
Pagi ini, Luna berangkat ke G-Corp ditemani oleh Mom Dorothy. Ia menggunakan gaun indah dan berjalan ke arah resepsionis.
“Selamat pagi, nona. Anda ingin bertemu dengan siapa?”
“Nicholas Gerardo,” jawab Luna sambil menurunkan kacamata hitamnya.
“Apa sudah ada janji?”
“Belum. Katakan saja padanya kalau Luna Alberto menunggunya. Cepatlah sedikit!!” Kata Luna dengan ketus.
Resepsionis mengangkat telepon yang berada di hadapannya dan menghubungi ruangan Tuan Theo. Ia belum berani untuk langsung menghubungi Nicholas karena Nicholas adalah CEO di G-Corp.
“Ada seorang wanita yang ingin menemui Tuan Nicholas. Ia belum memiliki janji, namanya Luna Alberto.”
Resepsionis tersebut tampak menganggukkan kepalanya, “Baik, Tuan.”
“Maaf, Nona. Tapi saat ini Tuan Nicholas sedang meeting dan jika anda belum memiliki janji, harap membuat janji terlebih dahulu,” kata sang resepsionis seperti yang dipesankan oleh Theo.
Brakk
Dengan kasar Luna menggebrak meja milik sang resepsionis. Ia mulai menampakkan wajah garangnya, “Aku ini calon model di sini, Tuan Nicholas yang memintaku ke sini. Sebaiknya cepat kamu hubungi Tuan Nicholas atau saya akan membuat kekacauan di sini.”
Sang resepsionis menekan sebuah tombol di bawah mejanya yang langsung terhubung ke bagian security. 2 orang security berseragam mendatangi mereka. Resepsionis tersebut menjelaskan dan meminta security untuk membawa kedua wanita itu keluar.
Luna memberontak, begitu juga Dorothy yang terus berteriak dan memaki. Mereka tidak terima atas semua perlakuan yang begitu kasar, seakan mereka adalah seorang penjahat.
Sementara itu, Nic yang berada di ruangannya hanya bisa memandangi foto-foto yang ia dapatkan dari Luna. Ada 2 sisi dalam dirinya, sisi yang mengatakan kalau itu bukan Bryona dan ada sisi yang mengatakan kalau itu memang sifat asli dari seorang Bryona.
__ADS_1
“Sialann!!” Nic melemparkan foto-foto itu ke dinding di sampingnya. Ia meremas rambutnya dan mencengkeramnya dengan menahan kedua sikunya di atas meja.
“Ada apa Nic?” Theo yang masuk ke dalam ruangan Nic merasakan seperti kapal pecah karena beberapa kertas juga ikut terlempar ke lantai. Theo mengambil salah satu foto, kemudian tersenyum tipis.
Melihat wajah Nic yang terlihat kesal, Theo pun tidak terlalu banyak bicara lagi. Ia tak ingin mencampuri urusan Nic apalagi masalah cinta, karena ia sendiri belum bisa menyelesaikan perjodohan dirinya.
Ia akan membantu sahabatnya itu jika memang Nic memintanya, “Apa kamu ingin makan siang?”
“Tidak Te. Bisakah kamu tinggalkan aku sendiri? Aku sedang tak ingin bertemu siapapun,” pintanya.
“Baiklah,” Theo keluar dari ruangan Nic.
Baguslah Nic tidak ingin diganggu. Jadi keputusanku mengusir wanita itu adalah tepat. Aku tahu ia sedang memanfaatkan situasi, terutama Nic. Lihat saja nanti apa yang akan kulakukan jika ia terus mengganggu. - batin Theo.
**
Bryona duduk sendiri di taman kampusnya. Ia memang tak terlalu suka bergaul karena terbiasa sejak dulu selalu sendiri. Jika ia memerlukan teman bicara, ia memiliki Freya yang sudah lebih dari segalanya.
Bryona memasang aplikasi CCTV di ponselnya agar ia bisa memantau La Siera dari kejauhan. Ia menatap layar ponselnya ketika mendapati tingkah Adela yang membuatnya menepuk dahinya.
