
Bryona tampil sangat mempesona di acara fashion show yang dilakukan di Kota New York. Meskipun ia hanya membawakan 1 jenis gaun, namun sudah bisa membuat Bryona masuk ke dalam salah satu majalah fashion di Kota New York itu.
Hari ini, adalah hari di mana Freya akan mempresentasikan hasil pemotretan dan juga video klip untuk peluncuran iklan produk kecantikan dari AR Group. Kedua tim sudah bersiap di tempatnya masing-masing, bersama dengan model mereka. Oscar Gerardo, Hector Rodriguez, dan Chris Alexander juga tampak hadir untuk melihat hasilnya.
Leticia tampak sangat seksi dengan gaun terbuka yang ia kenakan, sementara Bryona hanya menggunakan dress berwarna biru turquoise dengan panjang di atas lutut sedikit. Leticia memandang ke arah Bryona, ia merasa mengenalinya. Ia pun segera berdiri dan menghampiri.
“Kamu Bryona si toge?” ungkapan itu kembali membuat Bryona teringat akan masa-masa kelamnya. Bagaimana Leticia selalu membullynya dan melakukan tindakan kasar, bersama dengan teman-temannya.
Namun, Bryona tak ingin dianggap lemah lagi, kini ia berani berdiri tegap di hadapan Leticia, “Ooo akhirnya kamu mengenaliku. Senang berjumpa lagi denganmu.”
Tangan Leticia dengan cepat ingin menarik rambut Bryona, namun langsung ditahan oleh Bryona kemudian berbisik di telinga Leticia, “Apa kamu ingin bertarung denganku di sini? Apa kamu sudah siap jika harus menanggung malu di hadapan para direksi, produser, serta sutradara?”
Leticia segera menurunkan tangan dan mengepalkannya. Ia merasakan aura berbeda pada diri Bryona. Bryona yang ia kenal adalah Bryona yang culun dan mudah untuk ditindas. Sebenarnya sejak dulu, Leticia merasa iri dengan bentuk dan ukuran payuudara Bryona yang terlihat besar. Karena itulah ia sering mencari alasan untuk membuat Bryona terlihat payah dan tidak menonjolkan asetnya tersebut.
Tak lama, muncul Nicho bersama dengan Theo. Mereka mengambil tempat di kursi yang masih kosong. Mata Theo melihat ke arah Freya yang tengah sibuk dengan laptopnya, sementara Mata Nic tak lepas dari Bryona sejak masuk ke dalam ruangan.
Manager pemasaran mulai mempresentasikan hasil kerja mereka, juga menjelaskan mengenai tema yang mereka usung. Dengan berapi-api ia menjelaskan bagaimana kecantikan Leticia begitu terpancar dalam setiap foto dan video yang mereka ambil.
“Kamu ingin menonjolkan modelnya? Atau produknya?” tanya Nic langsung pada sang manager. Sang manager terdiam. Dalam foto tersebut memang Leticia terlihat lebih mendominasi dibanding produk itu sendiri.
Selanjutnya, Freya mengambil alih presentasi. Ia mulai menjelaskan secara teratur mengenai tema yang mereka usung dan cara mereka melakukan pengambilan gambar dan video. Freya memperlihatkan beberapa foto yang sudah ia pilih dan juga video yang sudah ia edit, sehingga menampilkan alur yang begitu sempurna.
Hector begitu bangga pada putrinya. Meskipun Freya masih muda, tapi pencapaiannya sangat luar biasa. Mata Theo tiba-tiba saja tak berpaling saat mendengarkan Freya melakukan presentasi.
__ADS_1
“Aku akan menunjukkan foto terakhir yang akan aku gunakan sebagai banner produk ini dan juga video untuk pemasaran,” Freya menampilkan sebuah gambar di layar, dan setelahnya ia memutar sebuah rvideo.
Leticia merasa sangat marah saat melihat gambar dan video tersebut. Di sana terlihat bagaimana dekatnya antara Nic dengan Bryona.
“Nic, sejak kapan kamu menjadi bintang iklan, hmm?” goda Oscar.
