BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#49


__ADS_3

Theo mendatangi M-Tech, di mana Freya berada saat ini. Ia tak mengatakan apapun pada resepsionis dan langsung menuju ke lantai tempat di mana ruangan Bryona berada.


Theo sangat yakin bahwa ruangan Freya tak akan jauh-jauh dengan Bryona karena mereka berdua adalah sahabat yang sangat dekat, bahkan bagaikan saudara.


Di depan pintu ruangan yang berada persis di sebelah Bryona, terlihat tulisan Freya Rodriguez, Vice President.


Wow, posisimu sangat bagus di sini. Perusahaan M-Tech adalah perusahaan besar, pantas saja kamu langsung mengundurkan diri tanpa memikirkannya lagi. - batin Theo.


Ia mengetuk pintu ruangan itu. Tak ada sekretaris di bagian luar karena memang saat itu adalah saat jam makan siang. Theo sama sekali tak mendengar jawaban dari dalam, oleh karena itu ia langsung membukanya.


Di dalam ruangan, ia melihat Freya sedang memejamkan matanya sambil mendengarkan sesuatu dengan menggunakan earphone. Freya menyampingkan posisi kursinya hingga menghadap ke sebuah jendela besar yang langsung melihat ke arah Kota Meksiko.


Cahaya matahari yang masuk melalui jendela, seperti langsung menyentuh wajah Freya, hingga membuatnya terlihat begitu bercahaya. Theo terdiam untuk sesaat dan menikmati kecantikan Freya. Ia bahkan sampai tak sadar bahwa ia telah melakukannya lebih dari 5 menit.


ia terus berjalan mendekati Freya hingga berdiri di depan kursi gadis itu, menutupi cahaya matahari yang awalnya langsung mengenai wajah Freya. Freya yang merasakan adanya perubahan pun membuka matanya. Ia melihat sesosok makhluk di hadapannya.


Bughh!!!


Dengan cepat Freya langsung menendangnya dan menjauhkan dirinya. Ia selalu menjaga dirinya dengan baik.


“Ahhh!!” teriak Theo yang terkena tendangan tepat di senjata miliknya. Ia langsung memegang dan menjauhi Freya.


Freya yang mengenali suara tersebut pun sadar, “Tuan Alexander? Apa yang kamu lakukan di sini?”


Freya memang selalu memanggil Theo dengan sebutan Tuan Alexander. Ia selalu menjaga jarak dengan pria yang awalnya dijodohkan dengannya itu.

__ADS_1


“Apa kamu selalu seperti ini? Memukul, menendang tanpa melihat siapa yang menerimanya.”


“Ahh maaf, Tuan Alexander. Saya tidak tahu kalau anda datang. Saya tidak mendengar anda mengetuk pintu,” kata Freya.


“Sudah berkali-kali aku mengetuknya, tapi kamu tidak mendengarnya. Jadi aku berinisiatif membukanya,” kata Theo.


“Baiklah, apa yang membuatmu datang ke mari?” tanya Freya dan kembali duduk di kursinya.


“Kembalilah ke AR Group,” pinta Theo. Freya langsung menatap ke arah Theo. Tumben sekali pria ini mau merendahkan dirinya dan memintanya kembali, padahal jika mereka bersama, hanya perbedaan pendapat-lah yang terjadi.


“Bukankah seperti ini lebih baik? Kita tak perlu bertengkar karena berbeda pendapat. Kita berjalan di jalan kita masing-masing, tanpa melukai satu sama lain.”


Theo berjalan mendekati Freya dan berdiri di depan kursinya seperti tadi. Ia memegang lengan kursi, seperti mengungkung Freya. Ia melihat wajah gadis itu dengan sangat jelas, cantik!


“Bagaimana kalau aku tidak mau? Aku ingin kita mengurus AR bersama-sama. AR bukan hanya milikku, tapi juga milikmu.”


Theo langsung menarik tangan Freya dan mengangkat tubuhnya hingga mendekat dan menabrak dadanya. Kini tak ada jarak di antara mereka, mata mereka saling menatap satu sama lain.


Theo mendaratkan satu kecupan di bibir Freya, membuat gadis itu diam mematung. Theo tersenyum dan sekali lagi ia menempelkan bibirnya, namun kali ini lebih lama dan lebih dalam. Freya yang tersadar langsung mendorong tubuh Theo.


“Apa yang kamu lakukan?” Freya berdiri dengan tegak, meski kakinya mulai terasa lemas. Ia benci dengan keadaan ini. Tubuhnya seakan ingin mendekat ke arah Theo dan meminta kembali ciuman itu, tapi kesadaran dan logikanya justru menentang.


“Mengambil apa yang memang milikku,” Theo tersenyum sambil memegang bibirnya. Jujur, Freya tak pernah melihat pria di hadapannya ini tersenyum, tak pernah sekalipun.


“Keluar!” Perintah Freya sambil memutar tubuhnya membelakangi Theo.

__ADS_1


“Aku menunggumu besok di AR Group. Kamu harus kembali ke sana, atau aku akan segera menyiapkan pernikahan kita,” Theo melangkah keluar dari ruangan Freya.


Setelah Theo keluar, Freya langsung memegang dadanya. Degup jantungnya seakan tak berhenti berdetak cepat. Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian duduk kembali di kursinya. Matanya menatap pintu yang telah tertutup kembali setelah kepergian Theo.


Di dalam mobil, tiba-tiba saja Theo tersenyum sambil kembali memegang bibirnya. Ia menyalakan mobil kemudian menjalankannya. Ia menyalakan musik di dalam mobil, sesuatu yang sudah lama tak ia lakukan. Ia tak pernah menikmati hal ini sebelumnya.


**


Acara pernikahan antara Nic dengan Bryona akan diadakan dalam kurun waktu 1 bulan lagi. Semua persiapan sudah hampir selesai, mereka hanya tinggal menyebar undangan saja.


Berita mengenai pernikahan ini pun sudah lama berhembus dan diketahui oleh pengusaha di Negara Meksiko. G-Corp dan M-Tech bersatu, adalah sesuaty yang luar biasa menurut mereka. 2 perusahaan besar yang sangat berpengaruh pada perekonomian Negara Meksiko, akan bersatu. Hingga banyak pengusaha dan perusahaan yang ingin menjalin kerjasama dengan mereka.


Bryona banyak melakukan meeting dan tentu saja ditemani oleh Freya. Mereka akan menerima kerja sama yang tentu saja akan menguntungkan perusahaan mereka, bukan sebaliknya. Namun, Bryona juga akan membantu perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi besar ke depannya.


“Frey, ada apa denganmu? Beberapa hari ini kulihat sepertinya kamu lebih banyak melamun,” tanya Bryona.


“Hmm, aku sedang bingung Bry. Aku bingung apa yang harus kulakukan.”


“Aku tidak pernah melihatmu seperti ini. Apa kamu tidak mau menceritakan padaku? Berbagilah, maka masalah yang kamu hadapi akan menjadi lebih ringan,” ucap Bryona dengan bijak.


“Si pria menyebalkan Tuan Alexander memintaku kembali ke AR.”


“Lalu? Bukankah kamu sudah menjelaskan padanya?”


“Ya, tapi ia tak menerimanya. Ia seperti mengancamku dan memintaku memilih, aku kembali ke AR atau aku harus menikah dengannya,” kata Freya dengan kesal.

__ADS_1


“Menikah?!”


🌹🌹🌹


__ADS_2