
Matahari mulai meninggi, panas menyentuh ubun2, menandakan jam sudah menunjukkan pukul 12 siang
"dimana Vero ya?" gadis itu celingukan mencari keberadaan laki2 yg ia cintai sejak SMA tersebut
"katanya di sini dia akan menungguku" gadis tersebut terlihat sedih karena laki2 pujaannya belum juga menampakkan batang hidungnya
"Vero apa kamu lupa kalau pasar ini adalah tempat dimana kita bertemu dan bertengkar hanya karena ikan asin?" gadis itu mulai menitikkan air mata
tiba2
"menangis lagi rupanya?? kenapa sih setiap kau menungguku selalu saja menangis, dasar gadis cengeng!!"
gadis itu mendongak mencari asal suara tersebut
"kak Vero!!!" gadis itu berhambur memeluk Vero dengan sangat erat
gadis itu Lia,
masa lalu
pagi itu Lia keluar dari rumah untuk belanja rutin setiap tiga hari sekali, dan pasti dia terlambat masuk sekolah yg waktu itu Lia baru duduk di bangku SMA
"ah aku pasti akan terlambat sekolah, ibu seandainya ibu masih ada pasti nasibku tak akan seperti ini Bu hiks hiks" menangis adalah sarapan setiap paginya
setiap pagi ia harus bangun lebih awal daripada pembantu di rumahnya,
Lia harus menyiapkan kebutuhan sekolahnya dan juga menyiapkan segala ***** bengek urusan rumah, masak dan bersih2 adalah makanan sehari2
pembantunya pun tak berani melawan perintah dari nyonya barunya itu
Maura atau ibu tirinya memang sengaja mempekerjakan Lia tanpa upah, dengan alasan hanya ingin menyiksa.
Sedangkan pembantunya hanya mencuci piring, mencuci pakaian dan nyetrika pakaian bukan termasuk milik Lia dan menyapu teras depan atau meladeni semua yg dibutuhkan Maura
kembali ke pasar
sesampainya di pasar, Lia bergegas mencari semua yg dia butuhkan, dari sayuran,daging,tahu tempe, rempah2, garam, gula, minyak dan kawan2
"sudah komplit,sekarang saatnya pulang, syukurlah semua bisa segera aku dapatkan dan aku juga dapat uang korupsi nih, untung aku pandai tawar menawar hehehe"
Lia memang terpaksa menggunakan uang korupsi itu, karena uang yg diberi ibu tirinya tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhannya
jam sudah menunjukkan pukul 06.30
Lia berjalan menuju pintu keluar pasar tersebut, namun tiba2 ia menabrak seorang laki2 yg baunya seperti ikan asin yg sangat menyengat
"iuuwwww, badanku bau ikan asin semua nih! aduh acara berangkat sekolah tepat waktu jadi gagal juga gara2 ikan asin ini, aku harus mandi lagi pake kembang 7 rupa!!"
"hei laki2 ikan asin, kau sengaja menabrakku ya biar bau mu itu menular kemana2 hah? lihat belanjaanku jadi tumpah ruah semua!"
Lia menghardik laki2 tersebut tanpa henti,
"maaf nona, saya tidak sengaja, saya sedang buru2 karena bos saya sudah menunggu saya, ini uang sebagai wujud permintaan maaf saya" laki2 itu menyodorkan 10 lembar uang berwarna merah
__ADS_1
"gitu dong! ups" tiba2 Lia menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah melihat wajah laki2 tersebut
pangeran ku..
"tapi uang ini hanya cukup untuk mengganti semua belanjaanku yg rusak dan juga untuk beli kembang 7 rupa, untuk tubuhku yg kau tabrak, aku hitung kau masih berhutang padaku, kau pikir tubuhku tidak sakit apa!"
"hah merepotkan saja!" desah laki2 itu, sepertinya dia sudah muak dengan ocehan Lia
"begini saja nona, ini kartu nama saya kalau ada apa2 nona hubungi saya di nomor yg ini" sambil menunjukkan kartu nama yg dia maksud
"Vero Adrian, namanya setampan wajahnya" gumam Lia dalam hati
sejak saat itu, pertemuan demi pertemuan sering mereka lewati dengan senang hati, tertawa, bercanda, manja, dan cerita yg tidak ada habisnya
kembali ke masa sekarang ya🤗
"kak, kau kan tau aku tidak bisa menunggu lama, kau selalu saja terlambat"
"maaf Lia, aku kan punya banyak kerjaan, kau tau bosku itu sangat kejam dan sangat mengerikan"
"iya iya.. kalau begitu ayo kita habiskan waktu bersama" Lia sangat bahagia bertemu dengan lelaki pujaan hatinya
"tapi maaf Lia aku tidak bisa lama2 karena bosku hanya memberiku waktu 1 jam saja"
" ah menyebalkan sekali, siapa sih bosmu itu, kalau aku bertemu dengannya aku akan menjambak rambutnya, mencakar cakar tubuhnya tanpa sisa hahaha" Lia tidak sadar bahwa bos yg Vero maksud adalah Abigail
Vero juga tidak tau kalau Lia bahkan tinggal 1 atap bersama bosnya
"hei kenapa bengong?? kita makan saja yuk!" Vero membuyarkan lamunan Lia yg tengah terheran akan perasannya
"emmm aku harus cepat pulang kak, aku takut anu..." aduh aku nggak boleh sampai keceplosan kalau aku gadis yg sudah dibeli orang
"anu kenapa?? kamu tidak mau ya??"
