Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
14.lepaskan


__ADS_3

Pagi itu Lia baru bangun dari tidurnya, Lia merasa tubuhnya mulai membaik, Lia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, karena menurutnya mandi adalah aktivitas utama untuk menyegarkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Lia merapikan tempat tidurnya yg acak2an, karena Lia tipe orang yg nggak bisa anteng ketika tidur.


Kali ini gaya berpakaian Lia sedikit berbeda, Lia mulai memakai pakaian yg lebih tertutup, yaitu memakai dres warna coklat muda bermotif bunga dan dedaunan yg menutupi dadanya hingga leher, panjangnya sampai bawah lutut.


"kurasa menutupi lekuk tubuh memang nyaman"


"mimpi semalam membuatku berfikir dua kali untuk memakai pakaian yg minim lagi"


Malam itu Lia bermimpi pakaian yg ia pakai bersimbah darah, dan ibunya menangis melihatnya.


"kurasa mimpi itu sebagai pertanda kalau aku harus memulai memperbaiki diriku, ibu pasti melihat kejadian demi kejadian yg menimpaku di sana"


"ibu, aku sungguh sangat merindukanmu"


tak terasa air mata mulai membasahi kedua pipinya.


"huuuhh sudahlah, aku percaya ibu pasti sudah bahagia di sana, aku harus semangat menjalani hidupku yg seperti neraka ini, lebih baik sekarang aku keluar dan masak untuk Abigail"


Kemudian Lia berjalan menuju dapur, namun ternyata Abigail sudah masak duluan untuk sarapan mereka berdua


"kau sudah bangun?? makanlah segera, aku sudah masak pagi ini"


"tumben, sepertinya ada angin surga yg menerpa rumah ini, membuat penghuninya sedikit berbuat baik kepada sesamanya hahaha" Lia tertawa lepas karena tingkah Abigail tercium maksud terselubung


"aku hanya kasihan denganmu, karena pasti tubuhmu masih lemah kan? sepulang dari rumah sakit kemarin kau juga susah sekali disuruh makan" niat tulusku selalu saja dianggap ada apanya, apa sih yg ada di otakmu gumam Abigail dalam hati


"sekarang tubuhku sudah lebih baik, kau tak perlu menghawatirkanku"


"sepertinya memang begitu, makanlah yg banyak"


"makasih, kau selalu baik kepadaku"


"anggap saja ini semua sebagai penebus dosa papaku kepadamu, o iya ada apa dengan gaya berpakaianmu, beda sekali"


"emmm aku hanya merasa selama ini ada yg salah dengan gaya pakaianku yg minim itu,aku ingin sedikit tertutup, apa ada yg aneh?" Lia mulai tidak percaya diri dengan gaya pakaiannya


"tidak, tentu saja tidak, itu malah lebih baik. Jadi kau terlihat lebih sopan" aku semakin mengagumimu Lia,sial !!!


"apa dengan begini kau akan jatuh cinta kepadaku?" tanya Lia mengedipkan sebelah matanya, terkesan genit bukan?


"uhuk..uhuk.." seketika Abigail tersedak mendengar pertanyaan Lia


"kau kenapa, minumlah ini" Lia menyodorkan air putih untuk Abigail


"dasar kau, aku cuma bercanda bodoh, gitu aja kau tersedak, payah, jomblo akut tau nggak!"


"aku jomblo akut?? bukannya kau juga?? cinta dalam diam hah? kalau aku jadi kamu mending nyemplung aja ke danau sekalian bertapa di dalamnya hahaha" perdebatan dimulai


"bukannya lebih baik, aku kan normal masih bisa jatuh cinta, aku sarankan lebih baik kau periksakan saja hatimu barangkali ada yg sengkleh dikit hahaha" Lia mulai menyerang

__ADS_1


"kau saja yg tidak tau tentang hatiku, aku sedang jatuh cinta sekarang, tapi aku harus bisa melepaskannya"


"halaaahh aku nggak percaya! mana ada laki2 impoten kaya kamu bisa jatuh cinta hahaha"


mendengar kata impoten, Abigail menjadi sangat geram dan mencengkeram tangan Lia


"awwww sakit Gail, pantas saja kau nggak laku, kasar mulu mainnya, lembut dikit napa?"


"kau mau tau ciri laki laki impoten?" Abigail menyeringai dan berhasil membuat Lia merinding melihat senyumnya


"tidak, aku tau laki laki impoten itu seperti apa! jadi kau tak perlu memberitahuku" jawab Lia melengos agar terhindar dari tatapan abigail


"kau takut nafsu kepadaku?" Abigail terus menggoda Lia


"nafsu?? cuma laki laki berhati mulia yg akan membangkitkan gairahku, misalnya beliin aku mobil mewah, rumah mewah, barang2 branded dan liburan ke luar negeri hahaha"


"aku bisa mewujudkan semuanya, apa kau mau?" aku mau tau seberapa pintarnya mulutmu


"tapi aku lupa, aku bukan perempuan matre jadi aku nggak butuh semuanya" jawab Lia dengan suara kurang jelas karena mengunyah makanannya yg membuat Abigail semakin gemas melihatnya


"kau..." Abigail menggendong Lia dan membawanya ke ruang tv dan menurunkannya di sofa dengan kasar


"Abigail, kau bisa lembut sedikit nggak sih, sakitku belum sembuh total tau" Lia mendengus kesal


"makanya, berhati2lah dalam berbicara atau kau akan mendapatkan hadiah spesial dari laki laki impoten sepertiku" Abigail menyeringai


"kau pikir aku takut dengan ancamanmu? paling juga kayak pisang lempoh hahaha"


"jangan banyak bicara, kita buktikan saja!"


