Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
15.pelampiasan


__ADS_3

Sore itu, Abigail terlihat menyiapkan sesuatu di taman apartemen miliknya, raut wajahnya memperlihatkan dirinya yg sedang tidak baik, seperti perasaan sedih,marah,cemas dan cemburu.


Taman itu memang tidak langsung digarap oleh Abigail sendiri, melainkan oleh beberapa orang andalan Abigail, dan diapun hanya sekedar memerintah, berkomentar dan marah jika orang orang tersebut lelet atau melakukan kesalahan.


Terlihat banyak sekali lilin-lilin kecil mengitari taman itu, taburan bunga mawar berwarna merah dan putih menghiasi setiap titik taman tersebut, bahkan ada banyak sekali bunga mawar merah yg dirangkai berbentuk love yg mengelilingi sepasang kursi beserta mejanya.


Meja tersebut sudah dilengkapi dengan 2 set peralatan makan dan 2 gelas kaca cantik berkilauan, di tengah meja tersebut berdirilah vas bunga mewah yg sudah tertancap tiga bunga mawar merah yg menambah kesan romantis kepada setiap sepasang kekasih yg akan makan di meja tersebut.


Setelah selesai dengan urusan pendekoran taman, Abigail menelpon seseorang yang tak lain adalah Vero Adrian.


Ya! ternyata Abigail mempersiapkan semuanya untuk Vero dan Lia, dan di malam ini lah Abigail akan memperjelas lagi kisah cintanya dengan Lia, apakah baru akan dimulai atau justru akan berakhir.


"Vero, aku tidak mau basa basi denganmu, malam ini jam 8 datanglah ke taman apartemenku!"


"memangnya ada keperluan apa tuan muda?" terdengar suara di seberang sana


"kau akan tau setelah kau datang nanti"


"baik tuan muda, saya akan datang"


Tut.. telpon ditutup


Abigail menarik nafas dalam, sesak menyeruak di dadanya. Dia tak menyangka cinta pertamanya ternyata adalah milik orang yg pernah menyelamatkan hidupnya.


"haaahh sebaiknya sekarang aku pulang saja menemui Lia dan menyuruhnya bersiap untuk pertemuannya malam ini" Abigail mendesah frustasi.


Setibanya di tengah jalan, Abigail turun dari mobilnya dan berjalan menuju bar kecil yg berada tepat di depan mobilnya berhenti, Abigail membeli beberapa red wine untuk menemani frustasinya nanti.


Abigail memang suka minum hingga mabuk ketika dia sedang memiliki masalah, ia berharap minuman itu bisa menghilangkan beban masalahnya meskipun hanya sebentar.


Setelah selesai dengan belanjanya Abigail meneruskan perjalanan pulangnya.


"Lasillia, aku berharap setelah ini aku tidak gila karenamu" Abigail berteriak di dalam mobilnya.


"apa nanti Vero akan menyatakan cintanya? lalu apa Lia akan menerimanya? aaahhh sial, bagaimana aku bisa menghadapi semua ini! aku baru saja merasakan cinta diumurku yg sudah tidak muda ini! tapi kenapa kandas begitu saja!"


Abigail masih terus berteriak sepanjang perjalanannya. Kemungkinan2 terus menghantui pikirannya.


Setelah beberapa menit kemudian, Abigail sudah berada di parkiran mobilnya yg luas itu. Dan iapun bergegas mencari Lia. Lia yg sedang berada di kamarnya mendengar suara pintu dibuka langsung keluar dari kamarnya, dan terlihat Abigail sedang duduk di ruang tamu.


"Abigail, kau baru pulang ya? aku ada kabar baik loh? tau nggak aku lulus sidang skripsi, yeaaayyyy!!" Lia terlihat sangat bahagia, karena sebentar lagi ia akan meraih gelar S1.


"terimakasih sudah begadang sepanjang malam untuk membantuku menyelesaikan skripsiku." Liapun berhambur memeluk Abigail dan Abigail pun tersenyum menyambut pelukan dari gadis yg sangat dicintainya itu.


"itu hanya masalah sepele Lia, kau hebat, aku bangga padamu"


"Lia, malam ini tepat pukul 8 nanti, datanglah ke taman apartemenku, aku menyiapkan sesuatu untukmu, aku akan sangat bahagia jika kau datang" ucap Abigail tanpa melepas pelukan gadis itu seperti tidak rela jika gadis itu pergi.


"ada apa? tumben sekali, tidak mau ah.. lebih baik kita merayakan keberhasilanku, bagaimana? di rumah ini saja!" jawab Lia antusias


"tidak, itu spesial untukmu.. dandanlah yg cantik, anggap saja itu rasa terimakasih mu padaku karena aku telah membantumu menyelesaikan skripsi mu!"


