Bidadari Dari Neraka

Bidadari Dari Neraka
seserahan 2


__ADS_3

Tepat pukul 7 pagi Lia sampai di mall yang sudah dipilih Abigail. Zio hanya menjemput namun tidak menunggu, karena Zio juga lelah akhirnya Zio pamit pulang.


Abigail menunggu Lia di depan cabang butik milik Zora.


"mau ngajak belanja apa mau pamer kemesraan?" Lia mengerucutkan bibirnya


"ini adalah butik terbaik di seluruh mall sayang, udah deh jangan bikin kekacauan, nanti siang kita nikah"


"tapi aku nggak suka sama Zora yang sok genit itu ngerti nggak sih?"


"terus maunya gimana? kita sekalian ambil kebaya yang aku pesan dari Zora"


"yaudah ambil aja" Lia melipat tangan.


"cemburuan amat sih, tergila gila banget sama aku ya"


"........"


"hahaha siapa sih yang nggak tergila gila padaku!"


"aku tergila gila sih tapi..... boong"


"masa!!!"


"iya.."


"yasudah kalau gitu aku sama Zora aja ya" Abigail tersenyum smirk


"dengan senang hati" Lia pun tersenyum penuh makna


cup..


Abigail mengecup pipi Lia sekilas setelah celingukan mengontrol situasi, setelah aman aksinya pun dilangsungkan, seperti maling sapi tetangga😂


wajah Lia merah padam, malu karena mereka berada di mall, kalangan rame.


"wajahmu setebal wajan ya!! ini di mall!! isshhh!!" Lia menutupi wajahnya yang merah padam dengan kedua tangannya.


"aku sudah melihat kondisinya, dan aman terkendalikan, nyatanya tidak ada yang melihat kan?" Abigail melihat ke kanan kiri atas bawah depan belakang.


"dasar mesum! udah ah, aku mau ambil kebayaku dulu, kamu disini"


"dengan senang hati tuan putri" Abigail menundukkan kepalanya


"eh uangnya mana?? hehehe" Lia merubah wajahnya seimut mungkin

__ADS_1


"sudah aku bayar tadi malam" Abigail mengacak rambut Lia


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"selamat pagi mbak, saya mau ambil kebaya pengantin yang dibuat tadi malam sama kak Zora" ucap Lia kepada salah satu karyawan butik


"maaf atas nama siapa?" karyawan itu menjawab dengan senyuman ramah


"Abigail Fardan Sentosa"


"oh mbak ini adiknya tuan Fardan ya? waahhh cantik sekali" wajah karyawan itu merona


"hehe saya yang akan memakai kebaya nanti siang mbak" Lia cengengesan,lagaknya seperti meledek


"oh" degan ketusnya karyawan itu pergi mengambil kebaya yang Lia pesan


"kenapa sih tu orang, tadi ramah banget sekarang mirip kucing nggak kebagian ikan asin" Lia berdecak sebal


setelah beberapa menit kemudian karyawan itupun menghampiri Lia dan memberikan kebaya tersebut.


"mbak, ini kebaya nya sudah dibayar sama calon suami saya" ucap Lia dengan penuh penekanan ketika menyebut calon suami


"iya dek" begitu jawaban karyawan itu.


tanpa jawaban apapun Lia pergi meninggalkan butik tersebut dengan wajah cemberut.


"sayang... apa aku tidak pantas menjadi istrimu?" ucap Lia lirih


"kata siapa? sebentar lagi kamu akan menjadi separuh dalam hidupku, apa kamu masih meragukan cintaku untukmu?" Abigail membungkuk, mensejajarkan tubuhnya dengan Lia hingga wajah mereka bertemu


"kata karyawan Zora, aku lebih mirip sebagai adikmu, huaaaaaaa" Lia menangis sejadi jadinya dalam pelukan Abigail


"jangan dengarkan kata orang, kamu ya kamu, kamu adalah wanita yang paling aku cintai di dunia ini setelah ibuku, bukankah itu bagus jika kamu terlihat seperti adikku, itu berarti kamu awet muda" Abigail berusaha menghibur Lia sambil mengelus rambut Lia,


"tapi aku nggak suka dibilang seperti adik kamu, aku istri kamu hiks hiks"