"ssssshhh sakit Gail, kenapa sih kau selalu mendobrak pintu tanpa permisi"


"kalau mendobrak pintu dengan permisi namanya mengetuk pintu Lia" jawab Abigail sambil mengusap darah yg ada di bibir Lia


"kalau gitu, ketuk saja pintunya, barangkali pemilik rumahnya bersedia membuka" omegat apa yang baru aku ucapkan? bodoh bodoh bodoh raut wajah Lia langsung berubah menjadi merah merona karena menahan malunya


"baik, aku ketuk ya!"


"emm aku cum.." abigail langsung mencium bibir Lia dengan lembut yg lama kelamaan membuat Lia luluh dan mulai membuka pintu kebun buahnya, hingga akhirnya ciuman itu berlangsung memanas


setelah beberapa menit ciuman itu berkahir dan benar saja keduanya saling bersembunyi di balik pintunya masing2, mengatupkan bibirnya dan saling lempar pandang


"Gail, ak..aku emmmm.. minta maaf atas kebodohanku barusan" Lia membuka pembicaraan terlebih dahulu


"aku yg minta maaf Lia, karena aku lupa diri dan tidak bisa menguasai diriku"


"kita sama sama lupa diri Gail hehehe"


"kau tidak marah?"


"tidak, aku hanya kaget saja"

__ADS_1


"Lia apa kau mencintaiku?" kebiasaan bertanya tanpa menyesuaikan kondisi


"apa?? mencintaimu?? aku..."


"Lia, tak apa jika memang kau mencintaiku"


"tidak..mana ada mencintaimu"


"aku yg mencintaimu Lia, bodoh ya, tapi kau tak perlu khawatir, aku akan berusaha melepaskanmu, karena aku tau kau mencintai Vero, maaf aku telah lancang"


Lia benar benar kaget atas pengakuan Abigail yg tiba tiba, sampai sampai mulutnya terbuka lebar dan kedua matanya melotot tanda tak percaya


apa?? aku tidak mimpi kan?? gumam Lia dalam hati


"Gail, mengapa kau lepaskan benda yg sudah berada di genggamanmu?" tanya Lia memastikan


"kau bukan untukku, aku tidak mau merusak kebahagiaan Vero, karena Vero adalah orang yg sangat berjasa dalam hidupku"


"tapi bagaimana jika rasa itu sudah hilang dalam hatiku?"


"maksudmu?"


"maksudku bagaimana jika aku sudah tidak ada rasa lagi untuk Vero?"


"kau jangan mempermainkan perasaannya Lia, dia akan terluka, dan aku adalah orang pertama yg akan merasa bersalah jika semua itu terjadi"


"Gail, aku tidak tau perasaan Vero kepadaku, dia tidak pernah mengatakan apa2 tentang perasaannya padaku, apa aku perempuan gila yang hanya mencintainya dalam diam sampai bertahun tahun lamanya namun tak ada balasan? aku juga butuh kepastian"


"kau benar Lia tapi jika ternyata Vero mencintaimu bagaimana??"


"aku perempuan yg butuh cinta dari orang yg aku cintai pula Gail" Lia menundukkan wajahnya dan tangannya yg sudah berkeringat dingin mencengkeram bibir sofa dengan erat


"apa kau mencintaiku Lia?"


"aku tidak tau, yg aku tau ketika aku berada di dekatmu aku merasa nyaman dan hangat ketika berada di pelukanmu, tapi aku gelisah jika kau tak peduli padaku seperti waktu aku mengetahui penyakit mentalmu itu, aku tersiksa oleh sikapmu"


Abigail hanya tersenyum tipis mendengar penjelasan Lia


rupanya benih benih cinta sudah mulai hadir dalam hatimu untukku ya


Abigail hanya mencium kening Lia dan berlalu pergi meninggalkannya


"Abigail, tuan patung berjalan yg agung, aku mencintaimu!" Lia berteriak ketika Abigail berjalan meninggalkannya


seketika langkah Abigail terhenti dan menghampiri Lia,


"kau bodoh sekali, kau tau kau adalah bunga mawar berduri yg ketika ku genggam dia akan melukai tanganku,namun akan tetap indah meski menyakitkan, aku akan memastikan perasaan Vero terhadapmu setelah itu baru kita akan bicarakan langkah selanjutnya"


"dan aku berjanji setelah kau tau jawaban dari Vero aku akan tetap berada di sampingmu, aku tetap akan mencintaimu Gail, aku mohon jangan lepaskan aku!"


"tergantung.."jawab Abigail dan berlalu pergi meninggalkan Lia

__ADS_1


Abigail,aku tidak tau perasaan ini salah atau tidak, aku hanya ingin meraih kebahagiaanku sendiri, sudah cukup untukku bersabar, aku mencintaimu patungku..


bagi votenya dong, biar author makin semangat nulisnya🥰


__ADS_2