BIG BIG Girl

BIG BIG Girl
#53


__ADS_3

Freya kini tengah berkutat dengan komputer miliknya di dalam ruangan khusus. Ia sedang merancang software khusus untuk membantunya bekerja di M-Tech.


Sebenarnya apa yang sedang ia lakukan sekarang adalah hanya sebagai pengalih perhatian dan pikiran. Freya sendirilah yang mengundang seorang model bernama Crystal untuk datang ke acara resepsi pernikahan Nic dengan Bryona. Ia tahu dengan pasti siapa Crystal dan apa arti wanita itu bagi seorang Theodore Alexander.


Jika Theo terus mengancamnya dan memberikannya pilihan, baginya tak masalah. Namun ia harus menghadapi sesuatu yang telah disiapkan juga oleh Freya. Bukannya Freya tak menyukai Theo, tapi ia tak menyukai pria yang hanya mengangap sebuah pernikahan sebagai sebuah permainan.


Sejak awal mereka berdua telah menolak perjodohan dan sifat mereka pun tidak cocok saru sama lain. Jika menikah, Freya hanya ingin sekali untuk seumur hidup. Mengarungi suka duka, sehat dan sakit, hingga menua bersama.


Freya juga tak ingin dijadikan sebagai pelarian saja. Oleh karena itulah ia mengundang Crystal. Freya mengulik semua informasi tentang Crystal. Bahkan, Freya tahu penyebab wanita itu bercerai. Namun, baginya itu tak penting. Jika memang wanita itu adalah wanita yang dicintai oleh Theo dan akan membuat Theo mengurungkan semua niatnya pada Freya, maka Freya akan terus menjalankan rencananya.


Meskipun Freya mulai sedikit menyukai Theo akibat seringnya mereka bersama, namun hal itu tidak akan membuat seorang Freya menjadi lemah. Cinta tidak membuat seseorang menjadi lemah, tapi justru harus membuatnya lebih kuat.


**


Kedua insan yang tengah bergulung di balik selimut sejak semalam, belum juga terbangun. Mereka masih berada di balik selimut sambil berpelukan, tanpa mengenakan sehelai benang-pun.


Nic yang berhasil menuntaskan hasrattnya selama ini melengkungkan bibirnya saat ia terbangun dan melihat wajah Bryona di sampingnya.


Kali ini aku tak bermimpi karena kamu benar-benar ada di sampingku. - Nic kembali menyentuh kulit wajah Bryona, kemudian memegang bibir wanita itu yang berwarna pink, kemudian turun ke bawah. Ia kembali bermain-main dengan kedua aset kembar milik Bryona.


Bryona yang merasakan sentuhan pada tubuhnya pun merasa geli. Ia menggeliatkan tubuhnya, membuat Nic yang tadinya hanya sedang memainkan 2 buah berry, jadi menumbuhkan sebuah terong raksasa.


“Ehmmm … Ahhh!!!” Bryona kembali mendessah ketika buah berry miliknya kini sudah berada di dalam buaian selembar bantalan empuk yang sedikit basah. Bryona yang masih mengantuk pun tak kuasa menahan hasrattnya hingga ia melentingkan tubuhnya.


“Mengapa kamu begitu menggoda, honey. Sepertinya aku akan membuatmu benar-benar tidak bisa berjalan,” gumam Nic yang kini tengah bersiap di atas tubuh Bryona.


Meskipun wanita yang berada di bawahnya itu masih terlelap dan memejamkan matanya, namun itu tak menyurutkan keinginannya. Ia mulai memberikan ciuman-ciuman di wajah Bryona, kemudian memberikan lumattan dan sessapan di bibir pink milik istrinya itu.


Bryona yang tidak tahan dengan godaan yang diberikan oleh Nic pun membalas lummatan tersebut dan mengalungkan tangannya di leher Nic. Hal itu tentu saja membuat Nic tersenyum. Ia tak menyangka bahwa Bryona akan membalasnya dan menikmati segala perlakuannya.

__ADS_1


Hari ini sepertinya Nic akan kembali menyerang Bryona seperti semalam. Ia telah merasakan nikmatnya surga dunia dan sepertinya langsung menjadi candu baginya. Nic terus menghentakkan terong besarnya ke dalam lalapan nikmat.


