi di kamar mandiku, aku takut terjadi hal hal yg tidak diinginkan nantinya jika terus berduaan denganmu" jawab Lia dengan nada lembut
"baiklah, pergilah, setelah mandi kita sarapan di luar ya"
"iya, sekalian hari ini aku berencana mau interview di perusahaan ayah temanku"
"tidak perlu, kerjalah di perusahaan ku, aku tidak mau mendengar penolakan atau alasan sejenisnya,mengerti!" ucap Abigail tegas namun penuh penekanan
"tapi aku sudah ada janji dengan temanku" Lia mulai kesal
"aku bisa membatalkan janjinya sekarang, aku akan menghubungi Vero"
"berurusan denganmu memang membunuhku!" Lia memutar bola matanya malas
"jangan asal bicara, aku tidak mungkin membunuhmu, paling kau ku mutilasi saja" Abigail menyeringai tajam
"menurutlah denganku Lia, aku tidak mau terjadi apa apa denganmu"
"ya ya ya, memang selama aku masih di sisimu semua yg salah jadi benar, semua yg buruk jadi semakin buruk deh!" ucap Lia sambil meringis menunjukkan gigi gingsulnya
"memang, kalau begitu cepatlah mandi, bau ilermu mencemari udara kamarku!"
"kamu kali yg ileran, semalam kan kau ngorok kencang sekali, sampai lampu tidurnya goyang lho"
"mungkin karena kau di sisiku makanya aku ngorok"
"maksudmu?aku pengganggu tidurmu?"
"nyerempet dikit" Abigail meringis penuh ejekan
"kalau begitu mulai hari ini tidak usah dekat denganku, takutnya tiap malam mulutmu menganga dan mengeluarkan suara dentuman, kalau merdu sih nggak masalah ya, cuman ngorokmu itu seperti katak kelaparan hahaha" Lia tertawa jahat
"oh ya, kelaparan dan ingin memakanmu"
"nah itu masalahnya, dari jaman penjajahan hingga detik ini tidak ada sejarah katak makan manusia, yg ada orang ngorok keselek katak hahaha"
Abigail merengut masam karena ejekan kekasihnya itu, karena memang Lia lebih jago dalam hal pembully-an, jadi sosok Abigail yg jarang bergaul dan hobi berdiam diri di perpustakaan pribadi jelas kalah telak dengan Lia yg banyak bergaul, hobi mengerjai ibu tiri.
"aku mandi dulu ya katak lapar, nanti kita sarapan di dekat habitatmu, aku bawakan cicak dan kecoa yg banyak nanti untuk lauk sarapanmu supaya nanti malam suara ngorokmu menjadi indah didengar hahaha"
Abigail semakin kesal dan lebih memilih diam menatap kepergian sang kekasih.
*****
"Lia, kita mau sarapan dimana?"
"di kantor kamu aja ya"
"ya sudah, biar Vero yg belikan"
__ADS_1
"kok Vero?"
"kenapa? nggak terima? kasihan?"
"bukan gitu, maksudku apa Vero hanya orang yg disuruh2 saja"
"hahaha.. iya lah sayang.. dia kan asistenku, jadi dia harus melakukan semua perintahku, termasuk menjauhimu"
"ohhh.."
obrolan di mobil tidak lepas dari perdebatan kecil, sepasang kekasih anti uwwu itu sedang menuju ke kantor AnC Group, milik Abigail
setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
mulut Lia melongo dan menganga melihat gedung yang menjulang tinggi dengan design modern itu.
"waaahhh, gede pisan ini mah gedungnya"
"pasti, AnC group adalah kantor yg dimiliki oleh laki laki muda tampan dermawan dan ramah sopan santun, dia juga.."
"aahhhsss cukup cukup cukup ya.. aku sudah tau, tak perlu di jabarkan panjang kali lebar nya, apalagi sampai luasnya, aku pusing"
"hemm, kalau gitu masuklah"
"siap tuan!"
dan mereka berjalan memasuki gedung tersebut, lagi lagi, perlongoan pun kembali terjadi, baru masuk saja mata sudah di manjakan dengan suguhan interior berkilau, modern, dan sangat elegan, semuanya tertata rapi sesuai dengan kenyamanan mata. Lia benar benar takjub akan pemandangan yg berada di depan matanya itu.
sekaya apa sih calon suamiku ini?? tidak sia sia aku mencintainya, kalau begini aku tidak perlu repot kerja saja lah, nganggur saja di rumah gumamnya dalam hati
"selamat pagi tuan muda" ucap salah seorang karyawan wanita, nadanya seperti wanita genit, namun seksi menurut Lia.
