Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
13.panas


__ADS_3

"Lia, jelaskan!" bentak Abigail


kenapa marah? kaya suami marah saat istri nggak masak aja


"oke, duduk yg tenang dulu! aku dan Vero sudah kenal lama sekali sejak aku masih duduk di bangku SMA...."teteteettt Lia menceritakan awal mula pertemuannya dengan Vero


"lalu hari ini maksutmu apa?" Abigail masih geram akan kebohongan Lia


"tadi pagi aku memang janjian sama Vero ketemu di taman belakang pasar seperti biasanya, karena... ahhhh apa pentingnya sih untukmu, kau cemburu?? hahaha" Lia tertawa dengan bangganya


"jaga bicaramu Lia, aku hanya tidak suka dibohongi, apalagi kau adalah orang yg aku lindungi, aku tidak akan pernah membiarkan peliharaanku pergi tanpa izin main kabur2an seperti yg kau lakukan tadi pagi, kalau sampai kau ditangkap Zhizie gimana hah? aku lagi kan yg repot! gunakan otakmu sebelum bertindak!" panas sekali kepalaku, kenapa ini?? apa benar aku cemburu? Abigail bicara dalam hati


"ya maaf, aku hanya rindu dengannya, sudah lama sejak aku dibawa Tante Zhizie hingga sekarang aku belum pernah bertemu dengannya lagi" Lia menunduk tanda bahwa ia sedang menyesali perbuatannya


"baiklah, aku maafkan kali ini, tapi untuk bertemu dengan Vero lagi, lakukan di rumah ini saja! kau mengerti?" seperti apapun itu, Vero sudah sangat berjasa dalam hidupku, aku tidak peduli dengan perasaanku, aku harus menutup perasaan ini rapat2


"iya aku janji tidak akan mengulanginya lagi, maafkan aku ya"


sebenarnya Liapun bimbang dengan hatinya, bertemu Vero tubuhnya tidak bereaksi apapun apalagi dengan jantungnya, detaknya tetap normal, namun berbeda dengan saat dia bertemu dengan Abigail, entahlah perasaan apa itu, hanya Lia yg tau


"aku pergi dulu untuk menemui Vero!"


Lia tersentak kaget ketika abigail hendak menemui Vero, karena ia tidak mau jika Vero tau yg sebenarnya terjadi dengannya


"emmmm tunggu, bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?"


"katakan?"


"apakah kau akan menanyakan tentang kejadian tadi?" Lia berbicara dengan bibir yg gemetar


"ya!" jawaban yg sangat singkat


"jangan, biarkan aku yg menjelaskan sendiri, sebenarnya Vero belum tau tentang kita tentang kejadian 1 bulan lalu yg terjadi padaku, please!" Lia mengatupkan kedua tangannya, sebenarnya Lia hanya takut jika nanti Vero tau, maka Vero akan sungkan bertemu dengannya lagi


"lalu?"


"kan aku sudah jelaskan tadi biar aku yg pergi dan mengatakan yg sebenarnya terjadi!" Lia mulai kesal


"baik, aku antar!" dengan santainya Abigail berkata

__ADS_1


"ah sudahlah terserah kau saja!" tiba2 kepala Lia terasa pusing dan seperti semua benda disekitarnya berputar


"kau kenapa? kenapa wajahmu pucat sekali? kau takut hahaha" ledek Abigail


"diam, kenapa kau jadi ada banyak sekali, kau seperti amoeba saja" Lia masih memegang kepalanya dengan erat karena sakit yg mulai tak tertahankan


"Lia kau serius?? baguslah kalau begitu aku jadi tidak perlu membayar pengawal untuk mengawasimu, cukup dengan belahanku saja hahaha" Abigail belum menyadari bahwa yg dimaksud Lia itu kepalanya yg terasa terus berputar, dan bahkan Abigail malah berlalu pergi meninggalkannya


"tu..tunggu Gail, aku.." bruuukkk


Lia jatuh pingsan


Abigail yg menyadari itu langsung berlari mendekati Lia,


"Lia, hei kau kenapa lagi sih?? kenapa kau selalu merepotkan ku?" hinaan yg bermakna kecemasan


Abigail mengangkat tubuh Lia dan membawanya pergi ke rumah sakit


30 menit berlalu, Abigail dan Lia sudah sampai di rumah sakit


"suster tolong!!" Abigail berteriak dengan tangan yg masih membawa beban tubuh Lia


dengan sigap suster datang dengan membawa ranjang dorong khas rumah sakit (author lupa namanya wkwkwk)