**


Pagi ini, Theo berdiam di dalam ruang kerjanya di AR Group. Biasanya pagi-pagi ia akan berada di M-Tech untuk membuat Freya semakin tertekan dengan ancamannya. Banyaknya pekerjaan dan keputusan yang diambil, membuat dirinya semakin membutuhkan Freya. Wanita itu akan dengan mudah mengambil keputusan setelah mendengar masalah yang sedang dihadapi.


Tokk tokk tokk …


“Masuk,” kata Theo. Sekretarisnya biasa akan masuk dan mulai membacakan jadwal hari ini dan ia harus siap dengan semua itu.


“Te!” Namun tak disangka oleh Theo, yang datang bukanlah sekretarisnya, melainkan Crystal. Wanita itu datang sambil membawakan sarapan untuknya, sungguh sangat perhatian sekali.


Crystal meletakkan tas bekalnya di atas meja kemudian mulai membukanya, “kemarilah Te, aku sengaja bangun pagi dan memasak ini untukmu.”


Tentu saja tanpa Theo ketahui, Crystal membeli semua makanan itu saat ia menuju ke AR Group.


“Bukankah semalam kamu berkata aku bisa datang ke mari?”


“Aku sangat sibuk.”


“Sesibuk apapun dirimu, jangan lupa untuk sarapan. Otak kita akan lebih mampu berpikir jika perut kita dalam keadaan kenyang,” kata Crystal.


Theo menekan tombol telepon yang ada di mejanya, “Hubungi Freya dan minta ia datang ke AR Group. Kita membutuhkannya untuk mengambil keputusan.”


“Baik, Tuan,” terdengar jawaban dari sekretaris Theo.


“Freya? Siapa Freya?” tanya Crystal saat mendengar nama wanita lain disebut oleh Theo.


“Dia adalah putri Tuan Rodriguez, salah satu pemilik perusahaan ini,” jawab Theo sambil kembali melihat berkas-berkas di hadapannya.

__ADS_1


“Te, kemarilah, sarapan dulu. Aku sudah menyiapkan semuanya.”


Theo sebenarnya malas untuk sarapan, apalagi kepalanya saat ini sedang pusing dengan banyaknya hal yang harus ia pikirkan. Mungkin kalau dulu Crystal memilihnya, ia akan sangat senang jika wanita itu datang dan membawakannya sarapan. Berbeda dengan saat ini.


Setelah menyelesaikan tanda tangannya, Theo bangkit dan duduk di sofa dan dihadapkan pada bekal yang telah disiapkan oleh Crystal.


“Apa kamu mau aku suapi?” tanya Crystal sambil menyendokkan makanan dan hendak memasukkannya ke dalam mulut Theo.


Tokk tokk tokkk …


“Masuk.”


Freya yang memang sedang berada dalam perjalanan menuju M-Tech akhirnya membelokkan mobilnya menuju AR Group. Ia memang sudah pernah mengatakan pada Theo untuk mencarinya jika memang membutuhkan bantuannya.


“Selamat pagi, Tuan Alexander,” sapa Freya. Melihat keberadaan seorang wanita di dalam ruangan Theo sedikit membuat Freya kaget, namun ketika melihat siapa wanita itu, ia tak heran lagi.


Crystal yang melihat kedatangan Freya langsung menelisik dan memindai wanita itu dari atas hingga ke bawah. Penampilan Freya terlihat sangat sederhana, namun tetap terlihat elegan dan berkelas.


“Duduklah, aku ingin meminta pendapatmu,” pinta Theo.


“Sebaiknya kamu selesaikan dulu sarapanmu, aku akan menunggu di ruanganku,” kata Freya yang kemudian berbalik setelah memberikan senyuman kepada Crystal.


“Frey!” Theo malah bangkit dari sofa dan mengejar Freya. Menurut Theo lebih penting menyelesaikan urusan kantor daripada sarapan, hingga ia meninggalkan Crystal tanpa berbicara sepatah kata pun.


Hal itu sontak membuat Crystal berdecak kesal, “Menyebalkan! Apa Theo tidak lagi mencintaiku? Apa dia menyukai wanita itu?”


Crystal langsung pergi dari AR Group, meninggalkan sarapan yang tadi sudah ia buka. Ia mengambil ponsel untuk menghubungi sahabatnya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2