Bryona langsung meluncur ke La Siera. Awalnya ia ingin menikmati waktu sendiri dengan pemandangan taman kampus, tapi gagal.
Lonceng kecil yang berada di pintu masuk La Siera berbunyi, membuat bagian kasir sekaligus resepsionis menoleh.
“Bry!” sapa Adela yang menampakkan wajah agak kaget karena tak menyangka Bryona akan datang di waktu itu. Biasa Bryona akan datang setelah jam makan siang, setelah jam terakhir kuliahnya.
“Ke ruanganku sekarang!” Perintah Bryona pada Adela dengan tatapan tajam, membuat Adela mulai berpikir bahwa Bryona mengetahui apa yang ia lakukan.
__ADS_1
Bryona memerintahkan seseorang menjaga bagian kasir untuk sementara waktu. Ia harus berbicara serius dengan Adela. Bryona duduk di kursinya dan Adela duduk di hadapannya.
“Ada apa, Bry? Apa kamu akan menaikkan gajiku? Atau aku akan naik pangkat?” Pertanyaan Adela membuat Bryona jengah. Ia sungguh merasa Adela semakin tidak tahu malu.
“Del, sebelumnya maafkan aku karena aku harus mengambil keputusan ini dan mengatakan ini padamu. Dengan terpaksa aku harus memutuskan hubungan kerja denganmu,” kata Bryona sambil melipat kedua tangan di atas mejanya.
Brakk
Sesuai perkiraan Bryona, Adela akan kembali seperti Adela yang mengeluarkan emosinya. Bahkan saat ini mata Adela melihat ke arah Bryona dengan tajam, sangat berbeda dengan tatapannya saat diajak oleh Bryona ke dalam ruangannya.
“Aku tidak terima! Kamu tidak bisa seenaknya memecatku. Apa kesalahanku? Lagipula kamu bukan pemilik resto ini, kamu tidak berhak memecatku,” Adela meninggikan suaranya, mungkin staf lain bisa mendengar suaranya.
“Apa aku perlu membuka semua kesalahanmu? Apa kamu yakin?”
“Ya, ayo keluarkan! Jangan-jangan kamu memang ingin menyingkirkanku karena kamu tak ingin aku dekat dengan sahabatmu yang adalah pemilik La Siera kan?”
“del! Aku tidak pernah melarangmu untuk berteman dengan siapapun. Kalau kamu ingin dekat dengan Freya dan berteman dengannya, bagiku juga tidak masalah. Di sini aku hanya membahas kesalahanmu yang berhubungan dengan pekerjaan.”
Cihhh!!!
“Apa kamu takut Nona Freya Rodriguez membuangmu dan lebih percaya padaku? Sepertinya kamu tidak suka ia menempatkanku di bagian kasir karena itu adalah posisi yang sangat penting dan hanya untuk orang yang dipercaya,” Adela semakin berucap sinis dan meremehkan Bryona.
“Aku tidak peduli mengenai anggapanmu atau pendapatmu. Mulai hari ini, aku memecatmu dan silakan kamu meninggalkan resto La Siera. Oya, sebelumnya tolong kamu kembalikan uang yang kamu ambil dari mesin kasir, sebelum aku melaporkanmu ke polisi dengan dakwaan pencurian,” Bryona menembak telak Adela yang diam mematung.
Kurang ajar! Sialann!! Dia tahu aku mengambil uang di sana, padahal aku sudah melakukannya sembunyi-sembunyi dan tidak mengambil sekaligus. - batin Adela. Ia mengepalkan tangannya dan menampakkan wajah yang kesal.
“Jangan menatapku seperti itu. Aku sudah berbuat baik padamu, tetapi kamu sungguh mengecewakanku. Aku bisa memaafkan kesalahanmu di dapur, karena kuanggap kamu masih belajar. Namun tidak dengan pencurian, itu tak bisa kutolerir sama sekali. Terima kasih atas kerjamu selama ini, aku akan mentransfer gajimu secepatnya,” Bryona mempersilakan Adela untuk keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Adela menghentakkan kakinya dan segera pergi. Ia harus menghubungi Luna dan meminta bayarannya. Bagaimanapun ia sudah mengerjakan tugasnya.
🌹🌹🌹