"memang secantik apa karyawan itu, baru juga jadi karyawan beraninya membuatku calon istriku menangis"


"dia tidak cantik, masih cantikan aku juga"


"oh ya,, tapi cantiknya hilang tu"


"kok gitu sih, huaaaaa"


"anak manja, cantikmu hilang karena kamu menangis" Abigail menepuk punggung Lia. tidak peduli banyaknya orang yang melihat mereka berdua dengan berbagai jenis artian tatapan

__ADS_1


"maaf.. aku cengeng ya?" Lia melepas pelukannya dan langsung mengusap air matanya


"cengeng, tapi aku cinta.. i love you" Abigail mencium kening Lia mesra


mendengar itu, hati seorang Lia, calon istri yang pernah merasa bosan dengan calon suaminya sendiri merasa begitu hangat dan terharu hingga air matanya kembali menetes, bukan sedih namun karena saking bahagianya memiliki calon suami seperti Abigail. Tampan, soleh, romantis, kaya lagi.


"love you more sayang" jawab Lia


"hapus air matamu, aku tidak ingin orang beranggapan aku menyakitimu hingga kamu menangis" Abigail mengusap air mata Lia


"ump.."


Abigail dan Lia meneruskan perbelanjaan mereka. Mulai dari set perhiasan berisi kalung, gelang dan anting, seperangkat alat shalat, bahkan almari pun Lia beli sebagai seserahan. Dan tentunya dengan begitu banyak drama.


Bagaimana tidak! Lia dibuat frustasi oleh calon suaminya yang memang sangat awam perihal wanita, pada saat itu mereka berada di toko khusus peralatan shalat, Abigail memilih mukena terusan berwarna coklat,. sontak Lia menolaknya "itu untuk nenekku?" begitu Lia menatap mukenanya. Namun Abigail menyangkal, katanya "ini simpel sayang, kamu nggak perlu ribet pakai bawahan kan, sekali masuk langsung ketutup semua". Namun karena Abigail sangat mencintai Lia, akhirnya Abigail mengalah meski hatinya kecewa karena pilihannya tidak disukai Lia.


Lagi, ketika mereka berada di toko khusus make up, bukannya Lia yang berbunga bunga melihat berbagai jenis peralatan make up malah Abigail yang kegirangan menjajal semua jenis parfum bahkan Abigail penasaran dengan blush on yang kata SPG nya itu untuk membuat pipi merona. Tentu saja dengan otak sengklehnya, Abigail penasaran karena dalam bayangannya terlintas wajah Lia yang merona ketika mereka berciuman.


Belum lagi ketika mereka lewat di sebuah toko pakaian dalam wanita. Otak Abigail langsung memutar memori ketika dia menonton blue film yang dikirim oleh Vero katanya tutorial malam pertama. Abigail memilih lingerie berwarna hijau stabilo, menurutnya itu warna mencolok dan menggugah selera. Lia mengacak rambutnya sendiri saking frustasinya.


"cukup sayang!!! pokoknya malam ini aku mau pakai piyama ini!!!" Lia menunjuk piyama berwarna putih bergambar little pony.


"hah .. baiklah.. yang penting isi dan intinya saja" Abigail menurut saja dengan wajah putus asa.


"dasar mesum!!!"


para karyawan yang melihat perdebatan mereka hanya cekikikan saja dan sekali kali melirik wajah Abigail yang begitu tampan.


Kini misi belanja seserahan pun selesai, Abigail dan Lia sedang berada di kedai kopi depan Mall.


"sayang, ini sudah pukul 10, kita pulang ya. Kita harus bersiap" ucap Abigail sambil mengaduk kopi latte berbentuk kucing


"tapi aku masih lapar"


"sayang, kamu sudah makan dua porsi steak dan puding coklat,masa belum kenyang?"


"memang belum kenyang mau gimana?" Lia mengedikkan bahunya


"oke, kamu mau makan apa lagi, aku bungkusin"


" oke deh, aku mau salad buah nggak pake susu"


"baik"


setelah menyeruput kopinya, Abigail memanggil waiters untuk membungkus salad pesanan Lia.

__ADS_1


salad buah? _ Abigail


__ADS_2