"haaiihh, baiklah, kita berangkat bersama kan?!"


"tidak, kau akan berangkat lebih dulu dan aku akan menyusulmu setelah aku selesai dengan urusanku, mengerti?" ucap Abigail mantap sembari mengelus pipi mulus Lia

__ADS_1


"lalu??" tanya Lia lagi


"oh iya kau akan diantar oleh Zio, supir pribadiku!"


"baiklah" Lia mendesah kasar karena dia merasa ada yg tidak beres dengan Abigail


tidak biasanya Abigail bikin kejutan untukku, dan lagi apa maksudnya? ngasih kejutan kok aku disuruh berangkat sendiri, romantis dikit napa? minimal berangkat bareng bermesraan di mobil sambil berpegangan tangan gitu gerutu Lia dalam hati


"hei!!! cepatlah bersiap, sudah pukul setengah tujuh tuh!"


"baiklah baiklah, terserah kau saja!" Lia hanya bisa pasrah dan beranjak pergi ke kamarnya untuk bersiap.


satu jam berlalu, dan Lia sudah selesai dengan acara persiapannya. Lia sengaja memakai dres warna navy berhias mutiara kecil tertata rapi di bagian depan,panjangnya sampai mata kaki dan rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja, polesan make up natural menambah aura kecantikannya.


"Lia, kau jelek sekali" Lia yg mendengarnya seketika langsung melempar tasnya ke wajah Abigail.


"kalau kau terpana dengan kecantikanku, jujur saja tak perlu basa basi dengan kebohongan jelata mu itu" Lia mendengus kesal


"hahaha aku tidak bohong, kau memang jelek Lia"


"sudahlah, aku tidak akan mengotori make up ku dengan air liurmu itu, sampai jumpa nanti, aku tunggu kamu di sana ya!" dan Liapun berlalu pergi meninggalkan Abigail


Mobil yang akan mengantar Lia pun sudah siap berada di depan pintu. Zio yg melihat Lia sudah keluar langsung membukakan pintu.


"silahkan masuk nona!" ucap Zio sopan sambil menundukkan kepalanya


"terimakasih Zio! ternyata kau juga ganteng ya hahaha" mulut neraca pegas Lia mulai meluncur tanpa permisi. Meski dandanan yg terlihat anggun, namun tidak dengan mulutnya, tetap mbobol sana sini.


"terimakasih nona, saya memang sudah tampan sejak dalam kandungan ibu saya hehehe" ternyata Zio juga nggak kalah nerocosnya dan selera humornya juga tinggi loh.


30 menit berlalu, perjalanan yg penuh kegaduhan itu berakhir di depan lobby utama apartemen yang sangat mewah. Lia sampai melongo takjub melihat apartemen sebesar dan semewah itu. AnC nama apartemen tersebut.


Setelah perlongoan dan ketakjubannya sudah terpuaskan, seorang perempuan utusan Abigail menghampiri Lia


"selamat malam nona Lia, saya utusan tuan Abigail untuk mengantar nona ke taman apartemen ini" kata perempuan itu dengan sopan sambil menundukkan kepalanya


"ohhh baik, mari saya ikuti" jawab Lia menggoda dan perempuan itu hanya menahan tawa dalam hatinya.


setelah beberapa menit kemudian, Lia dikejutkan oleh sosok yg sedang duduk di kursi taman itu,


"nona kita sudah sampai, maafkan saya nona karena saya hanya bisa mengantar nona sampai sini saja, selamat malam dan selamat menikmati nona, saya permisi" tanpa menunggu jawaban dari Lia, perempuan itu berlalu pergi begitu saja meninggalkan Lia


Vero.. mengapa Vero di sini? bukankah Abigail yg akan menemaniku disini nanti?


Vero yg menyadari keberadaan Liapun ikut terkejut karena yg ia tau ia akan bertemu dengan tuannya


Vero pun menghampiri Lia yg sedang berdiri mematung di pintu masuk menuju taman tersebut


"Lia, kenapa kau bisa berada di sini?"


rumah Abigail


Berbeda dengan suasana apartemen, rumah Abigail yg biasanya terlihat sunyi semakin terlihat sunyi karena sang pemilik yg sedang berada di fase frustasi.


Bau alkohol tercium kuat tepat berada di ruang tv, tv yg menyala, bantal sofa yg berserakan dimana mana, dan beberapa botol minuman sudah tercecer di lantai, semuanya sudah habis, raib di perut Abigail

__ADS_1


"Lia.. kau gadis jelek, tidak pantas untukku, kau bodoh Lia sampai kau bisa mencintai Vero.. aku tidak akan membiarkan itu terjadi. kau itu pantasnya dimiliki oleh orang gila, bukan..bukan orang gila, tapi aku... ahh aku tidak gila" Abigail terus meracau seorang diri dan terus minum minuman alkohol itu tanpa henti.


