
Keesokan paginya Abigail baru saja keluar dari kamar mandi, semalam dia tidak bisa tidur sama sekali karena Lia terus2an menangis menjerit berkali2,
ditambah lagi Herman yg selalu menggedor2 pintu kamar untuk mengambil Lia dari kamar Abigail
"sudah bangun kau kebo sialan?" tanyanya sambil melempar handuk ke sembarang tempat
"Gail, aku sudah begini kau masih saja menghinaku? haruskah aku kepentok pintu, terus jatuh dari tangga terus kesiram air panas, baru kau akan sedikit bersikap baik kepadaku?" omel Lia yg baru saja membuka matanya
"oohhh jadi kau lupa dengan jasaku semalam ha?" tanya Abigail
"sudahlah, aku masih pusing, jangan mengajakku debat sekarang, nanti saja setelah aku bangun dari mimpi panjangku ini" kata Lia
"setelah ini kau cepat mandi dan ikutlah aku ke rumah baruku" Abigail ternyata sudah membeli rumah baru untuknya yg bertujuan untuk menjauh dari papanya si Herman
"ya!" Lia langsung pergi ke kamar mandi
20 menit kemudian
"segar sekali tubuh kotorku ini, dasar Herman sialan, banyak sekali cap 3 jarinya, lihat saja aku akan membuat perhitungan denganmu!" Lia merasa jijik melihat tubuhnya sendiri
__ADS_1
setelah Lia selesai menghina tubuhnya sendiri, Lia melihat dres selutut berwarna maroon polos dengan sedikit renda di bagian pinggang berada diatas kasur
"ah? dressku! pasti si patung berjalan itu yg mengambilkannya! hmmm ternyata kau peduli padaku" level percaya diri Lia mulai naik drastis
setelah selesai ganti baju dan make up tipis2, Lia bergegas keluar kamar karena dia tahu Abigail pasti sudah menunggu, namun ketika dia baru menampkkan batang hidungnya, terdengar suara Abigail yg sedang berbicara dengan seseorang melalui handphone
"cepat siapkan rumahnya, suruh beberapa petugas kebersihan untuk membersihkan rumah itu!
"aku akan membawa gadis itu segera"
"jangan bodoh kau,aku tidak akan pernah mencintai gadis kotor itu! dia gadis murahan yg dibeli papaku, aku hanya ingin tau siapa gadis itu sebenarnya, karena hanya gadis itu yg membuat tubuhku tidak bereaksi sama sekali"
Lia mendengar semuanya, tak terasa buliran bening mengalir deras dipipi mulus Lia,
"sungguh kotorkah aku ini?? semurah apa aku ini?? Tuhaann, kenapa aku mendengarnya??" Lia masuk ke kamar Abigail lagi dan mengunci diri di kamar mandi
"apa salahku Tuhan?? kenapa nasibku begini, aku hanya ingin bahagia, apa aku salah keluar dari rumahku?? tapi aku tidak kuat di rumah itu,. ayah dan ibu tiriku sangat membenciku! aku capek setiap hari mendapat tamparan dari mereka!"
"dan sekarang si patung berjalan itu ternyata memakai topeng yg tebalnya 20cm, sampai2 aku terlalu bodoh mengartikan kebaikannya, dia lebih mengerikan dari kudanil di kebun binatang pamanku"
__ADS_1
Lia menangis sejadi jadinya
seketika itu Abigail berada tepat di pintu kamar mandinya dan mendengar semua ocehan Lia,
"Lia, keluarlah! aku ingin bicara denganmu! kau salah faham Lia, keluarlah cepat atau aku akan menyerahkanmu kepada papaku!" Abigail menggedor pintu dengan sangat kencang
"apa pedulinya kau tuan Abigail, kau sama dengan si tua bajingan itu! kau hanya akan menjadikan aku sebagai bahan praktek penyakit mentalmu itu kan!" bentak Lia
ah percuma jika terus bicara dengan bocah tengil itu, sebaiknya aku dobrak saja pintunya
braaakkk!!! Abigail berhasil mendobrak pintu kamar mandinya
Lia terkejut dan langsung berlari keluar dari kamar mandi, Lia berniat menyerahkan dirinya untuk si tua mesum itu
Abigail hanya bermuka datar saja melihat tingkah Lia, karena dia tau apa yg akan Lia lakukan
hai pembaca novelku❤️
bagi votenya dong!! biar aku jadi makin semangat bikin novelnya
__ADS_1
o iya like nya kutunggu ya