BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#62


__ADS_3

Bughhh …


Freya mengangkat rok gaunnya kemudian menendang senjata yang dipegang oleh Crystal. Dengan sebelah tangannya, ia melempar high heels-nya hingga mengenai kepala Crystal, membuat wanita itu kaget dan langsung jatuh terduduk.


Freya yang sedikit demi sedikit maju mendekati Crystal, secara sembunyi-sembunyi melepaskan sepatunya dan mengangkat dengan kakinya. Setelah high heels itu berada di tangannya, ia menyembunyikannya di belakang tubuhnya.


“Ahhh sialannn!!!” teriak Crystal. Kepalanya mengeluarkan darah karena terkena sepatu Freya. Freya yang ingin membekuknya langsung mendekatinya.


Theo yang melihat Freya mengeluarkan sesuatu lagi dari dalam tas-nya langsung menghalangi tubuh Freya dengan tubuhnya dan …


Jlebbb …


“Theo ….,” Freya yang menyadari itu langsung menahan tubuh Theo yang hendak jatuh. Sementara Crystal melihat ke arah tangannya yang berlumuran darah dengan pisau yang masih berada di dalam genggamannya.


“A-aku, a-aku menusuk Theo-ku? Ini semua karena kamu, dasar wanita sialannn!!!” Crystal berteriak marah dan langsung berdiri. Tanpa aba-aba ia langsung menyerang Freya yang tengah menahan tubuh Theo.


Freya yang menguasai ilmu bela diri, langsung menyampingkan tubuh Theo, kemudian ia mengangkat gaunnya dan mengibaskannya ke arah Crystal hingga mengenai wajah wanita itu.


Crystal yang kaget langsung melindungi wajahnya. Saat itu digunakan oleh Freya untuk mengangkat gaunnya lebih tinggi dan menendang tubuh Crystal dengan keras hingga wanita itu terjatuh ke belakang dan pisau yang dipegangnya terlepas. Melihat hal itu, para polisi langsung menghampiri dan membekuk Crystal.


“Lepaskan aku!!! Sialannn kalian berani-beraninya menyentuhku! Lepaskannn!!!” Pihak kepolisian langsung membawa Crystal menuju ke kantor polisi.

__ADS_1


Chris dan Hector langsung naik ke atas panggung dan mengangkat tubuh Theo. Mereka harus segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Freya pun ingin ikut menemani, namun sebelumnya ia menemui Bryona yang berdiri tak jauh dari panggung.


“Bry, bantu aku untuk mengurus para tamu. Aku harus pergi menemani Theo,” pinta Freya.


“Tenanglah, serahkan semua padaku,” kata Bryona menenangkan sahabatnya.


Sementara Freya dan kedua orang tua mereka membawa Theo ke rumah sakit, Nic dan Oscar mengurus para tamu serta meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi.


**


Freya, Dad Hector, dan kedua orang tua Theo menunggu di depan ruang ICU. Saat ini Theo sedang mendapatkan penanganan karena bahu kanannya terkena tusukan pisau.


Dad Hector merangkul Freya, menguatkannya. Hari bahagia mereka berubah karena perbuatan seorang wanita bernama Crystal. Freya tentu saja tak akan memaafkan wanita itu. Bagaimanapun, ia akan memastikan wanita itu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.


“Everything’s gonna be okay,” kata Bryona di telinga Freya. Freya menganggukkan kepalanya. Hatinya sedih, tapi sebisa mungkin ia tak menangis. Seorang Freya harus kuat, ia tak ingin dipandang sebagai wanita lemah. Apalagi jika yang melihatnya adalah Crystal, tentu wanita itu akan senang jika melihat penderitaan dan kesedihan Freya.


Seorang dokter keluar dari ruang ICU. Ia segera menghampiri keluarga pasien dan mulai menjelaskan keadaan Theo.


“Uncle Chris, Aunty Maria, keadaan Theo sudah tidak apa-apa. Kami sudah menjahit lukanya. Untung saja tak ada organ vital yang terkena. Kami akan segera memindahkannya ke ruang perawatan,” jelas Dokter Grace.


“Terima kasih, Grace,” ucap Chris dan Maria bersamaan. Grace pun berlalu dari sana untuk kembali ke bagian administrasi untuk menyiapkan ruang perawatan untuk Theo. Grace sangat mengenal Chris dan Maria. Mereka sangat berjasa bagi kehidupan Grace. Jika tak ada mereka, mungkin saat ini Grace tak akan menjadi seorang dokter.

__ADS_1


Akhirnya semua bisa bernafas dengan lega. Setidaknya Theo tidak mengalami luka yang serius. Namun, Crystal akan tetap mendapatkan hukumannya dan Freya tak akan melepaskannya.


**


“Aku tidak mau!” teriak Crystal saat ia akan dibawa menuju ke dalam sel tahanan.


“Sudah kukatakan aku tidak bersalah! Wanita itu yang mengambil kekasihku, kenapa kalian justru menangkapku,” gerutu Crystal dengan marah.


“Sadar! Mana ada pria yang mau dengan wanita psikopat seperti anda,” ujar salah satu staf kepolisian bernama Gregory.


“Hei! Berani sekali anda mengatakan saya seperti itu. Aku ini seorang model terkenal, semua pria pasti akan tertarik padaku.”


Staf kepolisian tersebut berdecak kesal. Meskipun ia masih jomblo, tapi ia tak mau memiliki kekasih seperti Crystal. Terlihat sekali bagaimana posesifnya Crystal.


“Sudah selesai, bawa dia segera ke dalam sel!” Perintah Gregory.


“Aku tidak mau! Cepat lepaskan aku! Kalian semua polisi sialannn!! Aku akan segera menuntut kalian!” teriak Crystal saat ia dibawa ke dalam sel.


Gregory mengambil topinya dan segera keluar dari ruangannya. Ia akan menemui keluarga korban untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


“Nil, aku pergi dulu ke rumah sakit. Jangan biarkan wanita itu berulah,” perintah Gregory.

__ADS_1


“Siap Capt!” seru Danilo, yang merupakan rekan kerja Gregory.


🌹🌹🌹


__ADS_2