
sepasang kekasih anti uwwu itu masih dengan posisi yang sama, di ruang makan.
"Lia, kamu bilang aku tergila gila dengan perempuan lain gimana maksudnya?" tatapan Abigail menajam
"Gail, kamu kan sudah janji mau tidur di kamar yang sama denganku, kenapa tadi malam pindah?"
"aku nggak tahan jadi lebih baik pindah kan? aku tahu kamu sangat menjunjung tinggi kehormatanmu"
"emang, kata ibuku aku tidak boleh memberikan tahta ku kepada laki laki yang belum menghalalkan aku"
"gadis baik,. sekarang jawab dulu apa maksudmu dengan tergila gila tadi? dari tadi kamu mengalihkan pembicaraan saja"
"kamu kan yang bermimpi bertemu Bunga! jadi itu sama saja kamu tergila gila padanya" Lia mengambil obat dan meminumnya
"tidak! jangan bahas Bunga lagi! ayo lanjutkan lamarannya!"
"elehh, lamaran macam apa itu! nggak ada manis manisnya dikit deh! mbok ya kaya di novel novel itu lho"
"yang penting kamu mau menerima lamaranku saja itu sudah cukup, aku akan menjadi lelaki terbahagia di dunia"
"buaahhhaahaaa.. oke oke aku terima, pakein dong gelangnya"
"oke"
Abigail memakaikan gelang cantik itu di tangan kiri Lia, pagi ini sambil sarapan lamaran terjadi. Sekali dayung dua pulau terlampaui begitu mungkin hehehe.
"ck aku benar benar tidak di istemawakan, mana ada lamaran di meja makan!" Lia masih menyayangkan momen terindahnya, kalau dia baca di novel novel romantis akan ada lamaran di kapal pribadi dengan sang pria membawakan rangkaian bunga, atau kalau tidak minimal di tempat tempat romantis dengan alunan musik terus dansa bersama.
"makanya jangan kebanyakan novel, kamu jadi kebanyakan menghayal"
__ADS_1
"tapi kan tidak ada salahnya punya lamaran impian" Lia mengerucutkan bibirnya
"impian emang nggak salah, yang salah itu orangnya, lihat kondisi, kamu sedang sakit, nggak boleh capek nggak boleh kedinginan.. nggak boleh.."
"ALASAN!!!.." Lia menggebrak meja makan dengan nafas naik turun
"ya sudah aku minta maaf, kamu mau yang romantis kan, nanti malam kita pergi ke suatu tempat"
"buat apa? lamaran kan udah"
"KATANYA MAU ROMANTIS YA... KAMU KOK GITU BANGET SIH!!!" Abigail mendesah frustasi
gila, apa semua cewek wujudnya kaya gini ya
"hahaha baiklah, aku mau deh"
"hehe iya maaf, kalau gitu hati hati ya"
"iya.. kamu jangan lupa rutin minum obatnya ya" Abigail mengelus rambut Lia lembut
"iya, bawel"
"cium dulu dong" Abigail memanyunkan bibirnya
"ih enggak, nanti aja"
cuuppp..
"maaf terpaksa hehe, jangan kabur lagi ya, aku sayang kamu" Abigail pun berlalu pergi meninggalkan kekasihnya
__ADS_1
"tu kan suka nyuri nyuri deh kaya orang kepepet"
"hati hati sayang, aku juga sayang kamu" Lia pun membereskan piring dan gelas bekas mereka sarapan dan mencucinya.
...----------------...
"bos kesiangan lagi, aktifitas ser ser nya sampai jam berapa?" Vero menyambar tas Abigail dan berjalan di belakang bos nya
"ciihh.. otakmu perlu dibawa ke bengkel biar nggak konslet terus" ucap Abigail dengan wajah non ekspresi
"saya sudah ganti sparepart dan oli radiator kok bos, jadi santai tidak perlu tegang begitu mukanya" celethuk Vero yang semakin membuat Abigail geram
"mungkin sparepart yang kamu pakai kadaluwarsa atau sudah karatan mungkin, makanya pagi pagi begini kau sudah minta diperbaiki lagi" Abigail sudah memasuki ruangannya dan Vero meletakkan tas milik bos garangnya itu di atas meja
"kalau begitu saya akan perbaiki bos mohon bimbingannya" mungkin maksud Vero lebih baik mengalah saja, bagaimanapun juga bos nya bisa memotong bonusnya kapan saja begitu
yang perlu diperbaiki itu otakmu bos! dasar bos amatir, gitu amat sama bawahannya_ gerutu Vero dalam hati
"Vero, apa jadwal pertemuan dengan klien dari Korea sudah kau atur?" Tatapan Abigail berubah menjadi sangat serius,
"sudah bos, dan Zio juga saya jadwalkan agar dia ikut mengawasi pertemuan kita nanti" Vero merubah posisinya, sekarang dia duduk berseberangan dengan Abigail
"kenapa Zio dilibatkan? apa kamu tidak mampu?"
"bukan bos, tapi saya sudah mencari informasi bahwa klien kita ini sangat berbahaya, dia terkenal dengan kelicikannya"
"kita lihat saja nanti, apa dia masih bisa mempertahankan rumor itu" Abigail menyeringai, jarinya bergerak mengetuk meja berkali kali menjadi alunan musik
*kita mulai olahraga yuk 😁
__ADS_1