
Matahari telah bersembunyi dibalik awan hitam dan digantikan oleh sinar rembulan yang indah dan mempesona. Namun tidak dengan Abigail. Menurutnya yang indah dan mempesona hanyalah istrinya saja. Bucin akut.
Seperti saat ini, sepasang pengantin baru itu terlihat sedang tiduran di sofa balkon. Mereka berpelukan mesra, sedangkan tangan Lia iseng membersihkan telinga suaminya dengan cotton but membuat si pemilik merek melek geli sesekali mendesah menahan sakit ketika si cotton but menyentuh si akang gendang.
"sayang.. ke kanan dikit lebih enak" ucap Abigail manja
"iya bentar sabar ya, yang sini kelarin dulu"jawab Lia tanpa mengalihkan pandangannya yang sedang fokus mengorek telinga suaminya. "nih liat kotorannya.kamu nggak pernah bersihin telinga ya mas! bau lagi!" imbuh Lia lagi.
"kamu berlebihan deh, kotoran dikit dibilang jorok"
"sama aja Mas,intinya kan kotoran kuping. Mau segede gunung atau sekecil kutunya kutu, namanya kotoran ya kotoran"
"emang kamu pernah liat kotoran kuping si kutunya kutu?"
"issshh.. kamu mah gaje banget deh! mana ada kaya gitu. itu tadi kan cuma perumpamaan"
Sejenak Abigail terdiam.
"perumpamaan ya.. oke"
"udah mulai gila kamu ya Mas"
__ADS_1
"nggak ini aku serius. Aku tanya deh, menurutmu bulan malam ini indah nggak?"
Liapun melihat ke langit, terlihat sinar rembulan yang memang indah dan mempesona.
"cantik sekali.." ucap Lia terkagum kagum
"tidak!" sergah Abigail
"apa maksudmu! cantik gitu kok" sungut Lia
"aku memiliki sesuatu yang lebih cantik dan indah dari rembulan itu"
"Aku ya.. " jawab Lia dengan senyuman jenakanya yang dibalas dengan cubitan kecil di pipi Lia.
"sayang, di dalem aja , di sini takut masuk angin hehehe" ucap Lia lagi dan disambut dengan ciuman panas dari sang suami. Abigail mengangkat tubuh Lia untuk dibawa ke ranjang kebesarannya tanpa melepas pagutannya. Sesekali ia menyesap bibir mungil itu sehingga menciptakan bunyi syahdu dan menggairahkan untuk keduanya.
othor: kasian si cotton but dikacangin😂
drrrtt..drrtt..
bunyi telepon milik Abigail mengganggu acara kikuk kikuk dua pasang umat manusia yang kini tengah dilanda asmara itu. Abigail mengusap wajahnya kasar, karena dalam kamus Abigail telepon akan berbunyi ketika ada sesuatu mendesak. Yang benar saja! Abigail telah membuat peraturan yang sudah menjadi rahasia umum orang perusahaan bahwasanya mendesak dulu baru telepon. Sungguh manusia apa itu!
__ADS_1
Dengan watak Abigail yang memang terlalu tertutup, tidak ada yang mempermasalahkan peraturan tersebut.
"sial!! siapa sih" Abigail merah ponselnya yang ternyata masih ada di dalam saku celananya yang kini tergeletak mengenaskan di lantai.
"angkat dulu Mas, barangkali penting" ucap Lia meski dalam hatinya menggangu saja,padahal aku sudah dirundung gairah seperti ini begitu
Abigail meraih ponselnya dan
pyaaarr.. telepon yang berada dalam genggamannya jatuh ke lantai, sontak membuat Lia terkejut.
"Ada apa Mas?" Lia menyentuh lengan suaminya lembut, sebab Lia tau dad sesuatu yang terjadi.
"papa meninggal sayang"
Lia terkejut bukan main, ayah mertuanya, ayah mesumnya, ayah jahat namun baiknya, kini telah tiada. Lidahnya kelu hanya air mata yang mampu berbicara.
Lia memeluk Abigail dalam isakan tangisnya. Sungguh ia tak menyangka nasib ayahnya akan berakhir meninggal di dalam sel tahanan. Padahal sungguh di dalam angannya ia ingin sekali hidup bahagia bersama anak,suami dan orang terdekatnya kelak. Termasuk bersama ayah mertuanya. Bahkan Lia berencana akan mencarikan istri untuk ayah mertuanya. Namun, kini rencana itu hanya tinggal bayangan belaka.
*hai readers, maaf sungguh aku minta maaf jika novel ini sulit dipahami,tapi terimakasih buat yang sudi membaca❤️. Aku masih baru dan aku juga tidak pernah baca ulang. tapi ketahuilah aku sedang berusaha untuk membuat novel ini semakin mudah dipahami.❤️❤️
salam
__ADS_1
Ms.Vhie*