“Sepertinya ketiga putra putri kita bisa saling bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang luar biasa,” ungkap Hector.
“Putrimu benar-benar luar biasa. Tak salah aku memilihnya untuk menjadi menantuku,” ucap Chris yang membuat kedua sahabatnya itu tertawa.
“Kenapa Uncle tidak menjodohkan Nic saja dengan Nona Freya? Sepertinya mereka sangat cocok dan sepadan,” kata Theo dengan wajah datar.
“Jangan macam-macam kamu, Te. Aku tak akan mau siapapun mengatur hidupku,” jawab Nic yang merasa Theo mau memulai peperangan dengannya.
“Frey, kemarilah,” pinta Hector. Freya mendekati Dad Hector, sementara Bryona keluar dari ruangan bersama team Freya. Mata Nic terus mengawasi Bryona, seakan takut kalau wanita itu akan menghilang begitu saja.
“Ya, Dad,” Freya menghampiri Dad Hector.
“Dad bangga sekali padamu. Kamu bisa membuat foto seperti itu dan video yang begitu mengesankan.”
“Ini bukan karena aku Dad, tapi model-modelnya yang hebat,” ujar Freya, membuat Theo berdecak kesal.
“Te, kamu harus lebih sering bertemu dengan Freya. Ia tidak hanya cantik, tapi juga pintar,” kata Chris, membuat Theo semakin kesal saja.
__ADS_1
“Uncle, maafkan aku sebelumnya. Tapi apa tidak sebaiknya biarkan kamu menemukan pasangan kami masing-masing? Ku rasa hubungan bisnis tidak bisa disamakan dengan hubungan keluarga. Biarlah kita berbisnis bersama, jangan dikaitkan lebih dari itu, karena jika bisnis rusak, maka hubungan itu akan mengalami keretakan juga,” Freya seperti memberi wejangan pada ketiga pria paruh baya yang ada di hadapannya.
“Wah kamu benar-benar luar biasa, Nona Freya,” puji Nic. Ungkapan Nic membuat Theo semakin merasa kalau Nic dan Freya memiliki ketertarikan antara satu sama lain.
Kalian berdua seperti mencari cara untuk bersatu? Apa memang akulah penghalang di antara kalian. Ini hal yang bagus jika Dad mau membatalkan rencana perjodohan, tapi aku tidak suka jika Nic bersamanya. - batin Theo.
Sementara itu di depan ruang meeting, Leticia menatap tajam ke arah Bryona. Melihat foto kebersamaan antara Bryona dengan Nic, membuat darah Leticia serasa mendidih. Apalagi melihat video kemesraan antara Nic dengan Bryona, ahhh … sudahlah.
Ia menghampiri Bryona, kemudian dengan cepat sebuah tamparan mendarat di pipi Bryona.
Plakkk!!
Tanpa berpikir lagi, Bryona membalas tamparan itu.
Plakkk!!
Wajah Leticia kaget ketika Bryona membalas tamparannya dan terasa begitu sakit di pipinya, sementara Bryona tersenyum melihatnya. Kedua team yang berdiri di belakang model mereka, berusaha melindungi team mereka.
“Kamu kira aku akan menerima begitu saja semua pukulanmu? Tak akan! Setiap kamu memukulku, aku akan membalasnya, bahkan lebih jika perlu. Aku akan menghitung setiap pukulan yang pernah kamu berikan padaku dan akan kukembalikan beserta bunganya. Jadi, jangan pernah main-main denganku, Leticia Rocco,” Bryona akhirnya mengajak team Freya menuju ruangan Freya. Mereka memang di minta untuk menunggu di sana, untuk membahas kelanjutan kerja mereka.
“Sialannn!!! Aku tidak akan pernah melepaskanmu, aku pasti akan menghancurkanmu!” teriak Leticia sambil menghentakkan kakinya ke lantai.
Ia melihat ke sekeliling, di mana para kru melihat ke arahnya, “Apa yang kalian lihat, hah? Cepat belikan aku minum!”
__ADS_1
🌹🌹🌹