Padahal dokter Grace sudah mengingatkannya agar tidak minum berlebihan. karena itu akan memberikan dampak besar terhadap kesehatan mentalnya.


Kondisi Abigail semakin melemah, darah segar sudah mulai keluar dari hidungnya. Wajahnya pucat, kukunya membiru, bibirnya bergetar hebat, sehingga racauan2nya tentang Lia semakin samar terdengar.


Pukul 9 malam Lia sudah berada di parkiran mobil milik Abigail, Lia sengaja mempercepat acaranya dengan Vero agar ia bisa segera bertemu dengan Abigail dan meminta penjelasan.


namun betapa terkejutnya ia ketika melihat pemandangan yg begitu mengerikan di depannya, berantakan dan bau alkohol dimana mana. dan lagi Lia dibuat terkejut ketika melihat sosok laki laki yg sedang terduduk lemas di lantai bersandar sofa.


"Abigail....!!" Lia berteriak dan berlari menghampiri Abigail


"apa yg terjadi denganmu?? kau membohongiku, dan sekarang apa ini?? kau sudah bosan hidup ya??" Lia berusaha mengangkat tubuh Abigail ke sofa, namun karena tubuh Abigail begitu berat menurutnya akhirnya Lia menyerah dan hanya memeluk Abigail yg sedang terduduk di lantai.


"Lia kau sudah pulang" tanya Abigail lemah


"diamlah" jawab Lia sembari mengusap darah yg berada di hidung Abigail dengan tisu


"Lia aku baik2 saja, aku hanya sedang butuh hiburan saja"


"tidak, kau tidak baik baik saja, kukumu membiru wajahmu pucat seperti vampire, apa itu namanya baik baik saja?" kata Lia yg sudah mulai menangis


"hei,, kau kan baru saja bahagia, kenapa sekarang menangis?"


"aku bahagia?? bahagia dengan kebohongan mu itu hah?? aku sudah bilang aku mencintaimu, hanya kamu Abigail tuan patung dermawan! kenapa kau masih saja mau menjodohkan aku dengan Vero?"


"aku sudah menjelaskan semuanya dengan Vero, dan Vero juga mengerti. Apalagi ternyata Vero juga sudah dijodohkan dengan gadis pilihan orang tuanya, sekarang semuanya sudah jelas kan?" Lia menjelaskan semuanya dengan nada sesenggukan,


"Abigail, aku mencintaimu, bagaimana bisa kau membuang ku begitu saja! apa kau tidak membutuhkan aku lagi?"


"Lia... aku hanya butuh pelampiasan agar aku bisa meringankan beban masalahku" ucap Abigail dengan nada yg semakin melemah


"dan itu hanya sia sia Abigail, karena aku tidak bisa terjebak dalam kebohongan mu, sekarang kau tetaplah disini, aku akan memanggil Zio untuk menghubungi dokter Grace, menurutlah" kata Lia dan berlalu pergi


setelah beberapa lama Lia kembali dan memapah Abigail ke kamarnya sendiri, karena kamar Lia lah yg paling dekat dengan posisi Abigail sekarang, sedang kamar Abigail berada di lantai atas.


"tidurlah, aku akan mengambil air kelapa untuk menetralkan alkohol yg berada dalam tubuhmu" entah benar atau salah rumor tentang air kelapa itu, namun menurut Lia itu adalah jalan alternatif saja, karena ia baru saja membeli air kelapa untuk dirinya membuat es teler besok.


"minumlah, jangan berfikir macam macam, semuanya sudah selesai dan aku mencintaimu, mmuach" Lia menyodorkan air kelapa yg sudah ia campur dengan sedikit garam dan mengecup hidung Abigail.


tak lama kemudian dokter Grace datang.


"apa yg terjadi Abigail", dokter Grace datang dan langsung memeluk tubuh Abigail dengan mesra.


"dia terlalu banyak minum alkohol dokter" jawab Lia


dasar..nggak tau apa disini ada calon pacarnya,main peluk aja ni dokter


Lia mendengus kesal melihat dokter Grace memeluk Abigail tanpa permisi, padahal dokter Grace sama sekali tidak tau tentang hubungan mereka berdua, namun tidak dapat dipungkiri bahwa dokter Grace memiliki perasaan yg tidak biasa kepada Abigail.


nampaknya dokter ini akan menjadi sainganku nanti,baik mari kita ikuti kompetisi ini, dan lihat siapa yg akan menjadi pemenangnya. umpat Lia dalam hatinya yg sedang terbakar api cemburu, apalagi melihat Abigail yg tidak ada penolakan sama sekali


like


komen

__ADS_1


vote


__ADS_2