"suster, tolong teman saya! dia tiba2 pingsan"


"baik tuan tunggu sebentar disini, biar dokter yg memeriksanya"


"emmm" jawab Abigail singkat namun terlihat dengan jelas bahwa Abigail begitu mencemaskan Lia


setelah beberapa menit dokter keluar


"Grace bagaimana keadaanya?"


dokter Grace adalah teman Abigail semasa kuliah sekaligus menjadi dokter keluarga khusus untuk Herman


"pasien baik2 saja, hanya tekanan darahnya saja yg rendah, mungkin dia kelelahan atau terlalu banyak pikiran sehingga membuatnya drop"


"o iya dia juga menyebut namamu terus, sepertinya dia sangat membutuhkanmu, apa dia kekasihmu?" tanya dokter Grace

__ADS_1


"bukan, dia temanku" atau lebih tepatnya dia calon pacarku hahaha gumam Abigail dalam hati


"ohhh gitu, kalau begitu aku pergi dulu ya, masih banyak pasien yg harus ku urus, kalau ada apa2 langsung hubungi aku!" dan dokter Grace berlalu pergi


ceklek.. pintu ruangan terbuka


Abigail masuk ke ruang dimana Lia dirawat, masih di ruang UGD karena Lia tidak perlu rawat inap, hanya perlu banyak istirahat saja kata dokter Grace


"Abigail...Abigail" Lia terus mengigau memanggil nama Abigail


"Lia aku disini" Abigail menggenggam tangan Lia sangat erat


setelah beberapa menit, Lia sadar dari pingsannya dan mulai membuka matanya, dan terlihat Abigail masih menggenggam tangannya dengan lembut


"Gail, aku merepotkan mu lagi ya?" tanya Lia dengan lirih


"kau sudah sadar rupanya, iya kau merepotkan ku, tapi kali ini aku tidak akan menghukummu, dan setelah energimu pulih kita pulang dan istirahatlah" Abigail bicara dengan nada yg sangat lembut


"Lia, apa yg sebenarnya membebani pikiranmu? apa aku terlalu kejam denganmu?" kebiasaan Abigail, bertanya tanpa permisi dengan maksud semua pertanyaannya harus dijawab


"tidak ada, aku hanya lelah saja" jawab Lia masih dengan nada yg lemah


"bohong, lelah apa kau? di rumah kan kau hanya masak dan bersih2 saja, itupun kalau kau tidak malas" bantah Abigail


"jawab dengan jujur atau Vero akan tau semua rahasiamu sekarang juga!" desakan beserta ancaman menggertak Lia


"aku rindu ayah dan Geza adikku Gail, aku juga takut Zhizie menangkapku lagi, dan juga skripsiku belum aku selesaikan padahal waktu hanya tinggal 2 hari saja, padahal dosenku galak dan cerewet sekali" Lia menjawab dengan sangat jujur, karena memang hanya itu yg sedang ia pikirkan


"benarkah? apa jika aku menyelesaikan masalahmu kau akan sembuh?"


"aku tidak apa2 Gail, paling besok aku sudah sembuh dan aku akan menyelesaikan skripsiku, setelah itu aku akan mencari kerja dan aku juga akan membuktikan kepada ayahku kalau aku bisa sukses tanpanya"


sorot mata Lia mengatakan bahwa aku lemah, aku tidak bisa menyembunyikan bebanku sendiri begitu


"aku akan membantumu! sudah jangan pikirkan lagi hal2 yg tidak penting itu, untuk Zhizie kau tak perlu khawatir, dia urusanku kau hanya perlu di rumah saja dan jangan membantah perkataanku!"


"makasih Gail, sejak aku bertemu denganmu aku tau kau adalah orang yg baik, tidak kejam dan mengerikan" Lia memeluk Abigail dengan tubuh lemahnya


"kau memujiku atau menghinaku sih?" protes Abigail

__ADS_1


hai pembaca, maaf ya kalau bahasaku masih kaku, masih ada yg nggak nyambung, aku cuma menulis apa yg ada di pikiranku saja hehe apalagi kalau ada yg typo, mohon kemakluman ya karena aku baru belajar nulis,


jadi jangan lupa like and vote ya biar aku semangat nulisnya🤗


__ADS_2