Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
calon suami vs sopir kesayangan


__ADS_3

"Ziooo, aku sangat mencemaskanmu, bagaimana keadaanmu, mana yang sakit" Lia melepas pelukannya dan melihat kaki tangan Zio yang dibalut perban


"tidak apa nona, saya sangat lega, karena nona bisa selamat dari preman preman itu, dan selamat atas lamarannya nona, semoga lancar sampai hari H" Zio menyentuh tangan Lia lembut


perasaanku tidak pantas untukmu nona_ Zio


"Lia aku juga mengucapkan selamat atas lamarannya, sebentar lagi kau akan menjadi milik orang, berhentilah bersikap kanak kanak" Vero yang mendorong kursi roda Zio mendekati Lia dan menyentuh bahu Lia


mengenalmu dan mencintaimu bukan berarti harus memilikimu_ Vero


ciihh tiga manusia buta! nggak tau apa ini harusnya menjadi momen paling romantis sedunia_ Abigail


Harditama yang menyadari bahwa akan ada ancaman tsunami, akhirnya berusaha untuk mencairkan suasana.


"ehhemm,Lia sepertinya kau harus makan dan minum obat, kau masih belum pulih"


"ahh iya maaf ayah"


Harditama memapah Lia ke meja yang sudah tersedia, dan memanggil suster untuk mengambilkan makanan serta obat untuk Lia.


Abigail turut duduk berhadapan dengan Lia tanpa menatap wajah Lia sedetikpun. sedangkan Vero membawa Zio kembali ke kamarnya karena kondisinya baru sadar dan belum stabil.


"nona Lia, ini makanan dan obat yang harus nona habiskan ya" seorang suster membawa nampan berisi bubur dan beberapa butir obat


"terimakasih sus" Lia tersenyum sedangkan Abigail masih tetap dengan wajah datarnya


kenapa dia? tiba tiba aneh begitu_Lia

__ADS_1


"Gail, kamu nggak makan?" Lia menoca mencairkan suasana, karena hanya mereka berdua di dalam ruangan itu


"....."


"Gail kamu kenapa? apa aku ada salah?"


"ada salah maksudmu?? kau tidak menyadari salahmu?"


"eh? salahku? apa?"


"pikir sendiri, baru kau bicara padaku" Abigail melipat tangan di depan dadanya


"kamu nggak suka aku dekat dengan Zio dan kak Vero lagi?" Lia menarik salah satu alisnya ke atas


"......."


ini adalah momen bahagiaku, aku nggak boleh merusaknya_Lia


dengan hati hati Lia berdiri dan berjalan mendekati Abigail.


"kamu masih belum percaya dengan hatiku? dengan cintaku terhadapmu?" Lia menangkup kedua pipi Abigail dengan lembut


"apa kau tidak tahu, aku berusaha dengan keras untuk menyiapkan semua ini, membawa ayahmu kesini sebagai saksi, menyuruh beberapa pegawai rumah sakit untuk membersihkan ruangan ini, belum lagi menghubungi para pendekor untuk menyulap ruangan ini menjadi sebagus mungkin, tapi balasanmu malah mesra mesraan dengan pria lain di depan mataku" Abigail memalingkan wajahnya,


"maaf,, aku tidak tahu kalau kau sampai berbuat sejauh ini" Lia menyentuh tangan Abigail dan menariknya untuk berdiri


Abigail menurut, dia berdiri berhadapan dengan Lia,

__ADS_1


"peluk dan cium aku" Lia berbisik di telinga Abigail, mendapat sinyal hijau dari mulut Lia, antena radio Abigail pun tersengat untuk segera menemukan sinyal itu.


Namun niat itu Abigail urungkan karena mereka belum halal, jadi menurut saja untuk sekedar peluk dan cium saja.


"aku minta maaf ya, jangan ngambek terus, aku kan lagi sakit" Lia mengelus punggung Abigail lembut


"aku tidak nyaman melihat adegan cinta segitiga itu" Abigail merengek seperti anak kecil


"cinta segitiga apa? aku tidak mencintai mereka, aku menyayangi mereka seperti kakakku"


"baiklah aku mengerti, sekarang habiskan makananmu dan minum obat" Abigail memapah Lia ke kursinya, dan menyuapi Lia dengan sabar sampai habis, serta membantunya minum obat.


"aku ngantuk Gail, aku ingin tidur"


"baik, kita pindah ke kamar sebelah ya"


"tapi kan ini kamarku"


"aku sudah menyiapkannya Lia, jangan berfikir macam macam"


Abigail berdiri dan menghampiri Lia. Setelahnya Abigail menggendongnya menuju kamar yang sudah disiapkan.


"pegang infusnya ya"


"uhm.."


hai pembaca, ngomong ngomong author pernah menyebutkan nama lengkap Abigail belum yaa😁

__ADS_1


__ADS_2