
Setelah selesai mandi, aku keluar kamar mencari makan, sungguh cacingku kelaparan, usus2 semakin memanjang..
Dan kulihat laki2 tampan itu masih duduk ditempat yg tadi waktu aku baru masuk rumah itu,
aku mulai mendekatinya,
ternyata itu adalah tempat khusus membaca alias perpustakaan dalam rumah yg dikelilingi dinding kaca dengan design modern mix classic, semua buku tertata rapi, aroma mawar semerbak menyentuh hidung hingga tenggorokan
"eheemmmm" laki2 itu mengagetkanku yg tengah terpesona oleh kemewahan perpustakaan itu
"eemmm..maaf tuan, saya keluar ingin mencari ruang makan,namun saya melihat tuan disini, apa tuan bisa mengantarkan saya ke ruang makan?"
"bisa, ikutlah aku!"
"baik tuan"
aku mengekor dibelakang laki2 tampan itu, aku hanya bisa menelan salivaku ketika melihat tubunya yg tinggi,kekar, harum, putih, aaahhh segalanya
"tuan, apa tuan adalah putra om Herman?"
"ya" dia hanya ber-ya-ria
"boleh saya tau nama anda tuan?"
"tidak"
__ADS_1
dasar patung berjalan!!! liat saja nanti, aku yg akan jutek denganmu, dan kamu yg akan kepoin aku batinku
"nama saya Lacillia Ranshi Voren Harditama, panggil saja Lia, saya sudah dibeli oleh ayah tuan dari salon Pesona Zhie" aku berterus terang saja dengannya, tidak ada niat untuk berbohong sama sekali
"oh" lagi2 ber_oh_ria
"tuan, apa anda tidak punya simpati sedikitpun kepada sesama manusia, anda tidak punya banyak kata di otak anda, anda tidak puny...." tiba2 bibirnya menyentuh bibirku, alias dia mencuri ciuman pertamaku
"aaaaaakkhhhhh!!!! bibirku ternoda!! tuhaann ciuman pertamaku dicuri oleh si patung berjalan ini" aku meratapi nasibku
namun tiba2 dia pergi kedapur, dan entah apa yg ia lakukan
aku meninggalkan dia diruang makan yg ada di depanku,
"ahh tidak ada apa2 disini, aku lapar.. mau masakpun aku nggak terbiasa, dimana kulkasnya, kemana om sialan itu sih! dia sengaja membuatku kelaparan setelah itu dia akan memberiku makan setelah aku mau dia cumbu? begitukah?" aku bicara dengan diriku sendiri seperti orang gila
tiba2 dia datang dengan membawa sup ayam
"sepertinya enak? selamat makan!" hatiku bergembira ria, sungguh memalukan
"Lia, setelah makan temani aku membaca"
"iya tuan, tapi aku tidak bisa berlama2 disini, aku takut om Herman berbuat macam2 padaku, aku takut"
"tidak akan, papa tidak akan menyentuhmu selama kamu berada di sisiku!" nadanya dingin tapi aku terhura 😭
__ADS_1
"hiks..hiks..terimakasih tuan, berjanjilah padaku untuk tidak menyerahkan ku kepada om Herman, sungguh aku gadis baik2 yg dijebak oleh Tante sialan, berharap kebahagiaan malah kesengsaraan yg kudapatkan, huhuhu" tangisku dilebay2kan
"baik, aku berjanji untuk melindungimu dari papaku, tapi kamu juga harus berjanji untuk menjadi pelayanku selamanya"
"seperti inikah nasibku? malang sekali nasibmu Lia hiks..hiks.." aku mengatai diriku sendiri
"terserah, jika kamu tidak mau bersiaplah nanti malam, dandan yg cantik untuk menyambut papaku"
"aku berjanji padamu, tapi sekali2 libur jadi pelayanmu boleh kali ya.." tawarku
"tidak!"
"oke oke tapi kamu harus mengizinkanku untuk melanjutkan kuliahku, menjalin kasih dg laki2 yg kucinta, dan aku minta gaji"
"baik, tapi tidak untuk cinta2an bodohmu itu!"
"hey apa kamu berhati batu ya, sampai2 pacaran saja tidak boleh, kamu tidak pernah mengenal cinta ya? eh aku lupa kamu kan kutu buku, nggak ada waktu buat cinta2an"
"tersarah kau saja yg penting tidak pacaran,aku melarangmu"
"orang gila"
rasanya ingin makan sup sekalian piringnya..
haiiii dukung selalu author ya, aku menunggu like and vote kalian❤️
__ADS_1
aku akan meningkatkan karyaku