"pagi, jangan dekat dekat" jawab Abigail ketus
semua karyawan menyambut kedatangan Abigail dan Lia ramah namun masih terdengar kasak kusuk tentang keberadaan Lia,
"siapa gadis itu?"
"mungkin dia pegawai baru"
"cantik dan menggoda"
"sudah jangan bergosip pagi, kalau sampai tuan dengar kita pasti akan di pecat"
begitulah suara mereka yg terdengar oleh telinga Lia
"aku adalah calon ibu dari anak seorang Abigail wahai calon pegawai ku hahaha" tawa Lia yg sedang bergumam sendiri di dalam lift
"apa katamu? calon ibu dari anakku?"
"iya lah, kan aku calon istrimu, aku sudah memutuskan untuk tidak bekerja dan menganggur saja di rumah"
"memangnya kenapa?"
"kau kaya, untuk apa aku susah2 bekerja kan hahaha"
"bukankah aku sudah melarangmu, bahkan semua kebutuhanmu sudah aku cukupi"
"iya, aaaaaa makasih sayang aku" ucap Lia dan bergelayut manja di lengan kekar Abigail
"sama2 tapi untuk kartu kreditmu, itu tidak gratis ya, kau harus tetap bekerja di rumah seperti biasanya, masak bersih2 cuci baju dan lain lain"
gubrak..
__ADS_1
Lia terjatuh ke lantai.
"kalau begitu aku kerja saja di kantormu, dan kita tinggal di rumah masing masing"
"loh, beda lagi sekarang? dasar plin-plan"
"kau yg menggoyahkan imanku"
"kita sudah sampai, mari kita keluar"
"dasar pemeras keringat manusia, katanya cinta, cinta cinta gundulmu!" Lia mendengus kesal dan Abigail hanya tertawa melihat kekesalan Lia
"selamat pagi tuan dan nona" Vero menyambut pasangan tom n Jerry dengan menundukkan kepalanya
"pagi Vero, kau sehat?" tanya Lia
"kau kira aku sakit?" Vero melipatkan kedua tangannya di dada bidangnya
"kan aku cuma nanya, barang kali kau sakit karena frustasi dengan perjodohanmu hahaha" mulut Lia mulai mbobol kanan kiri
"tuan, setelah aku fikir matang2 lebih baik gadis ini kau jadikan sambal terasi saja" Vero melirik Lia tajam
"enak saja, lihat saja nanti kau jangan menangis jika jodohmu itu jelek gendut dan tua ya" Lia semakin meluncurkan bom atom khas mulutnya
"tidak apa yg penting tidak bau terasi"
"nggak bau terasi tapi bau ikan asin basi hahaha"
Abigail mulai kesal dengan perdebatan Vero dan Lia,
"cukup, kalian ku beri peringkat terbaik atas keakraban dan kearifan kalian, sekarang masuk ke ruangan ku dan sarapan bersama"
"o iya aku sampai lupa sarapan, hah cacing ku sudah drum band di sana" ucap Lia sambil mengelus perutnya sedang Abigail dan Vero hanya menggelengkan kepala mereka bersamaan
akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Abigail, besar, mewah, harum, dan privacy, karena memang ruangan tersebut di design kedap suara.
"wah sepertinya enak, kak Vero kau selalu mengerti kesukaanku" Lia mengedipkan sebelah matanya
"cih! aku juga tau semua keinginanmu!" timpal Abigail yg tidak terima mendengar pujian Lia kepada Vero
"oh ya apa coba?"
"rumah mewah, mobil mewah, dan barang mahal, kan?"
"benar itu memang keinginanku, tapi itu kan keinginan kemarin malam, sekarang keinginanku adalah makan enak sampai kenyang deh" Lia tersenyum tanpa dosa, sedangkan Vero tersenyum penuh kemenangan
"dasar, mulai sekarang kartu kreditmu aku blokir dan kau akan menjadi pelayan gratisku!"
"eh mana bisa begitu, kau kan pacar tercintanya akuuuhh" Lia mengelus dan mengecup pipi Abigail
"cih, kemesraan dibalik kartu kredit ini namanya" Vero mendengus kesal
"hahaha kau memang paling mengerti aku kakak, selamat selamat selamat" Lia mengangkat dua jempolnya di depan wajah Vero
"Lia kapan makannya? dari tadi kau ngoceh sana sini sampai mulutmu berbusa!"
"eh iya sayang aku makan sekarang demi kartu kredit ku" Lia mengedipkan mata genitnya
"dasar cewek matre" ucap Vero dan Abigail bersamaan
hai sayang, gimana kalian ngakak nggak??
simak terus karyaku ya, karena ini belum sampai di titik konflik oke☺️
__ADS_1