"ti..tidak kak, tentu saja aku mau, tapi lain kali saja ya kak karena aku ditunggu ibuku, aku takut dia akan marah, kakak tau sendiri kan seperti apa ibu sihirku itu!" Lia mendengus kesal ketika mengingat sang ibu yg sudah menyingkirkannya dari rumahnya sendiri
"iya tau Lia, kalau begitu lain kali saja ya!"
sebenarnya Vero kecewa karena Lia menolak untuk makan bersamanya tapi apalah daya, dia tau seperti apa ibu tiri Lia itu
"iya kak, maafkan aku ya" Lia menyesal karena waktu berputar sangat cepat
hei jam, kau itu apa tidak capek berputar terus sepanjang waktu, apa kau tidak ingin beristirahat sebentar saja. gerutu Lia dalam hati
"iya nggak papa Lia, santai aja, kalau gitu aku anterin kamu pulang ya!"
waduh bencana nih,jangan sampai kak Vero tau rumahku yg sekarang, bisa2 dia habis dilahap si patung berjalan itu
"nggak usah kak, aku sudah pesan ojek online kok hehe"
padahal ingin sekali aku bilang iya kak aku mau sekali huhuhu
"oh ya sudah hati2 ya adik kesayanganku" kata Vero sambil mengacak2 rambut Lia
__ADS_1
"iya kak, kak Vero juga hati2 ya, jangan sampai kakak nabrak warung ikan asin lagi loh hahaha" tawa Lia, padahal hatinya sedang terluka karena ternyata Vero menganggapnya hanya sebagai seorang adik
"jangan ungkit itu lagi bocah! itu kejadian sudah kadaluwarsa" Vero mendengus kesal
"iya iya maaf ikan asin ku hahaha" Lia berlari sambil tertawa dan meninggalkan Vero sendirian di taman belakang pasar tersebut
"hei kebiasaan ya pergi tanpa salam!" Vero berteriak namun Lia tidak menghiraukannya
"hah dasar Lia, kau benar2 gadis luar biasa, kau benar2 pandai menyembunyikan lukamu, namun aku yakin setiap orang yg mengenalmu pasti tau misteri di balik tawa ceriamu" Vero hanya tersenyum tipis menatap kepergian Lia
tanpa dia sadari ada sepasang mata yg mengambil gambarnya ketika dia bercanda mesra dengan Lia
rumah Abigail
"haaahh sial!!! Lia apa arti ciumanmu tadi pagi!! kenapa aku bodoh sekali!! ternyata kau mencintai pria lain ya!! haaaaahhhh!!! sial..siaall....siall!!!" Abigail berteriak dan membanting semua yg ada disekitarnya
"Vero... ternyata gadis lucu dan cantik yg sering kau ceritakan itu adalah Lia, huaaahhh!!!"
*****
Lia sudah berada di depan pintu rumah Abigail, namun betapa kagetnya Lia karena melihat rumah yg mewah itu sudah seperti kapal yg menabrak pohon. (haaahh?? kapal nabrak pohon?? pohon yg ancur kali Thor wkwkwk)
"Abigail, apa yg terjadi denganmu!!" Lia berlari mendekati Abigail yg sedang ngamuk di ruang tamu
"hei, Abigail kau lihat aku kan?? kau emosi lagi ya?? sebentar aku ambilkan obat untukmu, tunggu aku ya!" Lia berlari mencari obat tersebut,
apa yg terjadi denganmu Abigail?? ku mohon bertahanlah,
Lia sangat khawatir akan keadaan Abigail, bahkan tanpa Lia sadari ada buliran bening di pelupuk mata yg siap membanjiri pipinya kapan saja
setelah menemukan obatnya,Lia bergegas menghampiri Abigail yg sudah memerah dan mimisan itu
"minumlah, cepat!" Lia menuntun Abigail untuk duduk di sofa yg letaknya paling dekat dengan tubuh Abigail
Abigail mengikuti perintah Lia, amarahnya tertahan karena sakitnya, ia takut akan melukai Lia jika sampai ia tak bisa menahan emosinya
"Abigail, tatap mataku, apa yg terjadi denganmu, gara2 ulahmu belanjaanku jadi berantakan karena ketika aku melihatmu aku melemparnya ke sembarang arah tau!" menutupi kecemasan dengan alasan belanjaan
"Vero!! kau tau Vero??"
deg... jadi asistant Vero yg Abigail maksud adalah Vero ku?? tuhaann tolong hamba..
"i..iya,Vero adalah temanku tuan, dia yg menemani hariku dan menyembuhkan lukaku karena ulah orang tuaku tuan"
"maaf tuan, aku sungguh tidak tau jika Vero temanku adalah asistan mu"
Lia benar2 cemas kalau Abigail akan berbuat nekat, menurutnya jangan sampai Abigail menyerang Vero dan jangan sampai Vero tau siapa Lia yg sekarang begitu
hai.. sudah banyak yg baca nih ternyata, tapi kok nggak sentuh jempol sih hehehe
nikmati novelku tapi jangan lupa tinggalkan jejak ya
jangan lupa vote juga ya hehe🤗
__ADS_1